atas

Contohlah Jack Ma, Bukan Ma Jack

Senin, 03 Sep 2018 | 19:13:42 WIB, Dilihat 344 Kali - Oleh Yvesta Putu Sastrosoendjojo

SHARE


Contohlah Jack Ma, Bukan Ma Jack Ketua PWM DIY, Gita Danu Pranata bersama Kepala SMA Muha Yogyakarta Drs Slamet Purwo dan ketua panitia Milad ke-68, Dra Rohmatunnazilah MHum membuka rangkaian milad di sekolah setempat, Senin (03/09/2018). (yvesta putu sastrosoendjojo/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID -- Perkembangan teknologi yang melesat cepat saat ini membutuhkan mental pejuang laiknya Jack Ma, Chairman Eksekutif dari Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok. Kegigihannya dalam memanfaatkan teknologi secara maksimal menjadikannya salah satu orang paling kaya di dunia. 

"Contohlah jack ma yang punya mental juang dalam mengembangkan kapasitas dirinya dengan dibantu teknologi, bukan sebaliknya jadi bukan ma jack," kelakar Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Muhammadiyah DIY, Gita Danu Pranata di sela pembukaan rangkaian Milad SMA Muhammadiyah 2 (Muha) Yogyakarta ke-68 di sekolah setempat, Senin (03/09/2018) dengan tema "Win Together".

Menurut dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) tersebut, laiknya Jack Ma yang baru saja datang ke Indonesia, teknologi informasi mesti mampu menjadikan generasi muda meningkatkan kapasitas diri mereka, bukan sebaliknya malah merusak karena digunakan secara salah.

Karenanya institusi pendidikan perlu menggarap pola penalaran dan mengubah mental peserta didiknya menjadi generasi milenial yang mampu mengejar perkembangan standar teknologi yang semakin tinggi. Melalui internalisasi dan kulturisasi yang dilakukan institusi pendidikan, diharapkan maka peserta didik dapat melalui lompatan teknologi.

"Tinggal bagaimana kemauan dalam mengubah mental siswa," tandasnya.

Sementara Kepala SMA Muha Yogyakarta, Drs Slamet Purwa mengungkapkan, tiap siswa memiliki kelebihan masing-masing. Untuk itu sekolah memfasilitasi dan melayani anak-anak sebaik-baiknya sesuai potensi dan bakatnya agar menjadi pemenang secara bersama-sama.

"Kerjasama antarbidang seperti guru, karyawan, siswa dan manajemen sekolah dilakukan untuk melihat potensi anak dan mengembangkannya secara maksimal," jelasnya.

Terkait kegiatan Milad tahun ini, lanjut Slamet sejumlah acara digelar. Sebagai sekolah berpredikat Adiwiyata di tingkat Kota Yogyakarta, SMA Muha menggelar panggung pertunjukan dan pentas seni kreatif dengan tajuk 'The Milennial Age Care the Earth", pawai kreatif dan aksi peduli lingkungan serta bakti sosial pada awal Oktober mendatang. Tak ketinggalan penetapan Komunitas Pecinta Lingkungan sebagai Esktrakurikuler Mandiri.

Sekolah juga menyelenggarakan berbagai lomba generasi milenial se-Jawa. Yakni Lomba Teknologi Kreatif, Bidang Akademik, Kreativitas Seni, Kerajinan dan Olahraga serta Keagamaan seperti Lomba Vloger, Hidzil, Tilawatil, Adzan, Kaligrafi, Olimpiade Sains, dan Robotik.

"Lomba digelar mulai 3 September hingga 2 Oktober yang dapat diikuti siswa se-Jawa," imbuh Waka Humas SMA Muha Yogyakarta sekaligus ketua panitia Milad ke-68, Dra Rohmatunnazilah MHum.(yve)



Tuliskan Komentar