cantolan-sodaqoh-cara-unik-berbagi-di-tengah-pandemiCantolan Shodaqoh di Masjid Al Falah, Dusun Wiyoro Lor, Desa Baturetno, Kecamatan Banguntapan, Bantul. Siapa saja boleh mengisi, dan siapa saja boleh mengambil seperti terlihat pada Rabu (13/5/2020). (sari wijaya/koranbernas.id)


sri-wijaya

Cantolan Sodaqoh, Cara Unik Berbagi di Tengah Pandemi

SHARE

KORANBERNAS.ID, BANTUL -- Wajah mbah Tukilah (60), warga Dusun Wiyoro Lor, Desa Baturetno, Kecamatan Banguntapan, Bantul, sumringah saat memilih aneka sayur yang dicantolkan di Cantolan  Sodaqoh depan Masjid Al Falah. Akhirnya dia mengambil satu bungkus kecambah dan satu bungkus jipang (labu siam, red) untuk dibawa pulang.

Niki jipange mangke bade kulo sayur. Menawi cambah kagem damel bakwan (jipangnya mau saya sayur. Kalau cambah mau saya buat bakwan, red),” kata Mbah Tukilah kepada koranbernas.id yang mendatangi Cantolan Shodaqoh, Rabu (13/8/2020) siang.


Baca Lainnya :

Mbah Tukilah mengaku sangat terbantu dengan adanya Cantolan Shodaqoh. Ia dan juga orang lainnya bisa mengambil kebutuhan sehari-hari untuk keluarganya.

“Saya kerja membuat kue sagon. Tetapi karena Corona, sekarang libur. Tidak kerja, mboten onten arto,” katanya. Sementara suaminya bekerja sebagai tukang bangunan dan saat ini  juga jarang ada pekerjaan.


Baca Lainnya :

Ketua Takmir Masjid, Darsono, mengatakan kegiatan Cantolan Shodaqoh sudah dilakukan sejak tiga  hari lalu. Semangatnya adalah bagaimana saling membantu antar-warga di Dusun Wiyoro Lor.  Siapapun boleh nyantholke (mencantelkan, red) barang, dan siapapun boleh mengambilnya. Ada aneka sayuran, cabe, kerupuk matang, kerupuk mentah dan aneka  lauk pauk.

“Saat ini kondisi masyarakat sedang terdampak Corona sehingga banyak yang tidak bekerja. Maka kami berinisiatif dengan teman-tema takmir memberi bantuan sembako yang dananya dihimpun dari masyarakat. Hampir 200 paket dan sudah kita berikan 2 kali. Dan tiga hari terakhir kemudian ada ide untuk membuat Cantolan Shodaqoh,” kata Darsono.

Maka, setiap pagi dan sore di tempat itu warga bisa bershodaqoh  dengan mencantolkan bahan yang akan dimasak saat pagi dan saat sore diupayakan siap makan. Misalnya, lauk pauk, kolak, gorengan, dawet dan semacamya, sehingga membantu mereka yang membutuhkan untuk berbuka puasa.

“Kegiatan ini juga sudah berkembang di masjid satunya di dusun kami, sejak dua hari lalu membuat Cantolan Shodaqoh,” katanya.

Lurah Baturetno, H Sarjaka, menambahkan kegiatan tersebut adalah wujud kepedulian terhadap sesama. Semua murni inisiatif warga.

“Ini sangat bagus dan tentu bisa dituru di daerah lain. Ini sangat bermanfaat karena bisa membantu mereka yang membutuhkan atau yang sekarang pas terdampak Corona. Jadi kalau mau masak, bisa ambil di sini,” katanya.

Camat Banguntapan, Drs Fauzan Mu’arifin, juga mengapresiasi semangat berbagi dari warga Dusun Wiyoro Lor di tengah pandemi yang melanda negeri ini. Menurutnya, ini  bisa menjadi contoh bagi daerah lain.

“Semangat berbagi harus terus kita pupuk sehingga kita bersama-sama menghadapi wabah,” katanya. (eru)



SHARE

BERITA TERKAIT

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini