atas1

Bulus Raksasa Sempat Dijual

Kamis, 07 Feb 2019 | 21:21:46 WIB, Dilihat 1275 Kali - Oleh Sholihul Hadi

SHARE


Bulus Raksasa Sempat Dijual Tiga orang karyawan GL Zoo Yogyakarta saat menggotong bulus raksasa. (istimewa)

Baca Juga : Bank Diminta Biayai Sebanyak Mungkin UKM


KORANBERNAS.ID -- Bulus raksasa atau labi-labi bintang temuan warga  di Sleman yang kini dititiprawatkan di Gembira Loka Zoo (GL Zoo) Yogyakarta, nantinya oleh pihak GL Zoo akan didisplai untuk  pengunjung.

“Sekarang labi-labi bintang tersebut masih dikarantina, diobati supaya luka-lukanya tidak infeksi. Labi-labi yang dititipkan di sini itu kami beri pakan ikan kecil-kecil,” kata Berta Alvianto, salah seorang dokter hewan GL Zoo, Kamis (7/2/2019).

Seperti diberitakan, bulus raksasa ukuran 100 cm x  54 cm dan mungkin terbesar di Jogja itu, ditemukan warga di Sungai Sempor Dusun Manyaran Kelurahan Triharjo Sleman pada 31 Januari silam.

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Yogyakarta pada Rabu (6/2/2019) membawa satwa tersebut ke GL Zoo, sebagai lembaga konservasi.

Petugas mengamati kondisi bulus raksasa di bak air. Satwa dilindungi ini masih dikarantina. (istimewa)

Menurut drh Berta, labi-labi (Chitra-chitra) yang merupakan  satwa langka dilindungi undang-undang itu selain banyak hidup di air, terkadang juga muncul di tanah berpasir. “Hewan ini lebih suka sembunyi di air,” katanya.

Rury Eprilurahman dari Laboratorium Sistematika Hewan Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) mengungkapkan, sebelum diserahkan ke petugas Balai KSDA Yogyakarta, labi-labi terbesar temuan di Yogyakarta itu sempat dijual.

Beruntung, ada anggota komunitas mancing mania merasa peduli kemudian mencoba menyelamatkannya.

“Komunitas mancing mania berupaya nebus dengan menggalang donasi antarpemancing, untuk nantinya labi-labi bintang akan dikembalikan ke alam asalnya (sungai-red),” kata Rury saat menyertai penyerahan bulus ukuran besar itu di GL Zoo.

Dia khawatir kalau sampai bulus temuan yang diperkirakan berumur  50 tahun itu tidak berhasil diselamatkan Balai KSDA, maka hewan sangat langka itu cuma “habis” di wajan atau ditongseng untuk dikonsumsi warga. (sol)



Kamis, 07 Feb 2019, 21:21:46 WIB Oleh : Nila Jalasutra 384 View
Bank Diminta Biayai Sebanyak Mungkin UKM
Kamis, 07 Feb 2019, 21:21:46 WIB Oleh : Nila Jalasutra 313 View
Pengusaha Mebel Incar Pasar Lokal
Kamis, 07 Feb 2019, 21:21:46 WIB Oleh : Endri Yarsana 783 View
DPRD Temanggung Sahkan Tiga Perda

Tuliskan Komentar