atas

Empat Pilar Dikuatkan, Cegah Disintegrasi

Rabu, 06 Feb 2019 | 18:56:17 WIB, Dilihat 369 Kali - Oleh Sari Wijaya

SHARE


Empat Pilar Dikuatkan, Cegah Disintegrasi Anggota DPD RI Drs M Afnan Hadikusumo menggelar kegiatan dengar pendapat dan sosialisasi “Empat Pilar Kosensus Kebnagsaan” di Kantor DPD DIY Jalan Kusumanegara, Kota Jogja, Selasa (5/2/2019) malam. (Istimewa)

Baca Juga : Ingin Cari Beasiswa Luar Negeri ? Tak Perlu Jauh-jauh


KORANBERNAS.ID--Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Drs. M. Afnan Hadikusumo menggelar kegiatan  dengar pendapat dan  sosialisasi ‘Empat Konsensus Kebangsaan” di Kantor DPD RI Jalan Kusumanegara, Kota Jogja, Selasa (5/2/2019) malam. Adapun empat pilar tersebut adalah Pancasila, UUD 1945, NKRI, serta Bhinneka Tunggal Ika’.
    
Kegiatan yang diikuti tokoh dan pengurus Muhammadiyah tersebut menghadirkan dua narasumber yakni Ketua Ikatan Kelurga Alumni Lemhannas  Komisariat Daerah Istimewa Yogyakarta (IKAL DIY), Sugiyanto Harjo Semangun, M.Si dan Lembaga Hukum dan Kebijakan Publik Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (LHKP PWM) DIY, M.Saleh Chan.
    
“Sosialisasi ini perlu kami gelar  dalam rangka menguatkan kembali empat pilar konsensus kebangsaan,”kata Afnan. Karena dirinya melihat saat ini muncul fenomena disintegrasi bangsa dan lunturnya nilai-nilai kebangsaan. Maka penguatan empat pilar sangatlah diperlukan.

“Terutama gejala itu muncul di kalangan generasi milenial yang menimbulkan distorsi rasa nasionalisme. Sehingga pemahaman empat pilar ini juga harus dimiliki oleh generasi muda. Karena bangsa ini akan makin kokoh jika segenap komponen memahami dan melaksanakan empat konsensus bernegara tadi,” ungkapnya.
 
Sementara Sugiyanto Harjo Semangun dalam pemaparanya  mengatakan, empat konsesnsus kebangsaan, yaitu Pancasila, UUD 45, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika menjadi sebuah kebenaran yang sudah final dalam konteks berbangsa  dan bernegara.

“Lembaga Ketahanan Nasional (LEMHANNAS) memiliki jargon tan hana dharma mangrva, yang artinya tidak ada kebenaran yang mendua, kebenaran yang mutlak adalah kebenaran Tuhan. Namun ada kebenaran yang harus diyakini sebagai bangsa Indonesia, yaitu Pancasila, UUD 45, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika yang menjadi konsensus para founding fathers,” katanya.

Menurut Sugiyanto, jika merujuk pada nilai-nilai empat konsensus berbangsa, maka sesungguhnya tidak ada seorang pemimpin yang mau rakyat yang dipimpinnya menderita. Sebab inti dari ketahan nasional adalah masyarakat yang sejahtera dan aman.

Terkait hal itu, Sugiyanto mengingatkan masyarakat Indonesia akan menghadapi Pemilu 2019 yang merupakan amanah konstitusi untuk memilih pemimpin tertinggi di negeri ini secara demokratis. 

“Pemilu berkorelasi dengan ketahanan Nasional. Menurut saya, seorang pemimpin itu harus memiliki kapasitas, kapabilitas dan integritas yang tidak  diragukan. Harus memiliki setidaknya tiga kecakapan pokok, yaitu Pertama, mampu membuat perencanaan yang baik, Kedua mampu membuat keputusan yang cepat tepat dan benar. Kemudian yang Ketiga, seorang pemimpin harus mampu meredam konflik,” imbuhnya.
     
Sementara itu, Saleh Chan menekankan bagi Muhammadiyah, Pancasila dan NKRI sudah selesai, artinya tidak perlu diperdebatkan lagi.
     
“Muhammadiyah tidak menganggap Pancasila dan NKRI sebagai pilar tetapi konsensus, kesaksian bersama bangsa Indonesia. Persoalan sekarang adalah bagaimana mengimplementasikan dalam bernegara,” tandasnya. (yve)



Rabu, 06 Feb 2019, 18:56:17 WIB Oleh : Muhammad Zukhronnee Ms 664 View
Ingin Cari Beasiswa Luar Negeri ? Tak Perlu Jauh-jauh
Rabu, 06 Feb 2019, 18:56:17 WIB Oleh : Yvesta Putu Sastrosoendjojo 337 View
Jaga Kearifan Lokal Agar Tak Hilang Identitas
Rabu, 06 Feb 2019, 18:56:17 WIB Oleh : Yvesta Putu Sastrosoendjojo 438 View
Kejar Beasiswa, Mahasiswa Antusias ke Luar Negeri

Tuliskan Komentar