atas1

Disertai Senyum Bahagia, Warga Berbondong-bondong Bawa Jerigen

Jumat, 05 Jul 2019 | 17:14:48 WIB, Dilihat 274 Kali - Oleh Sholihul Hadi

SHARE


Disertai Senyum Bahagia, Warga Berbondong-bondong Bawa Jerigen Bantuan air bersih untuk warga Desa Jurangjero Ngawen Gunungkidul dari ACT DIY. (istimewa)

Baca Juga : Ini Daftar Sepuluh Desa di Bantul dengan Stunting Tertinggi


KORANBERNAS.ID -- Kekeringan yang melanda Gunungkidul memasuki bulan ketiga. Berdasar data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, memasuki Juni 2019 tercatat sebanyak 14 kecamatan mengalami kekeringan dan berpotensi krisis air bersih, atau sebanyak 105.234 jiwa di Gunungkidul tengah terdampak kekeringan.

Sulitnya memperoleh air bersih membuat sejumlah warga Gunungkidul terpaksa harus berusaha ekstra untuk mendapatkan air, salah satunya adalah Kecamatan Ngawen.

“Di Kecamatan Ngawen hanya tersedia beberapa sumur yang hampir seluruhnya kering, tempat penampungan air juga mulai kering tak terisi hingga terlihat kerak yang mulai mengelupas,” ujar Sarah, relawan MRI usai memberikan bantuan air bersih di Kecamatan Ngawen-Gunungkidul, Jumat (5/7).

Sebagai bentuk kepedulian atas bencana kekeringan yang melanda Gunungkidul, tim dari Lembaga Kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersama Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) mengirim sedikitnya 15 ribu liter air bersih untuk didistribusikan kepada warga Desa Jurangjero Ngawen Gunungkidul.

Senyum bahagia bersambut gembira terpancar dari warga Desa Jurangjero yang sudah lama menanti air bersih di desa mereka.

Dengan antusiasme warga Jurangjero berbondong-bondong membawa jerigen untuk diisi air.

“Ya Allah, terima kasih banyak sudah mau memberikan bantuan air bersih, sumber air di desa sudah kering, sumur-sumur juga kering, biasanya hanya bisa ambil air di sumber air kecil yang tempatnya jauh dan kami harus jalan kaki karena jalannya terjal berbatu,” ucap Narno (65) sembari memanggul jerigen besar berisi 25 liter air bersih.

Biasanya warga Jurangjero ketika membeli air dari truk tangki swasta membutuhkan biaya tidak sedikit.

“Rata-rata sekali pengiriman air membutuhkan biaya hingga Rp 350.000 per tangki sehingga tidak semua keluarga mampu membeli air, tidak lain karena faktor ekonomi,” terang Sarah.

Sumber mata air yang jauh juga menjadi faktor harga beli air tangki menjadi mahal, karena jarak dari sumber mata air menuju Desa Jurangjero kurang lebih 15 kilometer.

Selama musim kemarau ACT menargetkan program droping air bersih di Gunungkidul sebanyak 500 tangki atau kurang lebih 2,5 juta liter air bersih. (sol)



Kamis, 04 Jul 2019, 17:14:48 WIB Oleh : Sari Wijaya 392 View
Ini Daftar Sepuluh Desa di Bantul dengan Stunting Tertinggi
Kamis, 04 Jul 2019, 17:14:48 WIB Oleh : Muhammad Zukhronnee Ms 349 View
Lengking Klakson Odhong-odhong Tandai Pembukaan FKY 2019
Kamis, 04 Jul 2019, 17:14:48 WIB Oleh : Redaktur 250 View
Babinsa Dampingi Petani Antisipasi Gagal Panen

Tuliskan Komentar