Sabtu, 16 Jan 2021,


dukung-pemerintah-taati-prokes-kawulo-ngayogyakarta-tolak-revolusi-akhlakAksi damai penolakan segala bentuk panggung revolusi akhlak yang dinilai menimbulkan masalah dalam penanggulangan Covid-19 di DIY. (Muhammad Zukhronnee Ms/koranbernas.id


Muhammad Zukhronnee Muslim

Dukung Pemerintah Taati Prokes, Kawulo Ngayogyakarta Tolak Revolusi Akhlak


SHARE

KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA -- Pandemi Covid-19 yang selama ini ada di Indonesia dan seluruh dunia tidak akan hilang kalau masyaraka tidak menyadari betapa berbahayanya virus corona. Apalagi kondisi yang terjadi saat ini, di berbagai daerah terjangkitnya penyakit ini semakin meningkat.

Terlebih, ada beberapa golongan yang sengaja ingin memaksakan kehendak dan mengumpulkan massa yang jelas-jelas berpotensi tinggi menyebabkan penyebaran Covid-19.


Tidak ingin kondisi seperti itu menimpa Yogyakarta, Aliansi Masyarakat yang menamakan diri Kawulo Ngayogyakarta Peduli Bangsa turun kejalan melakukan penolakan terhadap revolusi ahlak yang digagas Rizieq Shihab saat datang ke Tanah Air.

Aksi yang dilaksanakan Kamis, (3/12/2020) ini terdiri dari puluhan perwakilan elemen masyarakat berlangsung damai dengan melakukan long march dari halaman Bank Indonesia menuju perempatan Nol Km yang teletak antara Keraton Yogyakarta dan kawasan Malioboro.


Waljito, koordinator aksi memandang pihaknya harus turun ke jalan, karena saat ini ada upaya-upaya untuk memobilisasi massa yang cenderung bertentangan dengan program pemerintah.

"Upaya dan cita-cita kita untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 yang sudah menjadi salah satu bencana ini yang sangat merugikan bangsa," paparnya saat ditemui di sela-sela aksi.

"Kemudian ada kelompok-kelompok tertentu yang ingin mengadu domba kesatuan dan persatuan bangsa dengan narasi-narasi provokatif, bahasa-bahasa yang menghujat, bahasa-bahasa yang tidak pantas untuk kita dengar," imbuhnya.

Masyarakat Jogja, lanjutnya, pantas untuk melawan dengan gerakan-gerakan moral. Sehingga masyarakat paham bahwa Jogja adalah kota budaya, kota pendidikan dan kota berakhlak yang merupakan barometer budaya bagi bangsa Indonesia.

"Kami menolak Yogyakarta dijadikan panggung untuk kehadiran Rizieq Shihab dengan agenda revolusi akhlak. Karena dengan banyaknya mobilisasi massa dari luar kota akan berpotensi menjadi penambahan klaster baru yang rentan terpapar virus corona," pungkasnya.

Rizieq selaku inisiator gerakan revolusi akhlak dinilai oleh Aliansi Masyarakat Budaya Yogyakarta tidak pantas merevolusi akhlak orang lain. Selain pembawaannya yang kerap melontarkan kata-kata tak pantas dan acap menghujat orang lain. Rizieq juga sering melakukan adu domba masyarakat Indonesia.

Mbah Joyo, salah satu perwakilan elemen masyarakat budaya menyebut, masyarakat Yogyakarta telah memiliki etika dan budaya dan berakhlak. Maka di Yogyakarta ini tidak perlu lagi di revolusi akhlaknya.

"Kalaupun ada yang me revolusi akhlak kami, setidaknya orang tersebut harus mempunyai akhlak yang lebih bagus atau lebih baik dari kami. Oleh karena itu kami menolak adanya revolusi akhlak [apalagi] dari luar Yogyakarta," ucapnya saat melakukan orasi.

"Kami ingin mengajak masyarakat Yogyakarta untuk menolak apapun bentuk rongrongan yang datang, apapaun bentuk radikalisasi yang datang ke Yogyakarta kita tolak bersama-sama. Kita tolak Rizieq Shihab," pekiknya.

Joyo melanjutkan, Rizieq harus menyelesaikan dulu akhlak mereka sendiri, belajar dulu berbicara yang baik, beri contoh dulu [kepada] kami etika yang baik, baru kemudian kami siap untuk direvolusi akhlaknya.

"Revolusi dulu akhlaknya sendiri, barulah bersuara untuk merevolusi akhlak orang lain," tandasnya.(*)



SHARE
'

BERITA TERKAIT

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini