atas

Boleh Jualan Asal Tak Pakai Plastik

Sabtu, 09 Feb 2019 | 21:45:42 WIB, Dilihat 291 Kali - Oleh Muhammad Zukhronnee Ms

SHARE


Boleh Jualan Asal Tak Pakai Plastik Awul-awul Pujhi, aneka pakaian dan mainan layak pakai yang dijual dalam acara open house dan pasar murah ECCD RC Sabtu (9/2/2019) jalan panjaitan 70 Yogyakarta. (Muhammad Zukhronnee ms / koranbernas.id)

Baca Juga : Pers Dorong Reformasi Birokrasi


KORANBERNAS.ID -- Sebagai pusat informasi dan layanan anak usia dini yang sudah menginjak usia ke-16 tahun, Early Childhood Care and Development Resource Center (ECCD RC) Yogyakarta terus melakukan sosialisasi program-program. Sebagai upaya untuk membuka kesempatan masyarakat untuk mengetahui layanan-layanan yang dimiliki ECCD RC baik untuk Orang tua anak usia dini maupun pemerhati dunia PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini-red).

Untuk mewujudkan tujuan tersebut, sejak 2014 setiap tahunnya dilaksanakan kegiatan Open House. Tahun ini acara Open House digelar Sabtu (9/2/2019) bersamaan dengan Kegiatan Pasar Murah dan juga Pemestaan Imlek.

Selain itu Open House bertujuan memberikan gambaran tentang layanan-layanan yang tersedia di ECCD RC yaitu, Lasbchool Rumah Citta, Informasi Penerimaan Murid Baru (PMB), Layanan Training, Reading Corner, juga memberikan layanan Pasar Murah sebagai bagian dari bentuk pemaknaan nilai-nilai ECCD RC untuk menghargai karya anak dan mendorong keterlibatan anak dalam mewujudkan kesetiakawanan sosial.

Pasar murah yang rutin menjual sembako, aneka jajanan sehat dan produk ramah lingkungan setiap tahunnya selalu ditunggu oleh masyarakat sekitar. Ratusan kupon diskon yang sengaja dibagikan kepada masyarakat sekitar kantor ECCD RC dan Laboratorium Sekolah Rumah Citta Jalan Panjaitan No 70, Matrijeron, Yogyakarta.

Dalam pasar murah ini, juga sekaligus mengkampanyekan pengurangan plastik, untuk itu pengunjung disarankan membawa tas belanja, juga tempat bekal dan botol minum. Di tengah pasar Murah diadakan lelang karya anak-anak di tengah acara.

Rayyi, murid Pra SD Lab School Rumah Citta ini menceritakan karya kolektif dari kelasnya laku seharga 150.000 rupiah."Padahal cuma kertas yang digambari bertemakan imlek kemudian ditempel di kardus bekas lho," ceritanya.

Karya murid kelas pra SD yang laku Rp. 150.000 saat lelang karya dalam rangkaian open house ECCD RC. (istimewa)

Ada juga awul-awul Pujhi, pakaian pantas pakai yang dikumpulkan dari para donatur dan Orang tua wali murid Lab School Rumah Citta ini sejak pagi sudah penuh didatangi warga. Pakaian anak-anak hingga dewasa cukup ditebus dengan harga mulai dari dua ribu rupiah. Pakaian-pakaian ini tentunya jauh lebih layak daripada awul-awul sekaten. karena proses sorting yang dilakukan oleh penyelenggara benar-benar teliti. Ada juga rupa-rupa mainan bekas yang bercampur dengan aneka tumbler branded ikut diobral semurah-murahnya.

"Aku entuk tas iki, apik banget regane mung limang ewu, ukurane pas nek dinggo lungo-lungo," cerita Rukilah warga Mangkuyudan sambil menunjukkan tas jinjing berwarna cream bergaris warna-warni kepada koranbernas.id.

Workshop face paint oleh orang tua murid Lab School Rumah Citta, Sabtu (9/2/2019). (Muhammad Zukhronnee ms / koranbernas.id)

Aneka produk makanan sehat dijajakan belasan gerai-gerai milik masing-masing kelas, Orang tua murid dan umum. Syaratnya cukup tidak menggunakan pewarna, tidak menggunakan pengawet, MSG (Monosodium glutamate-red), dan tidak menggunakan kemasan plastik. Hal ini tentu selain mengedukasi para Orang tua juga memang merupakan komitmen ECCD RC terhadap kesehatan dan lingkungan.

"Setiap kelas mengisi stand, dengan kesepakatan mau menjual apa, salah satunya tidak menimbulkan sampah plastik. ada 16 stand yang berjualan, separuh dari luar ECCD RC tentunya dengan kesepakatan yang sama, kemudian hasil penjualan sepakat akan disumbangkan untuk anak-anak korban bencana banjir di daerah lain," papar Nindyah Rengganis selaku ketua panitia Open House ECCD RC.

"Dulunya acara Open House ini terpisah dari acara pasar murah, jadi sendiri-sendiri. akhirnya pengunjung open house pun tidak seramai ini, karena mungkin sungkan kalau datang hanya khusus berkunjung untuk masuk ke ruang-ruang kelas dan pameran," pungkas Ganis.(yve)



Sabtu, 09 Feb 2019, 21:45:42 WIB Oleh : Nanang WH 208 View
Pers Dorong Reformasi Birokrasi
Sabtu, 09 Feb 2019, 21:45:42 WIB Oleh : Nila Jalasutra 93 View
Sri Purnomo Bupati Peduli Olahraga
Sabtu, 09 Feb 2019, 21:45:42 WIB Oleh : Sari Wijaya 95 View
Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Kuncinya

Tuliskan Komentar