atas

Beri Kesempatan KPU Bekerja Lebih Jujur

Kamis, 18 Apr 2019 | 21:56:35 WIB, Dilihat 412 Kali - Oleh Sholihul Hadi

SHARE


Beri Kesempatan KPU Bekerja Lebih Jujur Ketua Umum PP Muhammadiyah Dr H Haedar Nashir M Si menyampaikan pernyataan pers, di Kantor PP Muhammadiyah Jalan Cik Di Tiro Yogyakarta, Kamis (18/4/2019). (sholihul hadi/koranbernas.id)

Baca Juga : Ribuan Murid MA Pandanaran Dilatih Hadapi Bencana


KORANBERNAS.ID – Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mendesak Komisi Pemilihan Umum (KPU) maupun Bawaslu dan seluruh jajarannya agar bekerja lebih profesional, jujur, adil, transparan dan independen.

Hal itu disampaikan Ketua Umum PP Muhammadiyah Dr H Haedar Nashir M Si dalam konferensi pers di Kantor PP Muhammadiyah Jalan Cik Di Tiro Yogyakarta, Kamis (18/4/2019).

Tujuannya supaya proses penghitungan dan hasil Pemilu 17 April betul-betul terpercaya, obyektif, dan seksama serta diumumkan tepat waktu sehingga dapat diterima secara obyektif oleh semua pihak.

Namun demikian, lembaga penyelenggara pemilu itu juga harus diberikan kesempatan untuk bekerja secara profesional, jujur, adil, transparan, independen.

“Kami berharap pada pihak-pihak manapun untuk tidak melakukan tekanan dalam bentuk apapun yang berakibat KPU dan Bawaslu bekerja tidak jujur dan profesional,” tegasnya.

Selain itu, masyarakat hendaknya tidak terlalu terpengaruh suasana oleh banyaknya hasil hitung cepat (quick count), exit poll dan lain-lain yang disajikan di media massa, media sosial dan ruang publik.

“Sebagai sebuah kerja ilmiah, hasil-hasil survei merupakan sajian hitungan atau data yang patut dihormati, tetapi sama sekali tidak mempengaruhi dan menentukan hasil pemilu,” kata Haedar Nashir.

Di hadapan lebih dari 50 awak media, melalui pernyataan pers tentang pelaksanaan Pemilu 2019  berisi sepuluh poin tersebut, Ketua Umum PP PP Muhammadiyah itu mengajak semua pihak menghormati pilihan rakyat dan menerima hasil-hasil pemilu yang secara resmi akan diumumkan oleh KPU, dengan jiwa besar, ksatria, lapang hati dan bijaksana.

Apabila terdapat persengketaan pemilu hendaknya diselesaikan secara hukum yang dijamin konstitusi disertai jiwa musyawarah untuk kemaslahatan bersama sebagaimana menjadi karakter bangsa Indonesia yang relijius, berbudaya luhur dan terkandung dalam sila keempat Pancasila.

PP Muhammadiyah juga mengajak semua pihak untuk cooling down yang ditunjukkan dengan sikap menahan diri, menjaga ketenangan dan bersabar menunggu hasil penghitungan dan pengumuman resmi dari Komisi Pemilihan Umum.

Kepada para kontestan pemilihan presiden-wakil presiden dan legislatif serta para tim sukses dan pendukungnya hendaknya tidak membuat pernyataan spekulatif dan konfrontatif yang dapat menjadikan susana pasca-pemilu dan kehidupan kebangsaan menjadi tidak kondusif.

Hasil perhitungan internal maupun dari luar hendaknya tidak dijadikan rujukan kemenangan, karena patokan resmi mengenai hasil Pemilu sepenuhnya berada dalam kewenangan KPU.

Apabila terdapat masalah-masalah dalam proses penghitungan hendaknya ditempuh melalui mekanisme perundang-undangan yang dijamin konstitusi.

Khusus kepada warga Persyarikatan Muhammadiyah, Haedar berpesan hendaknya menjadi teladan utama dalam menyikapi hasil-hasil pemilu, tetap menjaga Khittah dan kepribadian serta berdiri di garda depan dalam membangun keutuhan dan kemajuan Indonesia.

“Hendaknya tetap menjalin kebersamaan dan merajut persaudaraan serta kerja sama dengan semua elemen bangsa untuk terwujudnya Indonesia yang aman, rukun, damai, moderat dan berkemajuan,” kata Haedar Nashir. (sol)



Kamis, 18 Apr 2019, 21:56:35 WIB Oleh : Nila Jalasutra 242 View
Ribuan Murid MA Pandanaran Dilatih Hadapi Bencana
Kamis, 18 Apr 2019, 21:56:35 WIB Oleh : Nila Jalasutra 281 View
Di Pasar Ini Pedagang Tidak Bisa Tentukan Harga Semaunya
Kamis, 18 Apr 2019, 21:56:35 WIB Oleh : Masal Gurusinga 2366 View
Sejumlah SD Negeri di Klaten Tinggal Kenangan

Tuliskan Komentar