atas

Dibongkar Praktik Ilegal Obat Herbal, Pelakunya Lulusan SD

Senin, 25 Feb 2019 | 15:50:02 WIB, Dilihat 3332 Kali - Oleh Nanang WH

SHARE


Dibongkar Praktik Ilegal Obat Herbal, Pelakunya Lulusan SD Kapolres Kebumen AKBP Robertho Pardede, menunjukan tersangka dan barang bukti kepada wartawan. (Humas Polres Kebumen)

Baca Juga : Mahasiswa Belajar Teknologi Perbenihan


KORANBERNAS.ID--Satuan Reserse Narkoba Polres Kebumen berhasil membongkar pembuatan dan perdagangan herbal dicampur obat kimia.

Praktek ilegal itu terjadi Perumahan Korpri RT 01 RW 05, Desa Jatimulyo, Kecamatan Alian, Kabupaten Kebumen. Tersangka yang hanya lulusan Sekolah Dasar (SD) ternyata hanya mencampur bubuk temulawak dengan paracetamol.

Penggeledahan dan penyitaan barang bukti di rumah tersangka PSP (44), warga perumahan itu, menurut Kapolres Kebumen AKBP Robertho Pardede, Senin (25/2/2019), dilakukan anggota Satuan Reserse Narkoba pada hari Senin (4/2/2019) siang.

Di rumah tersangka penyidik menyita sejumlah barang bukti, di antaranya 8 karung herbal dengan merek Daun Dewa, 1 karung obat bermerek Inti Mujarab. Herbal dalam kemasan yang disita disebutkan obat asam urat.

Barang bukti, selain herbal yang sudah siap edar, juga disita 2 botol paracetamol 1 botol, 1 botol obat Dexa 05 yang berisi dexametazone. Demikian juga bahan-bahan lain yang digunakan untuk kemasan.

Pengakuan tersangka PSP, ia hanya mencampur bubuk temulawak dengan paracetamol. Dengan takaran hanya berdasarkan kira-kira.

Tersangka mencampur 10 kg bubuk temulawak dengan 0,5 kg bubuk paracetamol. Setelah tercampur rata, tersangka mengemas bubuk herbal dengan dengan 2 jenis kemasan sekali seduh.

“Tersangka diduga sengaja memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi dan alat-alat kesehatan yang tidak memiliki izin edar atau tidak memenuhi standar dan atau persyaratan keamanan, khasiat dan manfaatnya,“ kata Robertho Pardede didampingi Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Kebumen AKP Mardi dan Kasubbag Humas Polres Kebumen AKP Suparno.

Tersangka diduga melanggar Pasal 197 juncto Pasal 106 ayat (1) subsider Pasal 196 Juncto Pasal 98 ayat (2) dan ayat (3) Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan.

Mardi menambahkan, tersangka PSP sudah setahun terakhir ini memproduksi dan memperdagangkan herbal illegal tanpa hak dan keahlian di perumahan itu. Awalnya, tersangka mengontrak. Namun saat dibongkar, tersangka sudah membeli rumah dari hasil perdagangan herbal ilegal. (SM)



Minggu, 24 Feb 2019, 15:50:02 WIB Oleh : Redaktur 253 View
Mahasiswa Belajar Teknologi Perbenihan
Minggu, 24 Feb 2019, 15:50:02 WIB Oleh : Redaktur 329 View
Demak Panen Raya Bersama Polbangtan Yo-Ma
Minggu, 24 Feb 2019, 15:50:02 WIB Oleh : Sari Wijaya 2922 View
Massa Hijau Serang Merah, Motor Dibuang ke Parit

Tuliskan Komentar