atas1

Bupati: Saya Wong Tuwane Bantul

Jumat, 22 Mei 2020 | 17:44:13 WIB, Dilihat 442 Kali
Penulis : Sari Wijaya
Redaktur

SHARE


Bupati: Saya Wong Tuwane Bantul Bupati Bantul Drs H Suharsono didampingi Ketua TP PKK, Erna Suharsono, menyerahkan BST APBD DIY di Balai Desa Singosaren, Kecamatan Banguntapan, Jumat (22/5/2020). (sari wijaya/koranbernas.id)

Baca Juga : Tiga Pasien Positif Covid-19 di Klaten Dinyatakan Sembuh


KORANBERNAS.ID, BANTUL -- Bupati Bantul, Drs H Suharsono, secara simbolis menyerahkan Bantuan Sosial Tunai (BST) bersumber dari APBD DIY  atau disebut top up di Balai Desa Singosaren, Kecamatan Banguntapan, Jumat (22/5/2020). Penyerahan didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Bantul, Erna Suharsono, Camat Banguntapan Drs Fauzan Mu’arifin dan jajaran Pemerintah Desa Singosaren dan Desa  Jagalan.

Adapun besaran BST APBD DIY adalah Rp 400.000 dan diberikan selama tiga bulan yakni April, Mei  dan Juni 2020. “Untuk pembagian di tempat ini  diperuntukkan bagi dua desa dengan 200 orang penerima,” kata Camat Fauzan.

Pada acara tersebut diberlakukan protokol Covid-19 seperti cuci tangan pakai sabun saat akan memasuki tempat pembagian BST, physical distancing dimana panitia terlihat meletakkan kursi satu dengan lainnya dengan  jarak lebih dari 1 meter dan semua mengenakan masker.

Bupati Bantul mengatakan, tanggung jawab pemerintah daerah berusaha mencari bantuan ketika ada kesulitan yang dialami masyarakat. "Saya wong tuwane Bantul. Jadi saat ada kesulitan, saya dan pemerintah daerah selalu berusaha untuk mencari solusi dan mengatasi. Berapapun yang saat ini bapak dan ibu terima, harus disyukuri," katanya.

Bupati berharap virus Corona segera menjauh sehingga semua bisa berjalan normal. Baik yang bekerja, berjualan, bersekolah dan kegiatan yang lain.

"Maka  agar virus ini segera berlalu, kita harus taat pada anjuran pemerintah dengan melaksanakan protokol Covid-19,” katanya.

Sementara Didik Warsito, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bantul, mengatakan penerima program BST APBD DIY  atau disebut top up sebanyak 41.000 Kepala Keluarga (KK). “Semula terdata 45.000 KK kemudian Dinsos melakukan cek ricek, misal siapa yang meninggal atau bantuan dobel, lalu kita cleansing sehingga menjadi 41.000 KK,” katanya.

Mereka yang mendapat adalah penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dengan nilai dibawah 600.000. Sehingga oleh Gubernur ditambah atau di top up  Rp 400.000. 

“Misalnya saja yang kemarin mendapat sembako perluasan dan sembako reguler yang masing-masing Rp 200.000 tiap bulanya. Kemudian ditambah bantuan ini,” katanya. (eru)



Jumat, 22 Mei 2020, 17:44:13 WIB Oleh : Masal Gurusinga 218 View
Tiga Pasien Positif Covid-19 di Klaten Dinyatakan Sembuh
Kamis, 21 Mei 2020, 17:44:13 WIB Oleh : Sholihul Hadi 230 View
Malioboro Masih Lengang, Anak-anak Muda Bagikan Menu Buka Puasa
Kamis, 21 Mei 2020, 17:44:13 WIB Oleh : Redaktur 1269 View
Kesehatanku Hari Ini

Tuliskan Komentar