atas1

Gara-gara Wajan Rp 19.900, Rumah Wina Berfuniture Lengkap

Sabtu, 02 Mar 2019 | 22:03:59 WIB, Dilihat 16952 Kali - Oleh Yvesta Putu Sastrosoendjojo

SHARE


Gara-gara Wajan Rp 19.900, Rumah Wina Berfuniture Lengkap Wina Triyasa memperlihatkan wajan dan laptop yang berhasil dimilikinya karena ikut Arisan Mapan di rumahnya, Kalasan Kamis (28/2/2019). (yvesta putu sastrosoendjojo/koranbernas.id)

Baca Juga : Pramuka Maarif Banyumas Raih Delapan Penghargaan


KORANBERNAS.ID -- Tidak pernah terbayangkan oleh Wina Triyasa, dia memiliki furniture yang cukup lengkap di rumah kontrakannya. Meski dengan luas yang tak seberapa, perempuan asal Bandung tersebut mampu mengisi rumahnya dengan hasil keringatnya sendiri saat ikut arisan.

Berawal dari cicilan wajan seharga Rp 19.900 per bulan selama enam bulan, 85 persen perabot Wina kini bisa dimilikinya lewat Arisan Mapan. Padahal saat dirinya bersama suami dan putranya, Muhammad Haddad pindah dari Cirebon ke Yogyakarta pada 2015 silam, mereka hanya membawa baju dan mainan Haddad.

Berbekal ketrampilan membuat kue ulang tahun, wanita 35 tahun yang pernah membuka usaha studio foto di Cirebon tersebut menjajakan roti buatannya. Dari situlah dia mendapatkan info ada arisan yang berbeda dari biasanya. Alih-alih uang, beragam kebutuhan rumah tangga seperti furniture, alat rumah tangga, gadget, fashion dan lainnya bisa didapat sesuai kebutuhan.

Karenanya sejak 2017, Wina ikut jadi anggota Arisan Mapan. Karena takut mendapatkan pengalaman buruk arisan online, dia hanya mengambil arisan wajan dengan cicilan Rp 19.900 per bulan.

Namun ternayata beberapa bulan dia mendapatkan kiriman wajan yang dipesannya. Karena itulah Wina mulai mengumpulkan anggota lain untuk ikut arisan bersama. Selama dua tahun terakhir, selain mempunyai 86 anggota dan 35 orang binaan ketua arisan, Wina mampu memiliki barang-barang yang dibutuhkannya tanpa menyusahkan orang lain, termasuk televisi 32 inch yang jadi idam-idaman putra semata wayangnya.

Ada cerita menyentuh yang selalu diingat Wina. Ada salah satu anggota arisannya yang saat itu belum memiliki lemari pakaian. Untuk menyimpan pakaian, biasanya dia menaruhnya di dalam kardus yang dihias kertas kado karena uang untuk membeli lemari belum cukup.

Wina lalu mendekatinya dan mengajak untuk ikut Arisan Mapan. Tak mampu membayar arisan sekaligus, cicilan pun dilakukan tiap minggu. Di bulan kelima anggotanya berhasil mendapatkan lemari.

"Saat itu saya ingat, ekspresi bahagianya saat dia akhirnya punya sebuah lemari. Bagi kita, lemari adalah kebutuhan dasar yang mungkin setiap orang punya, tetapi di daerah saya ternyata belum banyak orang yang mampu membeli lemari. Hal seperti ini yang membuat saya terpacu untuk terus menebarkan semangat dan membantu mereka untuk bisa mendapatkan barang-barang impian," paparnya.

Hal senada dialami Neny Ermawati, Ketua Arisan Mapan yang telah memiliki lebih dari 250 anggota. Dia bercerita mengenai pengalamannya sebagai Ketua Arisan Mapan di Banyuwangi.

"Di daerah saya, masih banyak keluarga yang merasa kesulitan buat memenuhi kebutuhan keluarganya, bahkan untuk peralatan dapur seperti panci. Dengan pemasukan yang tidak mencukupi, saya pikir kalau mereka kredit, kasihan mereka. Lalu, saya cari tahu bagaimana bisa membantu mereka," jelasnya.

Akhirnya Neny menemukan informasi tentang Arisan Mapan. Awalnya takut untuk bentuk grup arisan, karena mungkin tidak pada mau ikut. Ternyata setelah dicoba mereka antusias. Pelan-pelan, mereka bisa mendapatkan barang-barang berkualitas, tidak hanya perlengkapan dapur tapi barang lainnya hanya lewat Arisan.

Saya semakin bangga bukan hanya membantu kebutuhan mereka dan keluarga, tapi melihat mereka juga dapat menjadi ketua arisan untuk grup Arisan Mapan mereka. Bangga sekali rasanya saya,” imbuhnya.(yve)



Sabtu, 02 Mar 2019, 22:03:59 WIB Oleh : Redaktur 760 View
Pramuka Maarif Banyumas Raih Delapan Penghargaan
Sabtu, 02 Mar 2019, 22:03:59 WIB Oleh : Nila Jalasutra 500 View
Internet Sehat Kuatkan Mental Anak-anak
Sabtu, 02 Mar 2019, 22:03:59 WIB Oleh : Nila Jalasutra 1104 View
PMR Harus Jadi Program Rutin Sekolah

Tuliskan Komentar