atas1

Cerita Nostalgia Dokter Gigi Tolong Sapi Beranak

Minggu, 26 Jan 2020 | 22:21:27 WIB, Dilihat 227 Kali
Penulis : Arie Giyarto
Redaktur

SHARE


Cerita Nostalgia Dokter Gigi Tolong Sapi Beranak Drh H Sugiyono (batik cokelat) dan Drg H Ircham Machfoedz (batik biru di sebelahnya) bersama beberapa anggota paguyuban. (istimewa)

Baca Juga : Ada Badut Vampir Bagikan Angpao


KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA -- Ada pepatah lama sangat terkenal. Tidak ada rotan akar pun jadi. Pepatah itu sepertinya tepat diterapkan pada kisah nostalgia, ketika seorang dokter gigi menjadi “dukun” dan menolong sapi beranak.

Cerita ini terungkap saat pertemuan paguyuban eks Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang pernah ditugaskan di Merauke Irian Barat (kini Papua), Sabtu (25/1/2020), di rumah Ny Jufri kawasan Tirtasani Residence Jalan Godean Km 2 Sleman.

Peristiwanya terjadi era 1970-an. Waktu itu di Merauke akan berlangsung upacara hari Pertasigana atau Peringatan Hari Pertanian, Koperasi, Transmigrasi dan Keluarga Berencana.

Pada era Orde Baru peringatannya diintegrasikan karena waktunya berdekatan. Selain hemat biaya, juga hemat waktu dan tenaga.

“Malam sebelumnya ada peternak lapor bupati, sapinya (yang akan diikutkan pada upacara) ada yang akan beranak. Tetapi anaknya sudah mati di dalam,” kata Drh Sugiyono menceritakan kembali peristiwa itu.

Dia pun dihubungi. Karena hari sudah terlalu malam, pukul 23:00 dia memutuskan akan menanganinya pagi harinya sebelum upacara berlangsung.

Pagi-pagi dia mengajak Drg Ircham Machfoedz ke lapangan berboncengan sepeda motor. Sugiyono segera mengecek kondisi anak sapi dengan memasukkan tangannya ke dalam alat kelamin induk sapi.

Ternyata benar pedhet atau anak sapi itu sudah mati. Bagi seorang dokter hewan bukan sesuatu yang luar biasa. Posisi kepala memang sudah pada jalan keluar. Tetapi kakinya njingkrung sehingga sulit ditarik.

“Saya minta bantuan orang lain, yang ada dokter gigi. Ya mau apa lagi karena waktu itu sumber daya manusia di sana masih terbatas,” kata Sugiyono.

Dengan tangan di dalam rahim sapi dia berusaha meluruskan kaki pedhet. Setelah berhasil, Drg Ircham diminta menariknya.

Alhamdulillah bangkai pedhet itu akhirnya bisa dikeluarkan berkat bantuan seorang dokter gigi. Padahal anak sapi itu tidak punya masalah dengan giginya karena memang belum punya gigi. (sol)



Minggu, 26 Jan 2020, 22:21:27 WIB Oleh : Sholihul Hadi 139 View
Ada Badut Vampir Bagikan Angpao
Minggu, 26 Jan 2020, 22:21:27 WIB Oleh : Sholihul Hadi 225 View
Tripatra Dukung Penanggulangan Stunting
Minggu, 26 Jan 2020, 22:21:27 WIB Oleh : Sholihul Hadi 230 View
Tak Perlu Takut Konsumsi Daging Sapi Gunungkidul

Tuliskan Komentar