atas1

Belajar Geopark Tak Susah

Minggu, 23 Jun 2019 | 23:50:14 WIB, Dilihat 224 Kali - Oleh Nanang WH

SHARE


Belajar Geopark Tak Susah Suasana halah bihalal Forum Silaturahmi Komunitas di Roemah Martha Tilaar Gombong. (istimewa)

Baca Juga : Ribuan Orang Berebut Satu Ton Lele


KORANBERNAS.ID --Sejumlah komunitas yang tergabung dalam Forum silaturahmi komunitas (Silakoma) yang ada di Kebumen, dalam acara halal bihalal di Roemah Martha Tilaar (RMT) Gombong baru baru ini belajar mengenai Geopark Nasional Karangsambung Karangbolong (GNKK). Kegiatan ini menjadi upaya mereka untuk ikut bersumbangsih dalam pengembangan geopark.

Salah seoranf penggagas Silakoma, Iqbal Kautsar disela acara, Minggu (23/6/2019) mengungkapkan,  keterlibatan komunitas menjadi salah satu kunci bagi berbagai program pemerintah, termasuk geopark. Sekalipun telah ditetapkan sejak geopark nasional sejak November 2018, GNKK belum sepenuhnya dipahami oleh masyarakat Kebumen. Di sini komunitas diminta untuk ikut berperan menjadi agen informasi agar persepsi tentang geopark dapat terbangun di tengah masyarakat.

Iqbal Kautsar menjelaskan Silakoma yang mulai digagas sejak Februari 2016, saat ini telah dimanfaatkan oleh lebih dari dua puluh komunitas di Kebumen untuk membangun jaringan. Sebagai sebuah wadah yang sangat cair, memang tidak ada istilah anggota dalam forum Silakoma. Komunitas apapun yang memiliki kepedulian bagi kemajuan Kebumen dapat bergabung, namun tidak dihalangi pula jika kemudian non-aktif di forum ini.

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun, saat ini ada dua puluh tujuh komunitas yang berhimpun di forum silaturahmi ini. Berbagai bidang yang digeluti antara lain lingkungan, literasi, pendidikan alternatif, usaha kecil, seni, heritage dan lain-lain.

`Kepala Bidang  Perekonomian BAP3DA Kabupaten Kebumen, Yunita Prasetyani mengakui,  Silakoma menjadi salah satu saluran komunikasi pemerintah dengan komunitas. Bisa dikatakan Silakoma saat ini menjadi katalog komunitas di Kebumen.

Setiap kali  Pemkab Kebumen membutuhkan informasi atau komunikasi dengan komunitas, dapat mengandalkan Forum Silakoma untuk menghubungi komunitas tersebut. Tak jarang lewat Silakoma mendapatkan banyak informasi bermanfaat terkait berbagai hal yang berkembang di masyarakat

Sementara Peneliti senior LIPI Karangsambung, Ir Chusni Ansori, MT dalam paparannya menekankan tiga pilar geopark yaitu Konservasi, Edukasi dan Pemberdayaan Masyarakat. 

Dia meluruskan persepsi yang terlanjur beredar di masyarakat bahwa dalam kawasan geopark sama sekali tidak diperbolehkan dilakukan penambangan.

“Perlu dipahami bersama bahwa konservasi bukan berarti tidak boleh diapa - apakan. Pemanfaatan sumber daya alam di kawasan geopark tetap diperbolehkan, namun perlu ada rambu-rambu yang ditaati,“ kata Chusni Anshori.  Hal ini untuk menjaga agar kegiatan pemanfaatan alam tetap memperhatikan kelestarian dan keberlanjutan pembangunan.

Amal Purnama, seorang pegiat komunitas dari Yogyakarta berbagi pengalaman terkait pengelolaan komunitas dan kiat-kiat agar komunitas dapat bertahan dan terus berkegiatan.(yve)



Minggu, 23 Jun 2019, 23:50:14 WIB Oleh : Nanang WH 2297 View
Ribuan Orang Berebut Satu Ton Lele
Minggu, 23 Jun 2019, 23:50:14 WIB Oleh : Muhammad Zukhronnee Ms 456 View
Seniman Taiwan Bawa Pasar Tradisional ke Jogja
Minggu, 23 Jun 2019, 23:50:14 WIB Oleh : Yvesta Putu Sastrosoendjojo 8025 View
Ingin Tahu Gejala Stroke, Kenali Hal Ini

Tuliskan Komentar