atas1

Catat, Rokok Elektrik Itu Lebih Berbahaya

Sabtu, 23 Mar 2019 | 00:05:06 WIB, Dilihat 666 Kali - Oleh Yvesta Putu Sastrosoendjojo

SHARE


Catat, Rokok Elektrik Itu Lebih Berbahaya Paparan “Rokok Elektrik di Kalangan Remaja” di Hotel Forriz, Jumat (22/3/2019).(yvesta putu sastrosoendjojo/koranbernas.id)

Baca Juga : Kasrem 071 Wijayakusuma Pantau TMMD Pemalang


KORANBERNAS.ID -- Rokok elektronik atau elektrik beredar sejak beberapa tahun terakhir dan menjadi booming saat ini. Bahkan banyak perokok aktif yang beralih dari merokok tembakau ke rokok elektronik dengan alasan lebih sehat atau modern.

Hingga saat ini, berdasarkan publikasi Badan Kesehatan Dunia WHO, rokok elektrik sejak 2014 lalu secara global sudah mencapai 466 varian dan menghabiskan aset dana mencapai 3 Miliar US$. Peredarannya pun sudah menyebar luas ke semua negara berkembang dan banyak dikonsumsi anak dan remaja.

Di Indonesia, maraknya rokok elektrik diindikasikan dengan menjamurnya seller atau penjual produk ini, baik offline maupun online. Rokok jenis ini mudah ditemukan dan dijual bebas, terutama di kedai-kedai vape atau melalui penjualan online yang dapat diakses semua kalangan, termasuk anak dan remaja.

Namun sadarkah anda kalau ternyata rokok elektrik lebih berbahaya dari rokok konvensional. Sebab salah satu kandungan liquid rokok elektrik adalah Nikotin (C10H14N2) yang merupakan senyawa yang bersifat toksik.

"Sifat toksik pada nikotin sangat kuat dan kompleks. Mual dan muntah adalah gejala yang paling umum dari keracunan nikotin akut. Dosis yang berlebihan akan menyebabkan tremor, diikuti oleh kejang. Paralysis dan kolaps pembuluh darah adalah ciri yang menonjol dari keracunan nikotin akut," papar Roosita Meilani Dewi, Dosen Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan dalam paparan “Rokok Elektrik di Kalangan Remaja” di Hotel Forriz, Jumat (22/3/2019).

Menurutnya, seringkali kematian disebabkan oleh respiratory paralysis, yang mungkin terjadi segera setelah gejala pertama keracunan nikotin akut. Tidak ada dosis minimum nikotin yang dapat ditoleransi manusia. Over dosis nikotin akan menyebabkan depresi dan kelumpuhan sistem saraf pusat.

"Nikotin telah terbukti memiliki efek buruk pada proses reproduksi, berat badan janin dan gangguaan kesehatan lainnya," tandasnya.

Sementara Dianita Sugiyo SKep Ns MHID, Dosen Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mengunkapkan, rokok dalam bentuk apapun dikategorikan sebagai zat adiktif yang efeknya merugikan kesehatan.

Dengan demikian baik rokok konvensional maupun rokok elektronik, keduanya memiliki kandungan yang dapat merugikan kesehatan karena keduanya mengandung zat berbahaya yang apabila dikonsumsi dalam jangka waktu yang lama dan gradual akan terakumulasi dalam tubuh dan dapat berakibat fatal untuk kesehatan.

"Rokok elektronik mengandung zat adiktif dan zat tambahan yang bersifat karsinogenik yang dapat memicu atau mengakibatkan masalah kesehatan yang terdapat pada cairan e-liquid dan aerosol atau uap hasil pemanasan," tandas peneliti Muhammadiyah Tobacco Control Center (MTCC) UMY itu.(yve)



Jumat, 22 Mar 2019, 00:05:06 WIB Oleh : Redaktur 372 View
Kasrem 071 Wijayakusuma Pantau TMMD Pemalang
Jumat, 22 Mar 2019, 00:05:06 WIB Oleh : Sholihul Hadi 1487 View
Dalang Kondang Ki Seno Nugroho Siap Gebrak DPRD DIY
Jumat, 22 Mar 2019, 00:05:06 WIB Oleh : W Asmani 1653 View
Dua Tanggul Jebol Akibat Hujan Deras

Tuliskan Komentar