atas1

Gastronomi, Cara Mengemas Wisata Lebih Menarik

Jumat, 10 Mei 2019 | 21:56:51 WIB, Dilihat 643 Kali - Oleh Muhammad Zukhronnee Ms

SHARE


Gastronomi, Cara Mengemas Wisata Lebih Menarik Virginia Kadarsan memberikan paparan dalam FGD  Penyusunan DSRA wisata kuliner dan Belanja Kota Yogyakarta, Kamis (9/5/2019), di The 101 Hotel. (muhammad zukhronnee ms/koranbernas.id)

Baca Juga : Empat Jenis Nasi Tersaji di Lapas Ini


KORANBERNAS.ID -- Wisata gastronomi masih terdengar asing di telinga kita. Istilah ini memang lebih bergaung di luar negeri dibanding dalam negeri. Masyarakat awam menganggap wisata kuliner hanya sebatas mengunjungi sentra-sentra kuliner setempat saja.

Padahal sebenarnya wisata kuliner mampu dikemas lebih menarik bila dikombinasi dengan kekayaan dan atraksi budaya tempat berasalnya kuliner tersebut. Inilah yang kemudian dikenal sebagai wisata gastronomi.

Gastronomi merupakan bagian dari wisata minat khusus yang mengacu pada proses perjalanan dengan tujuan menikmati makanan dan minuman sebagai faktor utama wisatawan menentukan keputusan kunjungan ke suatu tempat.

Tim Percepatan Pengembangan Wisata Kuliner dan Belanja Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI, Virginia Kadarsan, meyampaikan pihaknya ingin membuat desain strategis rencana bisnis pengembangan wisata kuliner.

"Harapannya instrumen yang dipakai untuk menyusun ini sudah mencakup segala ekosistem pariwisata ini bisa dijadikan pegangan. Ke depannya akan keluar rencana aksi atau good plan untuk Kota Jogja karena Jogja mempunyai nilai kompetensi yang begitu besar," paparnya di sela-sela Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Desain Strategis dan Rencana Aksi (DSRA) Wisata Kuliner dan Belanja Kota Yogyakarta, Kamis (9/5/2019), di The 101 Hotel.

"Untuk menarik wisatawan, pelaku pariwisata tidak bisa bekerja sendiri harus bekerja bersama dengan komunitas, asosiasi dan dengan industri, nah untuk bekerja sama itu kita perlu DSRA ini untuk menjadi pegangan," tambahnya.

Virginia Kadarsan yang akrab dipanggil Gini berharap DSRA dipakai untuk seluruh Indonesia sehingga pembangunan ini akan menyeluruh. “Apalagi saat ini kita mengejar sustainable tourism, maka tak hanya Yogyakarta tapi kabupaten/kota lain bahkan dunia secara global sudah menuju ke arah Gastronomi,” paparnya.

Menurut dia, Gastronomi sangat komprehensif. “Kita mulai saja dari produk-produk yang mudah dibuat tetapi secara perlahan kita arahkan ke sana, misalnya Kota Jogja mau dikenal sebagai apa kalau dari sisi gastronomi," terang Gini.

Hal itu bisa ditetapkan melalui sebuah proses. Pemahaman mengenai gastronomi sebenarnya belum lama meski bukan hal baru. Spanyol merupakan negara yang berhasil. Dengan gastronomi wisata kuliner dibangun secara berkesinambungan.

"Tantangan terbesarnya adalah, kita mau berubah atau tidak? Orang sering khawatir dengan pariwisata, takut nanti kalau jadi wilayah turis jadi hancur jadi berubah. Nah, dengan gastronomi hal-hal ini bisa tidak terjadi karena gastronomi itu mengarahkan ke pariwisata dengan konsep yang benar yang berpikir dari hulu ke hilir," tandasnya. (sol)



Jumat, 10 Mei 2019, 21:56:51 WIB Oleh : Sari Wijaya 1550 View
Empat Jenis Nasi Tersaji di Lapas Ini
Kamis, 09 Mei 2019, 21:56:51 WIB Oleh : Arie Giyarto 719 View
Masjid Ini Kecil Tapi Selalu Makmur
Kamis, 09 Mei 2019, 21:56:51 WIB Oleh : Nanang WH 532 View
Mayat Bayi Tersangkut Bambu di Tepi Sungai

Tuliskan Komentar