atas

Dukuh Dilantik, Ketua RT Kompak Mundur

Sabtu, 18 Mei 2019 | 00:38:17 WIB, Dilihat 5434 Kali - Oleh Sari Wijaya

SHARE


Dukuh Dilantik, Ketua RT Kompak Mundur Yuli Lestari Spd dilantik sebagai Dukuh Pandeyan dan Hari Wantoro dilantik sebagai Dukuh Gatak oleh Lurah Desa Bangunharjo,Kecamatan Sewon Yuni Ardi Wibowo S.Sos di balai desa setempat, Jumat (17/5/2019) sore. (Sari Wijaya/koranbernas.id)

Baca Juga : Mahasiswa Disiapkan Dampingi Petani


KORANBERNAS.ID -- Lurah Desa Bangunharjo,Kecamatan Sewon Bantul Yuni Ardi Wibowo S.Sos melantik Dukuh Pandeyan Yuli Lestari Spd dan Dukuh Gatak, Hari Wantoro di pendopo desa setempat, Jumat (17/5/2019) sore. Pelantikan disaksikan Muspika Sewon, perwakilan warga, lembaga desa serta keluarga kedua kepala dukuh.
    
Namun pelantikan tersebut berbuntut mundurnya para ketua RT di Dusun Pandeyan. Dari 5 RT hanya RT 01 bernama Aris yang notabene suami Yuli yang tidak mengundurkan diri. Sementara 4 ketua RT menyerahkan surat pengunduran diri yakni Ketua RT 02 Suparman, Ketua RT 03 Walijo, Ketua RT 04  Heri dan  ketua RT 05 Yono. Selain itu ratusan warga juga tanda tangan menolak dukuh Yuli termasuk turut mundur  adalah para pengurus PKK RT dan pedusunan hingga kader Posyandu.
    
Kendati Pemerintah Desa (Pemdes)  Bangunharjo sudah  menerima surat pengunduran diri yang juga dilanjutkan dengan aksi menolak pelantikan Yuli dengan membentangkan  spanduk oleh massa  maupun membakar ban bekas di dekat lokasi pelantikan, namun hal tersebut tidak menjadi penghalang proses pelantikan.
    
“Masyarakat tidak menghendaki dukuh terpilih karena alasan diantaranya perempuan. Tetapi itu bukan menjadi penghalang, karena pengisian jabatan dukuh sudah sesuai prosedur dan dalam aturan tidak ada mengenai larangan dukuh perempuan. Sementara jika kaitan bu Yuli anggota  BPD, juga  sudah mengundurkan diri sesuai dengan aturan yang ada," kata Lurah Yuni.

Yuni berharap kedepan dukuh yang dilantik bisa merangkul semua kalangan. Sehingga Pandeyan bisa kondusif dan terteram.

Sementara Ketua Panitia Seleksi Sayono mengatakan soal pro kontra itu hal biasa ada di tengah masyarakat. Yang jelas untuk penjaringan dan penyaringan, pihaknya menggunakan prosedur yang ada.

"Termasuk kami panitia berjumlah 7 orang juga menggandeng pihak ke tiga yakni dari Universitas Widya Mataram Yogyakarta (UWMY) untuk melakukan ujian sehingga independen,” jelasnya.
    
Menurutnya, saat ujian hasilnya juga langsung diumumkan pada malam hari itu juga dan ditempelkan di papan pengumuman desa. Diketahui Yuli mengantongi nilai tertinggi dibanding lima calon lainya.

”Jadi kalau penolakan itu karena urusan like and dislike ya itu tidak menghalangi pelantikan,” paparnya.
    
Camat Sewon Danang Erwanto berharap masyarakat tidak melakukan tindakan atau perbuatan yang bertentangan dengan aturan atau UU. Misalnya saja menolak dukuh karena dia seorang perempuan.

“Karena dalam aturan tidak ada syarat dukuh  tidak boleh perempuan. Dan panitia juga sudah mengikuti aturan dalam penjaringan dan penyaringan, jadi tetap dilakukan pelantikan,” katanya.

 

Ketua RT Kompak Mundur

Ketua RT 02 PadukuhanPandeyan,Desa Bangunharjo, Kecamatan Sewon Bantul, Suparman. (sari wijaya/koranbernas.id)

Suparman yang ditemui koranbernas.id malam hari usai pelantikan dukuh mengatakan jika warga  sejak awal sudah bersepakat jika menolak Yuli sebagai dukuh mereka.

“Sebenarnya bukan hanya  karena perempuan, kalau itu hanya awalnya saja. Namun kami menolak lebih kepada personal yang bersangkutan,” papar Suparman.
    
Contohnya selama menjadi istri ketua RT, Yuli dinilai tidak mampu ‘ngemong’ warga di wilayanya termasuk juga kepada kaum perempuan dan PKK di wilayahnya. Menurut warga Yuli juga kurang bijak, serta sering berucap yang tidak baik  atau kurang ramah sehingga membuat tidak nyaman warga setempat.

“Sehingga kami memutuskan mundur sebagai RT  begitu juga untuk pengurus PKK dan juga kader Posyandu,” katanya.

Mereka tidak ingin lagi terlibat dalam berbagai kegiatan yang ada di pedusunan tersebut ketika dukuhnya adalah Yuli.

“Mohon apa yang menjadi keinginan warga ini didengarkan pihak yang berwenang,” imbuhnya.(yve)



Jumat, 17 Mei 2019, 00:38:17 WIB Oleh : Redaktur 101 View
Mahasiswa Disiapkan Dampingi Petani
Jumat, 17 Mei 2019, 00:38:17 WIB Oleh : Sholihul Hadi 105 View
Grand Aston Yogyakarta Luncurkan Paket Ramadan
Jumat, 17 Mei 2019, 00:38:17 WIB Oleh : Yvesta Putu Sastrosoendjojo 5255 View
Yang Ingin People Power, Segeralah Insyaf

Tuliskan Komentar