atas1

Belajar Persatuan dari Sudarisman Purwokusumo

Selasa, 05 Nov 2019 | 23:14:19 WIB, Dilihat 113 Kali - Oleh Muhammad Zukhronnee Ms

SHARE


Belajar Persatuan dari  Sudarisman Purwokusumo Prof. Dr. dr. Sutaryo Sp.A (k) saat berbicara di depan peserta seminar nasional Pancasila Sebagai Benteng NKRI, Selasa (5/11/2019) di Universitas Janabadra. (Muhammad Zukhronnee ms/koranbernas.id)

Baca Juga : 50 Perusahaan Buka Lowongan Kerja untuk Difabel


KORANBERNAS.ID -- Dalam rangkaian Dies Natalis ke-61 Universitas Janabadra Yogyakarta (UJB) mengadakan sebuah seminar nasional. Seminar kebangsaan mengangkat tema "Pancasila Sebagai Benteng NKRI" dilaksanakan Selasa (5/11/2019). Tiga pembicara dihadirkan di depan ratusan mahasiswa UJB di Auditorium KPH Poerwokoesoemo. Guru besar Universitas Gadjah Mada Prof. Dr. dr. Sutaryo Sp.A (k) menyampaikan betapa pentingnya menghargai keberagaman bangsa Indonesia.

Sutaryo mengajak belajar dari sosok Sudarisman Purwokusumo pendiri Universitas Janabadra. Sudarisman menjadikan Pancasila sebagai dasar pemersatu NKRI. Persatuan adalah kunci dari kokohnya suatu negara. Persatuan ini merupakan hal yang sangat penting, karena menyangkut keharmonisan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Untuk mencapai sebuah persatuan bangsa, sebagai bangsa Indonesia kita perlu memahami pandangan hidup bangsa kita sendiri, yaitu Pancasila. Pancasila merupakan ideologi pemersatu bangsa, yang di dalamnya terdapat nilai-nilai budaya masyarakat yang majemuk.

"Meningkatkan pemahaman dan penghayatan mahasiswa UJB akan nilai-nilai Pancasila, menjadikan Pancasila sebagai pedoman hidup secara konkrit dalam kehidupan sehari-hari," paparnya.

"Penting menyiapkan generasi muda khususnya mahasiswa UJB agar menjadi generasi penerus bangsa yang berjiwa Pancasila," Imbuhnya.

Selain itu juga lanjut Sunaryo, mempunyai rasa nasionalisme dan patriotisme yang tinggi kepada bangsa dan negara, sehingga kelak dapat berkontribusi bagi kemajuan Bangsa dan Negara Indonesia.

Bangsa Indonesia, yang pada khususnya merupakan bangsa yang kaya akan kemajemukan, memerlukan sebuah pola pikir yang terbuka untuk mencapai sebuah persatuan bangsa. Dengan adanya pola pikir yang terbuka, bangsa Indonesia akan memahami pentingnya persatuan di atas kemajemukan yang ada.

Selain pola pikir yang terbuka, untuk mencapai sebuah persatuan bangsa, kita sebagai bangsa Indonesia perlu memahami pandangan hidup bangsa kita sendiri, yaitu Pancasila. Pancasila merupakan ideologi pemersatu bangsa, yang di dalamnya terdapat nilai-nilai budaya masyarakat yang majemuk.

Nilai-nilai ini sangat sesuai dengan kehidupan masyarakat Indonesia yang notabenenya merupakan masyarakat yang kaya akan keragaman suku bangsa, budaya, ras, agama, dan bahasa.

Pancasila merupakan sebuah falsafah yang sangat sesuai dengan nilai-nilai kehidupan bangsa Indonesia. Oleh karena itu, Pancasila tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat Indonesia. Lebih dari itu, Pancasila juga merupakan ciri khas yang membedakan bangsa Indonesia dengan bangsa-bangsa lain yang ada di dunia. (yve)



Selasa, 05 Nov 2019, 23:14:19 WIB Oleh : Nanang WH 147 View
50 Perusahaan Buka Lowongan Kerja untuk Difabel
Selasa, 05 Nov 2019, 23:14:19 WIB Oleh : Nila Jalasutra 102 View
Sleman Tuan Rumah Rakorwil Apkasi
Selasa, 05 Nov 2019, 23:14:19 WIB Oleh : Arie Giyarto 138 View
Tidak Benar Vasektomi Bisa Berakibat Impotensi

Tuliskan Komentar