atas1

Hati-hati Pilih Zonasi Sekolah, Jangan Asal Daftar

Kamis, 13 Jun 2019 | 15:08:47 WIB, Dilihat 483 Kali - Oleh Yvesta Putu Sastrosoendjojo

SHARE


Hati-hati Pilih Zonasi Sekolah, Jangan Asal Daftar Kepala Bidang Perencanaan dan Pengembangan Mutu Disdikpora DIY, Didik Wardaya. (dok. koranbernas.id)

Baca Juga : Cukup Klik, Makanan Langsung Sampai Rumah


KORANBERNAS.ID -- Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk tingkat SMA/SMK pada tahun ini menyediakan tiga jalur pendaftaran. Sebanyak 5 persen dari total daya tampung sekolah lewat jalur Prestasi. Sedangkan 90 persen sisanya dari jalur Zonasi.

Namun banyak peserta didik yang kesulitan memilih sekolah menggunakan jalur seleksi Prestasi. Padahal di DIY ada sekitar 10.900 siswa berprestasi yang memiliki nilai minimal 320 sebagai syarat pendaftaran dari jalur Prestasi. 

"Hati-hati memilih jalur ppdb untuk pilihan pertama dan kedua. Jangan sampai salah pilih, salah-salah malah tidak dapat sekolah," papar Kepala Bidang Perencanaan dan Pengembangan Mutu Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (disdikpora) DIY, Didik Wardaya ketika dihubungi, Kamis (13/6/2019).

Menurut Didik, menentukan pilihan jalur PPDB secara tepat sangatlah penting. Peserta didik yang memiliki nilai Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) lebih dari 320 diharapkan tidak hanya memilih jalur Prestasi.

Sebab tingkat persaingan untuk jalur ini cukup tinggi. Mereka yang menggunakan jalur Prestasi sebagai pilihan pertama dalam PPDB otomatis terkena sistem passing grade karena kuota yang sangat terbatas.

Jalur Prestasi sendiri banyak diminati siswa dari luar zonasi atau DIY. Selain itu siswa yang bersekolah di DIY namun memiliki Kartu Keluarga (KK) luar DIY.

"Sistem pada seleksi jalur Prestasi sebagai pilihan pertama akan menghabiskan jumlah kuota. Kalau siswa memilih jalur ini diluar zonasinya maka malah tidak masuk. Ini yang ditakutkan," tandasnya.

Karenanya Didik menghimbau agar peserta didik menggunakan sistem Zonasi alih-alih jalur Prestasi. Sistem ini diterapkan untuk pemeratakan kualitas pendidikan di Indonesia, termasuk di DIY.

"Utamakan saja di jalur zonasi. Kan konsep zonasi itu sebaran input di masing-masing sekolah. Makanya hati-hati," imbuhnya.(yve)

 


Kamis, 13 Jun 2019, 15:08:47 WIB Oleh : Yvesta Putu Sastrosoendjojo 268 View
Cukup Klik, Makanan Langsung Sampai Rumah
Rabu, 12 Jun 2019, 15:08:47 WIB Oleh : Muhammad Zukhronnee Ms 465 View
Pertama di Indonesia, Festival Purbakala Digelar
Rabu, 12 Jun 2019, 15:08:47 WIB Oleh : Yvesta Putu Sastrosoendjojo 2160 View
Diprotes Emak-emak, Jogja Ubah Zonasi

Tuliskan Komentar