atas

Hujan Deras Rendam Tanaman Padi Japanan

Jumat, 11 Jan 2019 | 14:29:02 WIB, Dilihat 90 Kali - Oleh Masal Gurusinga

SHARE


Hujan Deras Rendam Tanaman Padi Japanan Perangkat Desa Japanan Kecamatan Cawas Klaten saat membersihkan tumpukan sampah di pintu air dekat Kantor Kepala Desa setempat, Jumat (11/1/2019). Sementara dibelakangnya tanamam padi berumur 2 minggu ikut terendam air akibar guyuran hujan deras pada Kamis (10/1/2019) malam. (masal gurusinga/koranbernas.id)

Baca Juga : Bantuan Sosial Harus Dikawal


KORANBERNAS.ID - Hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Klaten pada Kamis (10/1/2019) malam mengakibatkan tanaman padi di Desa Japanan Kecamatan Cawas tergenang air. Jika genangan air tersebut tidak segera disikapi makan tanaman bakal terancam mati.

Informasi yang dihimpun dari petani menyebutkan guyuran hujan pada Kamis malam memang dikhawatirkan akan merendam tanaman padi yang pada umumnya berumur 2 minggu. Genangan air terjadi akibat kondisi saluran irigasi kotor dan beberapa pintu air tidak berfungsi.

"Di sepanjang saluran irigasi kotor dan dipenuhi sampah. Ketika hujan deras turun air meluap dan masuk ke sawah petani," ujar Widodo ditemui disawahnya, Jumat (11/1/2019).

Selain itu kata dia, kondisi saluran yang sangat kecil tidak mampu menampung debit air hujan yang seharusnya bisa mengalir ke Kali Dengkeng.

Setelah mengetahui banyak sawah tergenanh air, para petani dan.perangkat desa bahu membahu membersihkan sampah dan rumput yang memenuhi saluran irigasi. Bahkan pintu air yang rusak dibuka lebar-lebar agar air bisa mengalir lancar ke Kali Dengkeng.

Kepala Dusun Suhardi mengatakan setidaknya butuh waktu seminggu untuk mengeringkan genangan air yang merendam tanaman padi petani. "Langkahnya memperbaiki saluran irigasi dan membersihkannta dari sampah," jelasnya.

Memang kata dia, penanganan saluran irigasi ada pada Dinas Pengairan. Namun karena ini sifatnya darurat maka warga dan pemerintah desa bahu membahu membersihkan saluran agar genangan air bisa surut.

Upaya membersihkan saluran irigasi di wilayah Desa Japanan dilakukan dengan menggunakan mesin pemotong rumput. Potongan rumput yang menumpuk dipintu air selanjutnya dibersihkan untuk memperlancar air mengalir. Saat ditanya luas tanaman padi yang tergenang air, Suhardi menjawab tidak memiliki data.

"Datanya ada di kelompok tani masing-masing atau pak kades (kepala desa). Namun pak kades ada ada acara sosialisasi demam berdarah," kata Suhardi. (yve)



Jumat, 11 Jan 2019, 14:29:02 WIB Oleh : Nila Jalasutra 119 View
Bantuan Sosial Harus Dikawal
Jumat, 11 Jan 2019, 14:29:02 WIB Oleh : Muhammad Zukhronnee Ms 235 View
Puluhan Mahasiswa Menyebar ke Tiga Benua
Jumat, 11 Jan 2019, 14:29:02 WIB Oleh : Yvesta Putu Sastrosoendjojo 277 View
Pendidikan Pancasila, Kunci Karakter Tangguh Mahasiswa

Tuliskan Komentar