atas

H-2, Dana Pilkades Belum Cair

Senin, 11 Mar 2019 | 20:02:13 WIB, Dilihat 424 Kali - Oleh Masal Gurusinga

SHARE


H-2, Dana Pilkades Belum Cair Persiapan Pilkades di Kantor Desa Sukorini Klaten. (masal gurusinga/koranbernas.id)

Baca Juga : Tidak Buang BAB Sembarangan,Kecamatan Kaloran Deklarasi ODF


KORANBERNAS.ID--Pemilihan kepala desa (pilkades) serentak tahap pertama tahun 2019 di Kabupaten Klaten kurang dua hari lagi. Namun di lapangan panitia pilkades banyak yang belum menerima dana pilkades.

Untuk mensikapi permasalahan itu, panitia ada yang mencari pinjaman dan ada juga yang menalangi dulu.

Di Desa Kedungampel Kecamatan Cawas, total dana pilkades dipatok sebesar Rp 80 juta berasal dari APBD Kabupaten Klaten Rp 49 juta dan APBDesa Rp 31 juta.

Hingga Senin (11/3) atau H-2 dana pilkades belum juga turun. Padahal seluruh tahapan dilalui, termasuk telah mendistribusikan undangan pencoblosan, cetak surat suara dan lain sebagainya.

“Sampai sekarang belum cair juga. Panitia cari pinjaman dulu. Yang penting kegiatan berjalan dulu. Semoga pelaksanaan di lapangan berjalan lancar dan sukses,”kata Ketua Panitia Pilkades Kedungampel H Trihono.

Serupa terjadi di Desa Mundu Kecamatan Tulung. Di desa perbatasan dengan wilayah Kabupaten Boyolali itu, dana pilkades dari APBDesa sebesar Rp 33 juta sudah cair. Sedangkan dari APBD Kabupaten Klaten sebesar Rp 49,685 juta belum cair. “Pengajuannya terlambat. Tapi tidak masalah yang penting kegiatan berjalan lancar,” jelas Ketua Panitia Pilkades Mundu, Supriyana.

Supriyana menambahkan jumlah pemilih di Desa Mundu 2425 orang dengan partisipasi masyarakat menggunakan hak pilihnya pada pemilihan sebelumnya cukup tinggi.

Pada Pilkades Mundu 13 Maret besok ada dua calon yang bersaing yakni Budiyanto dan Ari Kuswanto.

Ari Kuswanto saat ini tercatat anggota DPRD Klaten dari Partai Gerindra dan tidak mencalonkan lagi dalam Pileg 2019.

Yang menarik terjadi di Desa Sukorini Kecamatan Manisrenggo. Seluruh dana pilkades sebesar Rp 69 juta berasal dari APBD Kabupaten Klaten Rp 49 juta dan APBDesa Rp 20 juta belum turun juga.

Untuk menalangi seluruh kegiatan dilapangan dibiayai dulu oleh bendahara panitia Tri Hardini.

“Semua dana belum cair. Saya talangi dulu biar kegiatan berjalan lancar,” ujarnya di Balai Desa Sukorini.

Sebenarnya kata dia, panitia pilkades telah mengajukan ke desa. Dan pernah dijanjikan akan cair tanggal 5 Maret.

“Tapi tidak juga cair. Kata bendahara desa akan cair sore,” terang Tri Hardini.

Tri Hardini yang sehari-hari tercatat sebagai guru di SD Sukorini mengakui dirinya telah menalangi dana pilkades sebesar Rp 13 juta. Jumlah itu belum termasuk biaya konsumsi dan seragam panitia.

Di Desa Sukorini sementara ini ada 2511 pemilih dan ada 5 calon kepala desa yang akan bersaing pada 13 Maret. Lima calon tersebut Triono, Eko Hari Cahyono, Baudin, Agus Susanto dan siswanto. (SM)



Senin, 11 Mar 2019, 20:02:13 WIB Oleh : Endri Yarsana 196 View
Tidak Buang BAB Sembarangan,Kecamatan Kaloran Deklarasi ODF
Senin, 11 Mar 2019, 20:02:13 WIB Oleh : Sholihul Hadi 253 View
Percepat Perekaman 19.038 Wajib KTP di DIY
Senin, 11 Mar 2019, 20:02:13 WIB Oleh : B Maharani 856 View
Nikita Willy Tampil Istimewa Kenakan Kalung Berlian

Tuliskan Komentar