TNI-stipram

Cukup Bayar Rp 5 Ribu Berenang Sepuasnya
Melongok Wisata Air Umbul Pluneng Klaten

Kamis, 01 Nov 2018 | 13:28:02 WIB, Dilihat 322 Kali - Oleh Masal Gurusinga

SHARE


Cukup Bayar Rp 5 Ribu Berenang Sepuasnya Obyek Wisata Umbul Pluneng. Airnya jernih berasal dari sumber mata air yang mengalir sepanjang tahun. (masal gurusinga/koranbernas.id)

Baca Juga : Hoaks Sarumpaet Bagian dari Perilaku Menyimpang Hanum Rais


KORANBERNAS.ID – Wilayah utara Kabupaten Klaten Jawa Tengah yang berbatasan dengan Kabupaten Sleman DIY sudah lama dikenal memiliki sumber daya air melimpah, jernih dan mengalir sepanjang tahun.

Tidak heran di daerah ini terdapat banyak obyek wisata air, salah satunya adalah Umbul Pluneng di Desa Pluneng Kecamatan Kebonarum, sekaligus menjadi obyek wisata air unggulan kabupaten itu.

Disebut obyek wisata unggulan karena airnya berasal dari sumber mata air lereng Gunung Merapi dan jumlah pengunjung pun terus meningkat.

Sejak awal 2018, pengelolaan Umbul Pluneng diserahkan Pemerintah Desa Pluneng kepada BUMDes Tirta Sejahtera. Sebelumnya, pengelolaan Umbul Pluneng dilakukan oleh pihak lain dengan sistem kontrak yang setiap tahun diperbarui.

"Kami mulai mengelola umbul ini sejak awal 2018. Alhamdulillah omzet kami terus meningkat," kata Mujiono,  Manajer Obyek Wisata BUMDes Tirta Sejahtera Desa Pluneng, pekan lalu.

Keramaian pengunjung terjadi pada hari libur seperti hari Minggu atau tradisi padusan saat menyambut bulan suci Ramadan.

Dengan harga tiket masuk hanya Rp 5.000 per orang pengunjung bisa berenang sepuasnya di kolam renang yang mulai dibuka pukul 04:00 hingga 18:00.

Jika pengunjung datang secara rombongan pengelola memberikan keringanan harga tiket masuk menjadi Rp 4.000 per orang. Selain itu, Umbul Pluneng juga rutin dijadikan tempat latihan renang oleh anggota kepolisian dan TNI dari Yogyakarta.

Mujiono, Manajer Obyek Wisata BUMDes Tirta Sejahtera Desa Pluneng. (masal gurusinga/koranbernas.id)

Selain kolam renang berkedalaman dua meter untuk orang dewasa dan 80 sentimeter untuk anak-anak, obyek wisata itu juga dilengkapi fasilitas persewaan loker, kamar ganti, mushala dan toilet. Sedangkan jajanan dan kuliner dikelola secara pribadi oleh warga di sekitar umbul.

Melihat kondisi umbul yang sangat potensial dijadikan obyek wisata yang lebih maju dan berkembang, Pemdes Pluneng mengajukan permohonan anggaran pengembangan obyek wisata Umbul Pluneng ke Pemkab Klaten.

Menurut Mujiono, permohonan itu telah ditanggapi dan pada 2019 dilakukan pengembangan. "Tahun 2019 dikembangkan ke arah selatan tepatnya lapangan sebelah umbul. Akan dibangun taman, tempat terapi ikan, tempat suvenir, arena bermain dan parkir," ujarnya.

Anggaran yang akan dikucurkan Pemkab Klaten untuk pengembangan obyek wisata Umbul Pluneng lebih kurang Rp 2 miliar.

Salah seorang pengunjung, Siswanto warga Gemampir Kecamatan Karangnongko Klaten mengaku rutin berenang di Umbul Pluneng untuk berolahraga.

"Kalau pekerjaan sudah selesai, saya ke sini untuk berenang biar sehat," papar tenaga honorer di salah satu dinas lingkungan Pemkab Klaten itu.

Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan dan Olahraga Klaten, Drs Pantoro, menyatakan benar adanya rencana pengembangan obyek wisata Umbul Pluneng. (sol)



Kamis, 01 Nov 2018, 13:28:02 WIB Oleh : W Asmani 137 View
Hoaks Sarumpaet Bagian dari Perilaku Menyimpang Hanum Rais
Rabu, 31 Okt 2018, 13:28:02 WIB Oleh : Endri Yarsana 40 View
Jadi Guru Itu Harus Ikhlas
Selasa, 30 Okt 2018, 13:28:02 WIB Oleh : Nila Jalasutra 80 View
Desa Sumberagung Jadi Sentra Anyaman Bambu

Tuliskan Komentar