atas1

Harga Bawang Putih Turun, Namun Sepi Pembeli

Selasa, 11 Feb 2020 | 16:58:48 WIB, Dilihat 1629 Kali
Penulis : Masal Gurusinga
Redaktur

SHARE


Harga Bawang Putih Turun, Namun Sepi Pembeli Suasana Pasar Jeblog Kecamatan Karanganom Klaten, Selasa (11/2). Para pedagang bawang putih mengeluhkan sepinya pembeli akibat mahalnya harga sebagai dampak dari ditutupnya impor barang-barang dari China oleh pemerintah. (masal gurusinga/koranbernas.id)

Baca Juga : Wow, di Vatikan Juga Banyak Copet


KORANBERNAS.ID, KLATEN -- Harga bawang putih kating di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Klaten sudah turun. Meski demikian para pedagang tetap mengeluh karena bawang putih yang merupakan komoditas impor dari China itu tetap sepi pembeli dan dikhawatirkan akan busuk.

Di Pasar Jeblog Kecamatan Karanganom misalnya, para pedagang mengaku menjual bawang putih pada Selasa (11/2) pagi pada kisaran harga Rp 50 ribu hingga Rp 57 ribu/kilogram. Padahal sebelumnya telah mencapai Rp 60 ribu/kilogram.

"Hari ini saya menjual Rp 50 ribu per kilogramnya karena saya beli dari distributor kurang dari itu. Sebelumnya sudah mencapai Rp 60 ribu per kilogramnya," kata Martanti, salah seorang pedagang bawang putih.

Warga Tulung itu menambahkan, meski harga bawang putih sudah turun namun kondisi tersebut masih belum stabil. Sebab sewaktu-waktu harga masih ada kemungkinan akan berubah lagi.

Hal yang sama disampaikan Titik, pedagang bawang putih lainnya. Menurut Titik, mahalnya harga bawang putih dikarenakan komoditas itu barang impor dari China dan saat ini pemerintah melarang masuknya barang-barang dari China sebagai akibat dampak virus Corona.

Bawang putih yang dia jual di pasar merupakan kiriman langsung para distributor yang keliling ke pasar-pasar. Jika dirinya membeli dari distributor seharga Rp 52 ribu/kilogram maka dijual lagi kepada warga Rp 55 ribu/kilogram.

"Saya ngambil untungnya cuma sedikit. Itupun jarang sekali ada yang beli. Andai kata ada yang beli, paling-paling cuma satu ons atau seperempat kilogram," ujarnya.

Saat ditemui disela-sela belanja di Pasar Jeblog, Sumiati, warga sekitar pasar menjelaskan tidak berani membeli dalam jumlah banyak karena harganya masih mahal. "Belinya dikit saja mas. Soalnya harganya masih mahal," terangnya.

Sementara itu di tempat terpisah, Kepala Bidang Perdagangan Koperasi dan UKM (Disdagkop dan UKM) Kabupaten Klaten, Mursidi, menjelaskan berdasarkan laporan harga kebutuhan pokok masyarakat dari sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Klaten menyebutkan harga bawang putih pada Selasa (11/2) berkisar Rp 55 ribu hingga Rp 57 ribu/kilogram.

Meski demikian, dia menghimbau pedagang untuk tidak memanfaatkan kondisi itu untuk mencari keuntungan sebesar-besarnya. "Pedagang dihimbau untuk tidak memanfaatkan kondisi ini dengan menjual bawang putih mahal-mahal," pintanya. (eru)



Selasa, 11 Feb 2020, 16:58:48 WIB Oleh : B Maharani 1434 View
Wow, di Vatikan Juga Banyak Copet
Selasa, 11 Feb 2020, 16:58:48 WIB Oleh : Sari Wijaya 363 View
Wabup Bantul Bantu 100 Sak Semen untuk Pembangunan Masjid
Selasa, 11 Feb 2020, 16:58:48 WIB Oleh : Sholihul Hadi 211 View
Pelajar Terhibur Lihat Aksi Orangutan Meniti Tali

Tuliskan Komentar