atas1

Hama Wereng Menyerang, Desa Kahuman Lakukan Penyemprotan Masal

Sabtu, 04 Apr 2020 | 11:55:43 WIB, Dilihat 376 Kali
Penulis : Masal Gurusinga
Redaktur

SHARE


Hama Wereng Menyerang, Desa Kahuman Lakukan Penyemprotan Masal Pengurus kelompok tani Desa Kahuman, Parijo (kiri), dan petugas penyuluh pertanian, Rino Ariawan (kanan). (masal gurusinga/koranbernas.id)

Baca Juga : Tamu Undangan Tinggalkan Tenda Pernikahan, Pesta Ngundhuh Mantu Dibubarkan


KORAN BERNAS.ID, KLATEN -- Serangan hama wereng di wilayah Desa Kahuman, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Klaten, kian merajalela. Banyak tanaman padi milik petani menjadi rusak bahkan gagal panen. Untuk mengatasi dan mengendalikan serangan hama, Pemerintah Desa Kahuman, kelompok tani (klomptan), petani dan petugas penyuluh pertanian melakukan gerakan penyemprotan secara masal.

Gerakan pengendalian yang sudah diawali pada 2 pekan lalu ditingkatkan lagi dengan penyemprotan menggunakan kendaraan roda empat sebagai media. "Target seminggu ke depan sejak kemarin bisa selesai. Di Desa Kahuman ada 51 hektar lahan pertanian berdasarkan data," kata Rino Ariawan, petugas penyuluh pertanian Desa Kahuman, di sela-sela penyemprotan tanaman padi di Desa Kahuman, Sabtu (4/4/2020) pagi.

Rino menambahkan, tanaman padi yang ada di wilayah Desa Kahuman rata-rata berumur 60 hari. Namun luasan tanaman yang sudah terserang hama belum bisa dihitung. Hanya saja, kata dia, jika sudah ada tanaman yang terserang hama mungkin di tempat lain juga ada. Walau volumenya belum besar.

"Yang jelas prinsipnya kita antisipasi dan tingkatkan kesadaran petani," ujarnya.

Senada dikemukakan Parijo, pengurus kelompok tani Desa Kahuman. Menurutnya, gerakan penyemprotan secara masal tersebut disupport oleh pemerintah desa yang mengalokasikan dananya. Meski kegiatan itu dilaksanakan di tengan situasi pandemi virus Corona namun partisipasi petani sangat tinggi.

Hanya saja karena wilayah Desa Kahuman yang kondisi irigasinya bagus dan lancar membuat petani tidak bisa menanam serentak. Padahal sekitar tahun 1990 petani masih bisa tanam serentak.

"Karena airnya lancar, para petani bisa tanam padi tiga kali setahun," jelasnya seraya berkata luas tanaman padi yang gagal panen akibat terserang wereng ada 2 hektar.

Sedangkan yang menerapkan pola tanam padi-padi-palawija, kurang dari 5 persen. Artinya, kata dia, yang tanam holtikultura kurang dari 10 orang.

Sementara itu Kepala Desa Kahuman, Joko Sumitro, menjelaskan akibat maraknya serangan hama wereng di desanya, sempat ada yang gagal panen. Untuk mengendalikan serangan hama tersebut dilakukan penyemprotan secara masal.

"Yang dilibatkan dalam penyemprotan hari ini semuanya. Kelompok tani, petani dan lainnya. Syukur alhamdulillah semua guyub bersama-sama dalam upaya mengendalikan serangan hama wereng," imbuh Joko Sumitro yang ikut terjun langsung dalam kegiatan itu. (eru)



Jumat, 03 Apr 2020, 11:55:43 WIB Oleh : Nanang WH 5912 View
Tamu Undangan Tinggalkan Tenda Pernikahan, Pesta Ngundhuh Mantu Dibubarkan
Jumat, 03 Apr 2020, 11:55:43 WIB Oleh : W Asmani 445 View
Enam Penghuni Lapas Anak Dipulangkan
Jumat, 03 Apr 2020, 11:55:43 WIB Oleh : Rosihan Anwar 245 View
Demi Mencegah Corona, 39 Napi Wirogunan Bebas

Tuliskan Komentar