atas1

Dusun Jodog Peduli Lansia Terlantar dan Anak Yatim

Minggu, 08 Des 2019 | 09:51:53 WIB, Dilihat 316 Kali
Penulis : Sari Wijaya
Redaktur

SHARE


Dusun Jodog Peduli Lansia Terlantar dan Anak Yatim Penyerahan santunan bagi Lansia terlantar dan anak yatim oleh WKSBM "Amanah" Dusun Jodog Desa Gilangharjo, Kecamatan Pandak Bantul, Sabtu (7/12/2019) siang. (istimewa)

Baca Juga : Purworejo Akhirnya Punya Showroom Batik


KORANBERNAS.ID -- Lurah Desa Gilangharjo Kecamatan Pandak Bantul, Drs H Pardiyono, mengukuhkan pengurus Wahanan Kesejahteraan Sosial Berbasis Masyarakat (WKSBM) "Amanah" Dusun Jodog di rumah kepala dukuh, Bayu Yunarko, yang juga sebagai ketua WKSBM, Sabtu (7/12/2019) siang.

Selain Bayu, turut dikukuhkan adalah Wakil Ketua Muhammad Zainul Zain SAg, Sekretaris Edwin Aridarmawan dan Tri Fatonah, Bendahara Ristiana dan Suparmi, ditambah tiga seksi yakni Penggalangan Dana dan Pendataan, Penyaluran Dana serta Humas mulai RT 01 hingga RT 06.

Selain pengukuhan juga dibagikan paket sembako berupa beras 5 kilogram, telur 1,5 kilogram, minyak 1 liter, teh 2 bungkus, gula pasir 1 kilogram, mie instan 10 bungkus, yang diperuntukan bagi 19 warga lanjut usia (Lansia) terlantar. Juga santunan bagi 6 anak yatim ataupun yatim piatu. Lansia dianggap terlantar karena untuk memenuhi kebutuhan mereka tergantung pada orang lain atau tidak ada yang menanggung kebutuhan hidupnya.

"Pembentukan WKSBM ini adalah yang pertama kalinya di Pandak untuk tingkat pedukuhan. Sebelum pembentukan pengurus, kami sudah bertemu, musyawarah dan semua pihak termasuk tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan elemen lain. Kita sepakat untuk membentuk WKSBM ini," kata Bayu didampingi Zainul kepada koranbernas.id di lokasi.

Sebagai program kerja awal, mereka menggelar acara santunan. Sumber dana berasal dari donatur yang juga warga Desa Gilangharjo, sehingga WKSBM juga menjadi jembatan antara mereka yang membutuhkan dengan mereka yang memiliki kelebihan rejeki.

"Ke depan tentu ada program lain yang akan dilakukan untuk jangka panjang," imbuh Zainul.

Misalnya untuk peningkatan kapasitas SDM warga setempat maupun pemberdayaan ekonomi hingga pengentasan kemiskinan, serta pengentasan permasalahan sosial lain.

Sementara Lurah Pardiyono mengatakan di Desa Gilangharjo ada 3.268 KK miskin. Tidak semua KK miskin tersebut mendapat bantuan pemerintah.

"Maka keberadaan WKSBM tentu memberikan banyak manfaat bagi masyarakat. Saya juga berharap nanti bisa didata lagi KK miskin yang belum tercover bantuan untuk bisa dibantu," katanya. (eru)



Sabtu, 07 Des 2019, 09:51:53 WIB Oleh : W Asmani 652 View
Purworejo Akhirnya Punya Showroom Batik
Sabtu, 07 Des 2019, 09:51:53 WIB Oleh : Sari Wijaya 708 View
Journal Club dan Launching Buku di UMBY
Sabtu, 07 Des 2019, 09:51:53 WIB Oleh : W Asmani 358 View
Bus Zebra Cendekia Isinya Komputer dan Laptop

Tuliskan Komentar