atas1

Harga Daging Ayam Naik Drastis

Sabtu, 23 Mei 2020 | 11:15:53 WIB, Dilihat 206 Kali
Penulis : Masal Gurusinga
Redaktur

SHARE


Harga Daging Ayam Naik Drastis Telur ayam, harganya juga sempat naik. (istimewa)

Baca Juga : Kearifan Lokal Mampu Netralkan Paham Radikalisme


KORANBERNAS.ID, KLATEN -- Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1441 H, harga sejumlah kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas) di pasar tradisional Kabupaten Klaten terus naik. Bahan kebutuhan pokok yang harganya naik drastis yakni daging ayam, cabai rawit dan bawang merah.

Di pasar Delanggu, misalnya, harga daging ayam pada Kamis (21/5/2020) umumnya dijual Rp 30 ribu per kilogram. Sehari berikutnya naik menjadi Rp 35 ribu per kilogram.

Begitu juga harga cabai rawit merah yang pada hari Kamis (21/5/2002) dijual Rp 15 ribu per kilogram menjadi Rp 25 ribu per kilogram pada hari Jumat (22/5/2020). Sedangkan bawang merah dari harga Rp 46 ribu per kilogram naik menjadi Rp 50 ribu per kilogram.

Harga telur ayam dari Rp 18 ribu per kilogram naik menjadi Rp 22 ribu per kilogram dan bawang putih dari Rp 20 ribu per kilogram menjadi Rp 22 ribu per kilogram. Sedangkan harga daging sapi, minyak goreng curah dan beras stabil tidak ada kenaikan.

Kondisi serupa terjadi di Pasar Klaten dan Pasar Wedi. Harga komoditas pokok masyarakat yang mengalami kenaikan signifikan yakni daging ayam, bawang merah dan cabai rawit merah.

"Sudah biasa, Pak. setiap mau lebaran atau mau Natalan pasti naik. Penyebabnya harga dari sana (distributor dan petani) sudah tinggi," kata Eni, pedagang di Pasar Wedi.

Menyikapi naiknya harga sejumlah kebutuhan pokok itu, Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Klaten, Mursidi, mengatakan akan berkoordinasi dengan kepala pasar.

Langkah ini untuk pembinaan, pengendalian dan pengawasan kebutuhan pokok masyarakat dengan pedagang dan masyarakat agar tidak melakukan panic buying yang berdampak pada naiknya harga.

Kemudian, pihaknya berkoordinasi dengan dinas terkait yakni Dinas Pertanian dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) untuk memastikan pasokan stok komoditas tersebut aman dan cukup.

"Adalah wajar harga kepokmas naik menjelang hari besar keagamaan. Sebab permintaan lebih tinggi dari pada suplai. Akibatnya harga naik dan setiap tahun rutin terjadi," kata Mursidi. (sol)



Sabtu, 23 Mei 2020, 11:15:53 WIB Oleh : Sholihul Hadi 202 View
Kearifan Lokal Mampu Netralkan Paham Radikalisme
Sabtu, 23 Mei 2020, 11:15:53 WIB Oleh : Sholihul Hadi 201 View
Ingat, Bansos Covid-19 Bukan Komoditas Politik
Sabtu, 23 Mei 2020, 11:15:53 WIB Oleh : Sholihul Hadi 204 View
Relawan Dilatih Cara Merawat Jenazah Covid-19

Tuliskan Komentar