atas1

Dekat Bandara Termewah di Indonesia, Hutan Mangrove Ini Makin Strategis

Senin, 06 Mei 2019 | 20:51:05 WIB, Dilihat 4424 Kali - Oleh Rob Sumiarno

SHARE


Dekat Bandara Termewah di Indonesia, Hutan Mangrove Ini Makin Strategis Dekan Fakultas Teknik UCY Ir Erlina MT menyerahkan secara simbolis tanaman mangrove kepada Ketua Paguyuban Mangrove. (istimewa)

Baca Juga : Semua Bertepuk Tangan Saat Pesawat Mendarat


KORANBERNAS.ID – Hutan mangrove yang berada di Kawasan Wisata Pasir Mendit Pasir-Kadilangu Kulonprogo diyakini semakin bernilai strategis, mengingat lokasinya dekat bandara yang disebut-sebut termewah di Indonesia, Yogyakarta International Airport (YIA).

“Lokasi wisata Pasir Mendit-Pasir Kadilangu akan menjadi kawasan strategis bagi penataan pariwisata Pantai Glagah Kulonprogo,” ungkap Apriliana Kiswanto ST, pengelola obyek wisata itu, pekan lalu.

Alumnus Teknik Sipil Universitas Cokroaminoto Yogyakarta (UCY) ini mengakui pada Desember 2018 kawasan ini sempat dihantam gelombang tinggi.

Terjadi abrasi di beberapa pantai termasuk akses menuju hutan mangrove sehingga mengganggu kelancaran pengunjung yang ingin menikmati obyek  wisata tersebut. Abrasi juga sempat merusak beberapa sarana permukiman dan pertanian.

“Kawasan Wisata Pasir Mendit-Pasir Kadilangu Kulonprogo merupakan kombinasi kawasan perikanan dan pengembangan ekowisata,” kata Apriliana.

Destinasi wisata tersebut merupakan hasil inisiasi warga yang  memanfaatkan hutan mangrove serta mengkreasi bangunan dari bambu.

“Wisata alam ini sejak 2016 sebenarnya telah memberikan dampak bagi lingkungan setempat, jumlah pengunjung selalu bertambah,” ungkapnya.

Ekowisata Hutan Mangrove Wanatirta di Dusun Pasir Mendit Desa Jangkaran Kecamatan Temon Kabupaten Kulonprogo ini awalnya dikelola 35 orang, sekarang sudah dikelola oleh pihak desa.

Letaknya tidak terlalu jauh dari Pantai Congot. Jarak tempuhnya kurang lebih satu jam dari Kota Yogyakarta. Sedangkan dari YIA lebih dekat, hanya beberapa menit saja.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan, UCY melakukan pengabdian masyarakat di lokasi tersebut berupa penanaman mangrove di beberapa spot Pasir Mendit-Pasir Kadilangu.

“Sebanyak 150 mangrove ditanam bersama oleh mahasiswa , dosen, warga dan pengelola wisata,” ujar Ir Erlina MT, Dekan Fakultas Teknik UCY.

Jajaran UCY foto bersama usai penanaman mangrove dengan Kepala BNPB, Sekda DIY, Bupati Kulonprogo, dosen UGM dan pengelola wisata. (istimewa)

Menurut dia, penanaman mangrove ini diharapkan bermanfaat bagi alam dan lingkungan serta memberikan rasa aman dan makin menarik wisatawan datang.

Erlina menjelaskan, erosi merupakan pengikisan permukaan tanah oleh aliran air, sedangkan abrasi merupakan pengikisan permukaan tanah akibat empasan ombak laut.

“Hutan mangrove memiliki akar yang efisien melindungi tanah di wilayah pesisir, sehingga dapat menjadi pelindung pengikisan tanah akibat air,” jelasnya.

Kegiatan tersebut didukung Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo. Hadir pula pada acara itu Sekda DIY Gatot Saptadi, Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo serta beberapa dosen UGM.

Kaprodi Teknik Sipil UCY, Ir Nurokhman MT, menyampaikan kegiatan tersebut sebagai kepedulian lingkungan hidup yang dilakukan setiap tahun.

Sebelumnya juga dilakukan bersih pantai dengan cara memunguti sampah sekaligus sebagai wujud edukasi bagi  pengunjung agar menyadari pentingnya menjaga lingkungan bersih dari sampah.

Mengingat konstruksi bangunan termasuk jembatan serta jalan setapak bagi pengunjung berkeliling hutan mangrove terbuat dari bambu, maka pengelola perlu memberikan perhatian.

“Umur bambu terbatas sehingga perlu dilakukan pengawasan cek sambungan, misalnya. Ke depan UCY akan mengecek semua konstruksi bambu ini,” tandasnya. (sol)



Senin, 06 Mei 2019, 20:51:05 WIB Oleh : Rob Sumiarno 9049 View
Semua Bertepuk Tangan Saat Pesawat Mendarat
Minggu, 05 Mei 2019, 20:51:05 WIB Oleh : Prasetiyo 4444 View
Nikmatnya Kuliner ala Desa di Pasar Kampung Duku Purbalingga
Minggu, 05 Mei 2019, 20:51:05 WIB Oleh : Sholihul Hadi 723 View
Kru Bus Wisata Jangan Andalkan Google Maps

Tuliskan Komentar