atas

Geliat Seni Tradisi di Watu Lumbung

Senin, 29 Okt 2018 | 00:23:20 WIB, Dilihat 388 Kali - Oleh Sholihul Hadi

SHARE


Geliat Seni Tradisi di Watu Lumbung Pentas seni tradisi dolanan anak di obyek wisata Watu Lumbung Bantul, Minggu (28/10/2018). (sholihul hadi/koranbernas.id)

Baca Juga : Sensasi Baru Nikmati Wisata Banyumas


KORANBERNAS.ID – Cuaca panas penghujung bulan Oktober siang itu, Minggu (28/10/2018), tidak menyurutkan semangat bocah-bocah dari Kampung Rotowojayan Kota Yogyakarta mengggelar pementasan dolanan anak, jatilan dan tarian, di obyek wisata Watu Lumbung Bantul.

Debu mengepul dari halaman sebuah rumah berarsitektur tradisional, kemudian berangsur-angsur lenyap diterbangkan angin yang bertiup di antara pohon-pohon jati yang mulai menampakkan daun-daunnya yang hijau usai meranggas karena kemarau panjang.

Mengenakan pakaian tradisional, anak-anak itu membawakan tembang dolanan Ancak-ancak Alis dan Jamuran diiringi gamelan. Tawa pecah dari kerumunan penonton tatkala seorang bocah beraksi bergulung di tanah. Topeng itu menutupi wajahnya.

Penampilan grup kesenian anak-anak ini menambah aktivitas seni di Watu Lumbung semakin menggeliat. Kebetulan, hari itu obyek wisata ini dikunjungi rombongan wisatawan dari Semarang.

Yang menarik, mereka tidak hanya berwisata menikmati pemandangan pantai dari ketinggian di atas perbukitan tetapi juga diajak baca puisi bertema Sumpah Pemuda.

“Puisi-puisi ini merupakan karya dari pengunjung dan dibacakan oleh budayawan dan seniman Yogyakarta,” ungkap Muhammad Boy Rifai, pengelola obyek wisata itu kepada wartawan di sela-sela acara.

Anggota DPR RI Drs HM Gandung Pardiman MM menyematkan pin untuk pembaca puisi. (sholihul hadi/koranbernas.id)

Beragam puisi dibacakan satu  per satu secara bergantian sambil berdiri di antara kerumunan pengunjung. Di antara kerumunan pengunjung itu terlihat anggota DPR RI dari daerah pemilihan (dapil) DIY, Drs HM Gandung Pardiman MM.

“Puisi ini layak dibacakan di parlemen,” ungkap Boy Rifai.

Selebihnya, puisi hasil karya pengunjung itu didokumentasikan.

Namanya juga seniman, meski tema sudah ditentukan yaitu peringatan Sumpah Pemuda, namun ada juga seorang seniman membacakan geguritan (puisi berbahasa Jawa) tentang nasib seorang janda.

Wiwit aku dadi randa....,” teriaknya langsung disambut ger-geran pengunjung maupun seniman.

Curhat... curhat,” sambung yang lain.

Derai tawa itu rupanya membuat suasana pertunjukan jadi cair. Pembacaan puisi berlanjut dengan iringan gamelan.

Merespons geliat seni di Watu Lumbung, Gandung Pardiman, politisi dari Partai Golkar itu merasa tersentuh. Dirinya terpanggil untuk ikut membantu menumbuhkembangkan potensi itu supaya lebih maju.

“Akan saya bantu sound system,” ujarnya.

Sebagian pengunjung menyaksikan pentas seni tradisi dari teras rumah berarsitektur tradisional. (sholihul hadi/koranbernas.id)

Dia juga mendukung rencana pengelola Watu Lumbung menyelenggarakan Festival Dolanan antarkelurahan se-DIY pada Februari tahun depan. “Hadiah dari saya. Ini obyek wisata rintisan yang luar biasa, perlu dikembangkan secara bersama-sama,” kata Gandung Pardiman.

Dia yakin, event tersebut mampu memberikan ruang kreasi bagi anak-anak untuk mengembangkan potensi mereka di bidang kesenian tradisional. Festival Dolanan Anak di Watu Lumbung ini perlu disiapkan secara baik.

Watu Lumbung, destinasi wisata yang berada di perbukitan itu memiliki daya tarik hamparan pemandangan alam. Untuk mencapai lokasi ini memang tidak mudah karena harus melewati jalan yang menanjak cukup tinggi.

Begitu tiba di lokasi, pengunjung disuguhi indahnya pemandangan kawasan Parangtritis dari  atas ketinggian perbukitan.

“Baru kali ini kami menemukan tempat wisata yang baik,” ungkap pimpinan rombongan wisatawan dari Semarang itu.

Rata-rata pengunjung mengaku senang bisa memperoleh hiburan pentas seni yang unik digelar di perbukitan dengan panggung alam. (sol)


Video Terkait:



Minggu, 28 Okt 2018, 00:23:20 WIB Oleh : Prasetiyo 364 View
Sensasi Baru Nikmati Wisata Banyumas
Minggu, 28 Okt 2018, 00:23:20 WIB Oleh : Nila Jalasutra 419 View
Tour de Prambanan Jadi Ajang Promosi Wisata
Minggu, 28 Okt 2018, 00:23:20 WIB Oleh : Sholihul Hadi 419 View
Pencak Silat Anak Memukau Wisatawan

Tuliskan Komentar