atas1

Hoaks Diabetes Berseliweran dan Menyesatkan

Minggu, 14 Jul 2019 | 13:29:00 WIB, Dilihat 1281 Kali - Oleh B Maharani

SHARE


Hoaks Diabetes Berseliweran dan Menyesatkan Kampanye ajakan melawan hoaks kesehatan dalam rangka memperingati Hari Diabetes Nasional yang jatuh pada 12 Juli 2019. (b maharani/koranbernas.id)

Baca Juga : Teater Alam Garap Karya Pemenang Pulitzer


KORANBERNAS.ID – Saat ini informasi palsu atau hoaks mengenai penyakit diabetes berseliweran di sosial media. Dikhawatirkan hal itu bisa menyesatkan masyarakat.

“Masyarakat harus berani melawan hoaks kesehatan khususnya terkait diabetes,” ungkap Noviana Halim, Brand Manager Tropicana Slim

Prihatin dengan kondisi tersebut, Tropicana Slim melakukan kampanye ajakan melawan hoaks kesehatan. Acara itu sekaligus untuk memperingati Hari Diabetes Nasional yang jatuh pada 12 Juli 2019.

Perusahaan yang bergerak dalam bidang pemanis rendah kalori ini mengadakan kegiatan senam bersama di halaman parkir RSMC Telogorejo Semarang.

Dengan tajuk Beat Diabetes, acara tersebut diikuti ratusan peserta dari Yayasan Jantung Indonesia Semarang maupun peserta umum.

"Selain kegiatan senam, juga diselenggarakan festival kuliner sehat yang bebas gula, pembagian doorprize, cek gula darah dan seminar kesehatan," ucap Noviana.

Kegiatan yang juga dilaksanakan di 33 kota di Indonesia itu dimaksudkan untuk mengkampanyekan bahwa hidup  sehat itu tidak selalu dengan rasa tidak enak.

Makanan sehat pun sekarang enak-enak dan tetap bisa manis seperti rasa biasanya.

"Jadi untuk hidup sehat itu nggak harus sulit dengan makanan yang nggak enak, makanan sehat itu juga enak dengan menggunakan produk pemanis rendah kalori," lanjut dia.

Usai senam bersama, para peserta memanfaatkan booth cek gula darah gratis dan Accu Check.

"Bagus kegiatannya, ada senam, cek gula darah, juga ada edukasi tentang bagaimana membuat makanan dan minuman yang rendah gula," kata Adistya, salah seorang peserta senam.

Pesatnya perkembangan teknologi digital saat ini memungkinkan informasi tersebar begitu cepat, termasuk informasi kesehatan.

"Sayangnya, banyak informasi tersebut yang keliru atau biasa disebut hoaks, sehingga sangat berpotensi merugikan masyarakat," tambah noviana.

Data Kementerian Kominfo RI, hoaks kesehatan menempati peringkat kedua terbanyak setelah hoaks politik yaitu sebanyak 126 hoaks kesehatan sepanjang Agustus 2018-Februari 2019 (7 bulan).

Noviana menambahkan salah satu informasi yang sering keliru di masyarakat adalah terkait pemanis rendah kalori.

Nyatanya, pemanis rendah kalori sebagai pengganti gula pasir sudah lazim dipakai sebagai alternatif pengganti gula, serta mendapatkan izin edar dari BPOM, sehingga sudah terbukti aman dikonsumsi.

Sesuai anjuran Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, batas maksimum konsumsi gula seseorang hanya empat sendok makan per hari.

Hadirnya pemanis rendah kalori dapat menjadi alternatif bagi masyarakat yang perlu membatasi asupan gula hariannya. (sol)



Minggu, 14 Jul 2019, 13:29:00 WIB Oleh : Muhammad Zukhronnee Ms 133 View
Teater Alam Garap Karya Pemenang Pulitzer
Minggu, 14 Jul 2019, 13:29:00 WIB Oleh : Sholihul Hadi 204 View
GKR Hemas Ingin Kelembagaan DPD RI Kuat
Minggu, 14 Jul 2019, 13:29:00 WIB Oleh : Sari Wijaya 229 View
Pesan Gus Miftah untuk Para Pemimpin, Hati-hati

Tuliskan Komentar