hasil-penelitian-siswa-sman-2-bantul-dipamerkanKepala SMAN 2 Bantul Drs Kabul Mulyono MPd dan Kepala Balai Dikmen Disdikpora Bantul, Suhirman MPd, mengunjungi kegiatan Smadaba Exibition #2, Sabtu (9/2/2019). (sari wijaya/koranbernas.id)


sri-wijaya

Hasil Penelitian Siswa SMAN 2 Bantul Dipamerkan

SHARE

KORANBERNAS.ID -- Siswa SMAN 2 Bantul (Smadaba) menggelar kegiatan Exibition#2 bertema Show Up Your Idea (Sure) di aula sekolah setempat Jalan RA Kartini, Sabtu (9/2/2019) pagi hingga sore hari.

Dari sejumlah 30 stan, ditampilkan hasil Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) dan Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI).


Baca Lainnya :

Acara itu dihadiri Kepala Balai Pendidikan Menengah (Dikmen) Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bantul, Suhirman MPd dan Kepala Smadaba Drs Kabul Mulyono MPd.

Sinta Dwi Nugraheni selaku ketua panitia mengatakan, selain pameran OPSI dan FIKSI, kegiatan lain yang digelar adalah seminar  dan workshop penelitian bekerja sama dengan Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW).


Baca Lainnya :

“Selain hasil penelitian juga ada contoh produk yang telah dihasilkan, turut dipamerkan,” kaya Sinta.

Para siswa melakukan penelitian secara intens untuk keperluan pameran selama satu bulan. Mereka melakukan penelitian awal sejak semester pertama kelas X untuk kemudian dikembangkan. Peserta memang dari kelas X.

“Tujuan dari kegiatan ini untuk melatih mental para siswa, menumbuhkan kemampuan public speaking serta kerja sama dan kekompakan siswa karena satu tim beranggotakan dua orang,” katanya.

Selain itu, juga untuk menumbuhkan sikap inovasi dan kreatifitas siswa dan menumbuhkan sikap mau bekerja keras. “Penelitian dan inovasi ini new, benar-benar baru ide kreativitas para siswa,” katanya.

Juri perlombaan Drs Kisworo MSc dari UKDW mengatakan penilaian dilihat dari sisi kreativitas, keaslian ide dan aspek teknis. Termasuk penampilan  dan konten atau materi penelitian.

“Kita lihat, kuat tidak latar belakangnya, kuat tidak cara mengindentifikasi masalah, metodologinya seperti apa, mengolah datanya seperti apa dan kesimpaulan poin-poinnya apa saja,” kata Dekan Fakultas Bioteknologi ini.

Termasuk dilihat apakah penelitian yang dihasilkan mampu menjawab akar permasalahan yang menjadi obyek penelitian.

Berdasarkan hasil penjurian, lanjut Kisworo, perlu ada pendampingan dan pembinaan kepada para siswa, sehingga kelak penelitian bisa bermuara pada wirausaha maupun ekologi dan ekowisata. Diharapkan hasil penelitian bisa diaplikasikan ke masyarakat. (sol)



SHARE

BERITA TERKAIT

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini