atas

Buku Cerita Rakyat Ini Bersumber dari Kitab Jawa Kuno

Kamis, 11 Okt 2018 | 21:37:17 WIB, Dilihat 250 Kali - Oleh Nila Jalasutra

SHARE


Buku Cerita Rakyat Ini Bersumber dari Kitab Jawa Kuno Kabid Sarana dan Prasarana Disbud Sleman, Wasita, menyerahkan buku cerita rakyat kepada Priyo selaku Pengurus Desa Budaya Margoagung. (istimewa)

Baca Juga : Sejumlah 23 Helm Dibagikan Gratis


KORANBERNAS.ID -- Dinas Kebudayaan (Disbud) Kabupaten Sleman me-launching Buku Cerita Rakyat Bumi Sembada, Rabu  (10/10/18) malam, di Pendapa Kantor Pemerintah Desa Condongcatur Depok Sleman.

Dr Purwadi MHum yang merupakan penulis buku tersebut menjelaskan, penyusunan buku cerita rakyat Bumi Sembada bersumber dari Kitab Jawa kuno, Babad Tanah Jawi, Babad Demak, Babad Pajang, Babad Mataram, Serat Centhini, Babad Kraton, Serat Pustakaraja Purwa dan Serat Paramayoga.

“Penyusunan juga dilakukan dengan pengkajian folklor yang diwariskan secara turun temurun,” jelas penulis yang juga dosen Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta ini.

Purwadi menuturkan, cerita rakyat mengandung butir-butir kearifan lokal yang berguna untuk pembinaan budi pekerti luhur di kalangan generasi muda.

Melalui pengkajian yang mendalam, cerita rakyat itu dapat memperkokoh jati diri nasional dan hasilnya akan memberi kontribusi bagi pengembangan kebudayaan daerah.

Menurut Purwadi program dokumentasi dan apresiasi atas cerita rakyat memang patut dikerjakan secara terencana dan terpadu.

Pemerintah dan masyarakat seyogianya selalu melakukan program pelestarian kebudayaan secara tepat.

“Kabupaten Sleman memiliki beragam cerita rakyat yang perlu digali, dikaji dan dipelajari oleh segenap masyarakat,” ujarnya.

Kepala Bidang (Kabid) Sarana dan Prasarana Kebudayaan Disbud Sleman, Wasita, menyampaikan buku yang dicetak 350 buah dan berisikan enam cerita rakyat tersebut akan dibagikan kepada komunitas-komunitas desa budaya, kecamatan dan perpustakaan di Kabupaten Sleman.

“Saat ini masih terbatas jumlahnya, namun jika diminati kami usahakan cetak ulang,” jelas Wasita.

Buku ini ke depan akan dibuat format digital untuk memudahkan masyarakat mengaksesnya.

“Entah nanti berupa e-book atau PDF akan kami coba, tujuannya agar memudahkan masyarakat membaca buku ini sebagai media pembelajaran dan menambah wawasan budaya,” kata Wasita. (sol)



Selasa, 09 Okt 2018, 21:37:17 WIB Oleh : Nila Jalasutra 139 View
Sejumlah 23 Helm Dibagikan Gratis
Selasa, 09 Okt 2018, 21:37:17 WIB Oleh : Nila Jalasutra 441 View
Sepuluh Kecamatan di Sleman Tercatat Rawan
Senin, 08 Okt 2018, 21:37:17 WIB Oleh : Endri Yarsana 135 View
Pulang Haji Iman Harus Meningkat

Tuliskan Komentar