TNI-stipram

Dana Sudah Keluar, BPSPAM Desa Jeblog Gagal Manfaatkan Luberan Air

Rabu, 07 Nov 2018 | 19:59:57 WIB, Dilihat 90 Kali - Oleh Masal Gurusinga

SHARE


Dana Sudah Keluar, BPSPAM Desa Jeblog Gagal Manfaatkan Luberan Air Sumur bor milik Slamet di Dukuh Ngumbul Desa Jeblog. Sudah 5 bulan ini luberan air dari sumur bor itu terbuang sia-sia. (Massa Gurusinga/koranbernas.id)

Baca Juga : Warga Keluhkan Genangan Air di Bawah Underpass


“Itu kesalahan saya. Waktu itu saya percaya begitu saja pada omongannya tanpa ada bukti hitam di atas putih,” kata Ketua Badan Pengelola dan Penyedia Air Minum (BPSPAM) Desa Jeblog Kecamatan Karanganom Klaten, Sartono kepada koranbernas.id, Rabu (07/11/2018).

Sartono mengemukakan hal itu saat dikonfirmasi terkait langkahnya sebagai pengurus BPSPAM mengeluarkan uang kas BPSPAM Desa Jeblog sebesar Rp15 juta untuk biaya tenaga dan pemasangan pipa (chasing) di sumur bor milik warga bernama Slamet di Dukuh Ngumbul Desa Jeblog sekitar 3 bulan lalu.

Pensiunan Dinas Kehutanan itu menambahkan, pemasangan chasing awalnya dimaksudkan agar tumpahan air dari sumur bor tersebut tidak terbuang sia-sia dan tidak merusak lingkungan sekitar.

Dan sebagian air dari sumur bor itu diharapkan bisa dinikmati warga lewat pengelolaan BPSPAM. Sebab hingga sekarang sumur bor yang terletak di pinggir Jalan Majegan-Jeblog itu belum dimanfaatkan oleh pemilik maupun warga sekitar.

Keputusan mengeluarkan dana Rp 15 juta untuk memasang chasing di sumur bor milik Slamet itu kata dia, sudah melalui pembicaraan seluruh pengurus BPSPAM.

Pemasangan chasing bertujuan agar BPSPAM bisa memanfaatkan sebagian air untuk disalurkan ke rumah-rumah penduduk supaya bisa menambah pendapatan BPSPAM setiap bulan.

Namun kenyataannya setelah chasing dipasang, pemilik sumur bor tidak mau menghibahkan sebagian debit airnya.

Sartono menceritakan Slamet yang tinggal di Kartosuro Sukoharjo membeli tanah di Dukuh Ngumbul Desa Jeblog. Tanah itu sedianya mau dibangunkan tempat usaha rumah makan dan ngebor sumur.

Pada saat di bor kedalaman 40 meter itulah tiba-tiba air menyembur ke atas tanpa henti. Sebab debitnya sangat besar dan meluber ke jalan serta pekarangan warga sekitar.

Melihat debit airnya sangat besar, BPSPAM Desa Jeblog berminat untuk memanfaatkannya dengan memasang pipa (chasing). Namun setelah dipasang ternyata pemilik lahan tidak memperbolehkan, hingga akhirnya menimbulkan kekecewaan pengurus BPSPAM dan warga sekitar.

Karena merasa telah mengeluarkan dana itulah, Sartono berharap agar pemilik sumur mengembalikan uang yang telah dipakai untuk memasang pipa. Sebab jika tidak dipasang dikhawatirkan tanah di sekitar lokasi akan ambles

Beberapa warga merasa kecewa terhadap sikap pemilik sumur bor dan juga kepada pengurus BPSPAM. Warga mengaku heran dengan keputusan pencairan dana. Padahal sumur bor itu milik pribadi dan tidak ada perjanjian apapun dengan BPSPAM.

“Begitu juga kepada pemilik sumur bor. Kalau mau membuka usaha di sini paling tidak ada izin dan persetujuan lingkungan,” imbuh warga yang ditemui di sekitar lokasi sumur bor.(SM)



Rabu, 07 Nov 2018, 19:59:57 WIB Oleh : Nanang WH 185 View
Warga Keluhkan Genangan Air di Bawah Underpass
Rabu, 07 Nov 2018, 19:59:57 WIB Oleh : Nila Jalasutra 110 View
Pemkab Sleman Miliki Kader Pancasila
Rabu, 07 Nov 2018, 19:59:57 WIB Oleh : W Asmani 85 View
Kesenjangan di Kota Yogyakarta Tertinggi se-Indonesia

Tuliskan Komentar