atas1

Berujung Damai, Kasus Hukum Agni Tak Dilanjutkan

Senin, 04 Feb 2019 | 23:17:53 WIB, Dilihat 925 Kali - Oleh Yvesta Putu Sastrosoendjojo

SHARE


Berujung Damai, Kasus Hukum Agni Tak Dilanjutkan Rektor UGM, Prof Ir Panut Mulyono, MEng DEng (istimewa)

Baca Juga : Gizi Balita Harus Terpenuhi Utuh


KORANBERNAS.ID -- Kasus dugaan pemerkosaan Agni akhirnya berakhir. Penyelesaian kasus yang melibatkan dua mahasiswa UGM berinisial HS dan AN dilakukan setelah tercapai kesepakatan dari pihak-pihak yang terlibat di dalamnya. Sesuai dengan keinginan AN, polemik ini diselesaikan dengan jalur non litigasi.

“Para pihak dengan kesungguhan hati telah saling bersepakat memilih penyelesaian non litigasi atau penyelesaian secara internal,” ungkap Rektor UGM, Prof Ir Panut Mulyono, MEng DEng di UGM, Senin (4/2/2019).

Menurut Panut, mahasiswa berinisial HS telah menyatakan menyesal dan memohon maaf atas peristiwa yang terjadi pada bulan Juni 2017. Selanjutnya HS diwajibkan untuk mengikuti mandatory counseling dengan psikolog klinis yang ditunjuk oleh pihak ketiga atau yang dipilihnya, sampai dinyatakan selesai oleh psikolog yang menanganinya.

Sedangkan mahasiswa berinisial AN juga akan mengikuti trauma counseling dengan psikolog klinis. UGM memfasilitasi dan menanggung sepenuhnya kebutuhan dana konseling kedua pihak.

UGM juga memberikan dukungan bagi AN untuk menyelesaikan studinya dengan memberikan dukungan dana yang dibutuhkan untuk penyelesaian studi setara dengan komponen beasiswa Bidikmisi, yaitu berupa pembiayaan Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan bantuan biaya hidup.

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) serta Fakultas Teknik diberikan mandat untuk mengawal sepenuhnya proses pendidikan bagi kedua pihak untuk dapat diselesaikan pada bulan Mei mendatang dan memastikan bahwa seluruh klausul dalam kesepakatan penyelesaian perkara ini dilaksanakan oleh para pihak.

“Baik AN maupun HS dan UGM menyatakan bahwa perkara ini telah selesai, tinggal menyelesaikan proses-proses yang harus dijalani tersebut. Ke depan UGM akan melakukan pembenahan tata kelola penanganan perkara serupa serta upaya-upaya preventif agar hal seperti ini tidak terjadi lagi,” paparnya.

Sementara Wakil Rektor UGM Bidang Kerja Sama dan Alumni, Dr Paripurna SH MHum LL M mengungkapkan keputusan ini diambil setelah para pihak mendengarkan hasil dari proses-proses yang dilakukan oleh komite etik.

“Karena ini menyangkut hal yang sensitif, dalam prosesnya kami memang harus berhati-hati supaya tidak menimbulkan dampak psikologis atau dampak lain kepada adik-adik mahasiswa ini,” paparnya.

Dekan FISIPOL UGM, Dr Erwan Agus Purwanto MSi menjelaskan keputusan ini diambil oleh AN maupun HS bersama UGM secara sadar tanpa ada tekanan ataupun paksaan dari pihak mana pun. Erwan mengungkapkan, ia telah mengawal proses pembicaraan di antara para pihak tersebut dan mendengarkan keinginan dari mahasiswinya untuk memastikan munculnya penyelesaian yang adil bagi masing-masing pihak.

“Munculnya kesepakatan ini lewat proses yang secara sadar diambil oleh saudari AN, bukan kami yang mendikte. Tugas kami adalah mendengarkan dan mengawal agar saudari AN mendapatkan keadilan, kami tidak ingin memaksakan pendapat kita,” jelasnya.

Dekan Fakultas Teknik UGM, Prof Ir Nizam MSc PhD menambahkan penyelesaian ini adalah yang terbaik. Pihaknya akan mendukung proses-proses yang akan dijalankan sesuai dengan kesepakatan tersebut. (yve)



Senin, 04 Feb 2019, 23:17:53 WIB Oleh : Nila Jalasutra 650 View
Gizi Balita Harus Terpenuhi Utuh
Senin, 04 Feb 2019, 23:17:53 WIB Oleh : Nila Jalasutra 604 View
Perokok Pemula Makin Banyak, Ini Sebabnya
Senin, 04 Feb 2019, 23:17:53 WIB Oleh : Prasetiyo 797 View
Drama Seri Logat Banyumasan Siap Putar Perdana

Tuliskan Komentar