atas

Hoaks Jelang Pemilu Jangan Dianggap Enteng

Kamis, 17 Jan 2019 | 00:42:06 WIB, Dilihat 382 Kali - Oleh W Asmani

SHARE


Hoaks Jelang Pemilu Jangan Dianggap Enteng Presedium Jadi DIY, Guno Tri Tjahjoko (kiri), Arya Budi, dosen Fisipol UGM, Moh. Zaenuri Iksan, Komisioner KPU DIY dan Komisioner Bawaslu DIY, Sutrisnowati pada talk show tetang Mengembangkan kepercayaan Publik dalam Pemilu 2019 di DIY di Silol Cafe, Selasa (15/1/2019).(w asmani/koranbernas.id)

Baca Juga : Sekolah Ini Borong Juara Lomba Matematika


KORANBERNAS.ID --Persoalan informasi bohong atau hoaks di tahun politik 2019 ini tidak bisa dianggap enteng. Sebab hampir setiap hari media sosial (medsos) banyak dibanjiri info-info tidak benar.

Sebut saja hoaks adanya tujuh juta surat suara pemilu yang telah dicoblos di pelabuhan Priok Jakarta. Informasi tersebut tentu saja membuat gaduh situasi menjelang pesta akbar demokrasi 17 April mendatang. KPU dianggap sebagai penyelenggara pemilu yang berpihak pada salah satu pasangan.

"Saat ini berita terbesar mewarnai medsos, hal tersbut bisa dimanfaatkan untuk isu hoaks," ungkap Moh. Zaenuri Iksan, Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) DIY, pada talkshow "Mengembangkan kepercayaan Publik dalam Pemilu 2019 di DIY" yang diselenggarakan Jaringan Demokrasi Indonesia (Jadi) DIY,  di Silol Cafe, Kotabaru, Selasa (15/1/2019).

Menurut Iksan, pada setiap pelaksanaan Pemilu selalu saja ada tantangannya. Namun tantangan untuk pemilu 2019 lebih besar dari sebelumnya. Karenanya KPU berusaha dengan berbagai upaya, menyajikan berita-berita baik. Selain itu, KPU juga melakukan kajian-kajian untuk antisipasi hoaks. Tak hanya itu, KPU pun berusaha melakukan konter balik untuk mengimbanginya. Walaupun begitu, belum tentu yang dilakukan sudah cukup.

"Kita berharap tahapan-tahapannya tidak keliru, informasi yang kita punya. Agar berimbang, dan penyelenggarakan pemilu aman," ungkapnya.

Iksan menambahkan, sepanjang perjalanan pemilu, kondisi di DIY relatif aman. Selama ini belum ada yang dilaporkan ke Mahkamah Konstitusi (MK) terkait penyelenggaraan pemilu.

"Insya Allah di Yogya pemilu berintegritas," terang Iksan.

Sementara Komisioner Bawaslu DIY, Sutrisnowati, mengatakan secara umum  DIY aman. Walaupun ada friksi-friksi hubungan bawaslu dengan KPU masih sehat.

"Memang ketika tahapan-tahapan tertentu KPU dan Bawaslu harus jaga jarak," jelas Watik sapaan akrab dari Sutrisnowati.

Dalam tugasnya KPU juga Bawaslu harus netral dan bisa bermain peran seperti yang dituntut. Jika ada permintaan penyelesaian sengketa, maka Bawaslu harus menyelesaikan.

"Dalam penyelenggaraan pemilu DIY sebelumnya tidak pernah ada sengketa pemilu. Namun pada tahapan pemilu 2019 ada sepuluh permohonan sengketa pemilu," ungkapnya.

Arya Budi, dosen Fisipol UGM mengatakan isu kontainer yang berisi surat suara dan sudah tercoblos merupakan fase periode pemilu yang memang harus dilewati. Nantinya akan ada satu periode ketika demokrasi suatu negara sudah mapan dan penyelenggara pemilu sebatas mengurusi administrasi. Untuk kaitannya dengan hoaks, Arya menyarankan sebelum ada isu maka perlu dicegah dengan antisipasi.

"Yang kita perlukan bukan mengkonter opini," jelas Arya.

Presedium Jadi DIY, Guno Tri Tjahjoko mengatakan sosialisasi penyelenggaraan Pemilu 2019 perlu terus dilakukan. Sebab masih banyak masyarakat yang tidak tau kalau ada pemilu. Artinya tahapan sosialisasi itu tdk sampai kebawah.

"Padahal melibatkan masyarakat dalam pemilu itu penting," imbuhnya.(yve)



Rabu, 16 Jan 2019, 00:42:06 WIB Oleh : Prasetiyo 864 View
Sekolah Ini Borong Juara Lomba Matematika
Rabu, 16 Jan 2019, 00:42:06 WIB Oleh : Redaktur 308 View
Budidaya Tanaman Cabai Asah Karakter Mahasiswa
Rabu, 16 Jan 2019, 00:42:06 WIB Oleh : Redaktur 286 View
Statistika dalam Manajemen Kegiatan Usaha Penting

Tuliskan Komentar