TNI-stipram

Cerita di Balik Kampung Anggur Plumbungan Bantul
Awalnya Ditertawakan Sinis Kini Ratusan Orang Berkunjung Setiap Hari

Selasa, 06 Nov 2018 | 16:36:22 WIB, Dilihat 2405 Kali - Oleh Arie Giyarto

SHARE


Cerita di Balik Kampung Anggur Plumbungan Bantul Rio Aditya di bawah para-para tempat buah anggur bergelantungan. (istimewa)

Baca Juga : Anak-anak Ibarat Kaca Jangan Sampai Pecah


KORANBERNAS.ID—Pernah ke Kampung Anggur Dusun Plumbungan Desa Sumbermulyo Kecamatan Bambanglipuro Kabupaten Bantul? Kalau sekarang kita melihat anggur merah ber-dompol-dompol bergelantungan di para-para atau anjang-anjang kokoh dari alumunium, itu tidak lepas dari peran seorang anak muda bernama Rio Aditya.

Awalnya tidak cuma dilecehkan, dicemooh dan ditertawakan sinis oleh tetangga, mereka menyangsikan anggur tak akan bisa tumbuh apalagi berbuah di sini. "Tetapi hal itu tidak menyurutkan semangat saya untuk menunjukkan bahwa tanaman anggur bisa hidup dan berbuah. Karena saya sudah banyak mempelajarinya," kata Rio saat ditemui di rumahnya, Plumbungan RT 04 Sumbermulyo Bantul, Minggu (04/11/2018).

Halaman rumahnya yang tidak begitu luas untuk ukuran rumah di pedesaan namun dipenuhi tanaman anggur merah varietas Ninel asal Ukraina.

Ratusan orang setiap hari datang silih berganti. Bukan hanya dengan sepeda motor, mobil-mobil pribadi, tetapi juga bus. "Bahkan sejak jam 05:00 pagi tadi sudah banyak yang datang. Mereka terdiri para pesepeda dari berbagai komunitas," kata Putri, istri Rio.

Untuk bisa mencapai seperti ini dia butuh waktu delapan tahun dengan berganti-ganti varietas. Meski pohon pertama yang ditanam sudah berbuah, tapi warga setempat masih enggan mengikuti jejaknya. Di antara alasannya, bibitnya mahal dan rumit merawatnya.

"Memang harga bibitnya mahal. Tapi soal merawat bisa dipelajari seperti kita menanam pohon lainnya. Kuncinya pada penyiraman dan pemupukan sesuai kebutuhan," kata Rio, yang juga guru honorer BK di salah satu SMK ini.

Pupuknya hanya NPK, yang masih kecil dua minggu sekali setengah sendok teh dicairkan kemudian disiramkan di media tanam. Pupuk kandang diberikan enam bulan sekali. Anggur butuh mandi matahari sepanjang hari.

Upaya untuk mengembangkan anggur ini juga dipicu oleh honor bulanan sebagai guru BK hanya Rp 500.000. Pasti tidak mencukupi kebutuhan keluarga dengan dua anak. Tak hanya untuk makan, tetapi biaya pendidikan kelak kalau sudah dewasa, biaya kesehatan yang mahal dan banyak kebutuhan lainnya.

Seiring dengan perjalanan waktu dan kegigihan usahanya, akhirnya masyarakat setempat mulai banyak yang tertarik. Untuk memenuhi kebutuhan bibit (yang juga bisa dijual dengan harga mahal), sejumlah warga diajak mengikuti pelatihan teknik sambung pucuk.

Biayanya pinjam dari kas PKK. Ada 100 bibit untuk sambung pucuk disiapkan oleh Rio. Dan setelah jadi, warga menebusnya pada pengurus PKK.

"Itu pun masih dicurigai saya mengambil untung. Padahal sama sekali tidak. Saya hanya ingin masyarakat Plumbungan bisa maju bersama secara ekonomis karena anggur punya nilai jual tinggi dibanding hasil pertanian konvensional. Apalagi anggur bisa berbuah sepanjang tahun," katanya sambil tersenyum.

Rio Aditya dan Putri bersama keluarga mertua di Sanden Bantul tersenyum lebar menyambut munculnya dompolan anggur di halaman rumah. (istimewa)

Saat ini sudah ada 70 kepala keluarga (KK) mengikuti jejaknya budi daya anggur, terutama setelah melihat hasilnya, Rio bisa panen setiap hari minimal satu kilogram. Harganya? Rp 100.000 per kg petik di tempat.

Fantastis sekali kan? Jauh lebih mahal dibanding di toko atau kios buah. Bahkan pernah ketika panen raya ada sekitar satu kuintal anggur ludes dalam sehari. Belum lagi hasil penjualan bibit yang harganya juga fantastis. Minimal Rp 125.000 per stek dengan daun sekitar lima lembar.

Minggu (04/11/2018) itu banyak sekali pengunjung yang kecewa. Bibit kosong dan harus inden minimal tiga bulan. Mau beli anggur juga tidak ada. "Yang masih pada menggantung itu disiapkan bagi mereka yang ingin ambil foto gratis. Daripada saya jual satu dua orang senang tapi puluhan  orang kecewa tidak bisa mengambil foto anggur," katanya beralasan.

Anggur varietas Ninel dari Ukraina yang tumbuh di halaman rumah Rio Aditya di Plumbungan Bantul. (istimewa)

Dari 70 KK tersebut sebagian kecil tanaman sudah mulai berbuah. Rio merasa berhasil membuktikan bahwa anggur bisa berbuah di wilayah dengan dua musim, panas dan hujan. Dulu ada pemahaman keliru anggur hanya bisa hidup di negara-negara empat musim.

Menurut dia, hal itu memang sengaja disebarkan sebagai sebuah pembodohan. Di sana anggur justru hanya berbuah sekali setahun pada musim panas. Sedang di sini matahari ada sepanjang tahun. Rio dibantu adiknya sebagai guide bagi pengunjung. Dia bisa menggaji lebih besar dari honornya sebagai guru BK.

Rio punya obsesi bisa maju dan sejahtera bersama. Bukan sekadar tanaman anggur dengan lahan-lahan sebatas halaman rumah masing-masing. Konsepnya bikin kebun anggur dengan lahan luas.

Sebagai destinasi agro wisata akan bermunculan warung-warung minum dan makan. Pengelolaan parkir bisa dikoordinir oleh pedusunan. Juga akan muncul aneka olahan dari anggur. Daun anggur enak diolah menjadi keripik.

Sedang daun muda enak diolah menjadi buntil. Sudah dicoba selai anggur tetapi harganya masih jauh lebih mahal dibanding produk pabrikan di toko-toko. Rio masih mencari teknologinya agar bisa mengolah dengan harga murah tapi berkualitas bagus.

Dia juga punya obsesi ibu-ibu bisa berperan dalam olah hasil pertanian. Sedang anak-anak muda yang belum bekerja bisa menjadi guide bagi pengunjung atau sektor lainnya. Akan ada kelas pelatihan terprogram. Diharapkan pada 2019 secara bertahap bisa terlaksana.

Dengan demikian kesejahteraan akan dirasakan oleh masyarakat secara luas. Bagi Rio, ilmu tidak hanya untuk dirinya. Semakin banyak orang menanam anggur maka lebih banyak orang menikmati hasilnya. Meskipun mengacu pada hukum supplay and demand, ketika produksi melimpah harga pun akan turun.

Anggur berbuah lebat tak hanya di Plumbungan. Rio juga mengembangkan di Sanden Bantul. Di halaman rumah mertuanya ini anggur juga berbuah sangat menggiurkan. Kuncinya hanya satu, kemauan dan ketekunan.

Anda tertarik untuk budi daya anggur? Bisa dicoba dengan berbagai catatan di atas. Semoga anggur pun akan muncul menggemaskan di halaman rumah Anda. (sol)



Selasa, 06 Nov 2018, 16:36:22 WIB Oleh : W Asmani 72 View
Anak-anak Ibarat Kaca Jangan Sampai Pecah
Selasa, 06 Nov 2018, 16:36:22 WIB Oleh : Sholihul Hadi 112 View
Gaya Ceramah Dai Muda Ini Memukau Para Siswa
Senin, 05 Nov 2018, 16:36:22 WIB Oleh : Sholihul Hadi 124 View
Semoga Pemilu Tidak Menyusahkan Banyak Orang

Tuliskan Komentar