calon-peserta-didik-kebingunganIlustrasi PPDB online. (istimewa)


masal-gurusinga-2

Calon Peserta Didik Kebingungan

SHARE

KORANBERNAS.ID, KLATEN -- Sejumlah calon peserta didik baru di Kabupaten Klaten yang mendaftar online di SMA Negeri yang diinginkan merasa kebingungan.

Ini terjadi karena hingga Selasa (30/6/2020) petang pengumuman hasil PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) tidak juga ada. Berdasarkan jadwal, pengumuman hasil PPDB SMA dilaksanakan hari itu juga.


Baca Lainnya :

Tidak adanya kepastian pengumuman hasil PPDB semakin memunculkan spekulasi calon peserta didik, orang tua dan wali murid. Mereka harap-harap cemas jika namanya masih berpeluang tercoret dari daftar.

“Jelas khawatir. Jangan-jangan nama anak saya masih bisa tercoret. Padahal dari jam 8 pagi sampai habis magrib di cek dan belum ada pngumumannya," ujar Suyanto, orang tua calon peserta didik yang mendaftar di SMA Negeri 1 Klaten.


Baca Lainnya :

Senada dikemukakan Agus, orang tua murid yang mendaftar di SMA Negeri 3 Klaten. Ketidakpastian pengumuman hasil PPDB SMA semakin membuat dirinya bingung, demikian pula sang anak.

Sesuai jadwal pengumuman hasil PPDB dilaksanakan Selasa dan dilanjutkan pendaftaran ulang 1-3 Juli 2020. "Ini sudah malam tapi belum juga ada pengumuman. Katanya disuruh cek terus sampai pukul 23:59. Besok sudah daftar ulang dan harus membawa berkas persyaratan," jelasnya.

Kebingungan juga dialami Ratri Adha Iswari, calon peserta didik yang mendaftar di SMA Negeri 1 Wedi. Pada 18 Juni silam dirinya mendaftar online di SMA Negeri 1 Wedi lewat jalur zonasi.

Dengan nomor pendaftaran 48310321690108 dia berada pada nomor urut 10 saat mendaftar melalui jalur zonasi karena jarak sekolah dengan desa tempatnya tinggal sangat dekat dan berada satu zona.

Namun pada Sabtu (27/6/2020) sekitar pukul 19:00 namanya terhapus dari daftar. Kejadian ini membuatnya bingung dan meminta penjelasan ke pihak sekolah. Saat PPDB akan diumumkan ternyata tidak kunjung ada pengumuman.

"Belum ada hasil juga, Pak. Kalau tetap seperti ini (nama terhapus) terpaksa saya pindah," ucap lulusan SMP Negeri 2 Wedi itu. (sol)



SHARE

BERITA TERKAIT

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini