atas

Empat Mesin Pompa Tak Mampu Sedot Air Sumur di Lokasi Ini

Rabu, 27 Mar 2019 | 22:09:33 WIB, Dilihat 1587 Kali - Oleh Masal Gurusinga

SHARE


Empat Mesin Pompa Tak Mampu Sedot Air Sumur di Lokasi Ini Bangunan MCK Taman Jatinom Klaten yang belum berfungsi sampai sekarang. (masal gurusinga/koranbernas.id)

Baca Juga : PGRI Klaten Imbau Anggotanya Jangan Golput


KORANBERNAS.ID -- Langkah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten membangun ruang terbuka hijau (RTH) atau taman di sejumlah lokasi layak diapresiasi.

Namun yang mengundang tanda tanya fasilitas itu ternyata tidak bisa difungsikan meski pembangunannya menyerap anggaran cukup besar.

Ini terjadi di Taman Jatinom yang berlokasi di depan Kantor Lurah Jatinom. Pada 2018, Pemkab Klaten melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU PR) membangun dan menata taman yang fungsinya sebagai ruang terbuka publik.

Selain taman, juga dibangun fasilitas MCK (Mandi Cuci Kakus) berikut gudang dan arena bermain anak-anak di bekas Pasar Sapi Jatinom itu.

Setelah pasar sapi dipindahkan ke wilayah Desa Bonyokan, taman tersebut kini berfungsi sebagai pasar unggas seperti ayam jago dan burung.

Sayangnya, meski pembangunan telah selesai namun MCK belum bisa berfungsi hingga sekarang. Usut punya usut penyebabnya karena tidak ada air.

Para pedagang unggas yang setiap pasaran Legi beraktivitas di taman itu mengeluhkan kondisi tersebut. Jika sewaktu-waktu mereka hendak ke toilet harus lari ke MCK Pasar Jatinom yang lokasinya di sebelah taman.

"Sebenarnya bangunan MCK sudah bagus dan lengkap. Tapi permasalahannya tidak ada air. Sumur sudah digali dan airnya disalurkan pakai pompa air. Tapi pompa airnya selalu tidak sanggup nyedot air ke atas," kata beberapa pedagang ayam jago di Taman Jatinom.

Taman Jatinom Klaten. (masal gurusinga/koranbernas.id)

Pedagang menyebutkan setidaknya sudah ada empat mesin pompa air yang digunakan untuk nyedot air dari sumur tetapi tetap saja tidak bisa. Karena permasalahan air itulah diputuskan MCK taman tidak difungsikan.

Kepala Bidang Kebersihan dan Pertamanan (KP) DPU PR, Mundakir, saat dikonfirmasi melalui telepon selular menyatakan benar ada kesalahan non teknis penggunaan MCK Taman Jatinom.

"Benar belum berfungsi sama sekali karena tidak ada air. Kami sudah buat sumur tapi airnya tidak bisa disedot ke atas. Sudah ada tiga mesin pompa air yang kami pakai tetapi kenyataannya air tidak bisa naik. Rencananya sumur akan kami pindahkan pada anggaran perubahan," ujar Mundakir yang juga mantan Sekcam Wonosari itu.

Warga yang tinggal di sekitar Taman Jatinom menceritakan lokasi sumur yang dibangun untuk MCK dikenal tempat sakral.

Karenanya perlu digelar doa memohon kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar air bisa disedot ke atas. "Percaya atau tidak, Mas, tempat itu berbau klenik. Makanya saran kami diselamati dulu biar airnya bisa disedot," jelas warga. (sol)



Rabu, 27 Mar 2019, 22:09:33 WIB Oleh : Masal Gurusinga 272 View
PGRI Klaten Imbau Anggotanya Jangan Golput
Rabu, 27 Mar 2019, 22:09:33 WIB Oleh : Nila Jalasutra 171 View
Tahun 2020 Sleman Masih Fokus Tiga Bidang Ini
Rabu, 27 Mar 2019, 22:09:33 WIB Oleh : Nila Jalasutra 207 View
TMMD Selesai dengan Hasil 100 Persen

Tuliskan Komentar