atas

Girls, Cantik itu Universal Ya

Sabtu, 17 Nov 2018 | 17:51:26 WIB, Dilihat 670 Kali - Oleh Yvesta Putu Sastrosoendjojo

SHARE


Girls, Cantik itu Universal Ya Psikolog Analisa Widyaningrum MPsi dalam talkshow bertajuk “You’re Beautiful” yang digelar Karita Muslim Square dalam perayaan HUT ke-16 di Silol Coffee and Eatery, Sabtu (17/11/2018) . (yvesta putu sastrosoendjojo/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID -- Semua perempuan pasti pengen jadi pribadi yang cantik. Banyak cara kemudian dilakukan untuk memenuhi standar cantik, tidak sedikit waktu dihabiskan untuk mengedit wajah sebelum posting foto, mengubah warna kulit supaya lebih cerah, menyusutkan perut, menutupi bekas luka dan gores selulit, sampai menambah volume payudara atau pantat.

Definisi cantik dengan tubuh ideal mengalami perubahan dari generasi ke generasi, seiring juga dengan perubahan yang diciptakan oleh media. Tidak pedull seperti apa pun bentuk asli rupa dan badannya, sebagian besar orang berupaya untuk menyamakan diri dengan gambaran yang ada di mayoritas publikasi media.

Saat ini gambaran perempuan cantik adalah bertubuh sintal yang ditemukan dalam lukisan Monalisa.  Gambara ini kontras dengan model-model langsing semampai tahun 1950-1960 an.

“Akan tetapi, satu yang tak pernah berganti, mitos kecantikan yang dominan menjadi senjata yang mengekang perempuan untuk menerima dirinya sebagaimana adanya,” papar psikolog Analisa Widyaningrum MPsi dalam talkshow bertajuk “You’re Beautiful” yang digelar Karita Muslim Square dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-16 di Silol Coffee and Eatery, Sabtu (17/11/2018) .

Menurut Analisa, daftar panjang persyaratan untuk menjadi perempuan cantik mendoktrin mereka untuk selalu tampil. Bila persyaratan tersebut tidak dipenuhi maka perempuan lain siap memberikan sanksi sosial, hanya karena merasa menang lebih superior dan otomatis 'diberi tuhan' hak mutlak untuk menghakimi, memang terasa tragis.

Padahal mengaplikasikan standar cantik yang tengah menjadi trend pada diri sendiri niscaya tidak akan pernah cukup. Akan selalu ada momen perempuan terbentur atau dihadapkan pada berbagal opini yang mengatakan mereka seharusnya begini dan begitu, perempuan jangan terlalu ambisius, perempuan tidak cocok melakukan ini dan itu.

Tidak ada salahnya mematuhi standar cantik yang tengah menjadi trend, rasa itu wajar, tapi tetap harus dikendalikan. Salah satu caranya dengan berhenti membandingkan diri sendiri dengan orang lain, karena sesungguhnya menjalani kehidupan bukan seperti menyeberang jalan, tidak perlu tengok kanan dan kiri supaya aman.

“Orang lain bebas mengungkapkan opini dan persepsinya, tapi persepsi itu adalah hak mereka sepenuhnya,” paparnya.

Karita Girls mengikuti talkshow bertajuk “You’re Beautiful” yang digelar Karita Muslim Square dalam perayaan HUT ke-16 di Silol Coffee and Eatery, Sabtu (17/11/2018) .(yvesta putu sastrosoendjojo/koranbernas.id)

Sementara Manajer Karita Muslim Square, Novitasari mengungkapkan, mengundang sejumlah member VIP dan Karita's Friends (sebutan untuk customer setia Karita-red). Karita ingin membagikan sejumlah tips untuk tampil cantik baik dari dalam (perilaku) seorang wanita, maupun juga dari luar.

“Karita sedang ingin terlihat cantik cantiknya, cantik dalam memberikan pelayanan, cantik dalam menghadirkan produk, cantik dalam memperkaya wawasan, salah satunya dengan sering mengadakan event - event inspiratif yang bertujuan meningkatkan value seorang perempuan, seperti Karita Friends Talk kali in,” jelasnya.

Perayaan Karita ke 16 ini juga merupakan rangkaian event-event serupa yang akan hadir menjelang pembukaan gerai baru Karita di Jl. Taman Siswa Yogyakarta. Diharapkan, rangkaian event ini tidak hanya memberikan awareness terhadap masyarakat tentang kehadiran gerai baru Karita. Namun juga memberikan efek positif bagi audiens dan customers setianya.(yve)



Tuliskan Komentar