atas1

Belajar dari Film Melati Karya Anak-anak Banyumas

Selasa, 09 Jul 2019 | 21:39:41 WIB, Dilihat 271 Kali - Oleh Redaktur

SHARE


Belajar dari Film Melati Karya Anak-anak Banyumas Nobar film Melati di Gedung Pertemuan A Yani Makorem 071/Wijayakusuma, Sokaraja Banyumas. (istimewa)

Baca Juga : Gajah-gajah Ini Dilatih Berbaris Sambil Pegangan Ekor


KORANBERNAS.ID – Alkisah, seorang anak SMP kelas 2 bernama Melati sedang berjuang meraih nilai yang diimpikannya.

Sayangnya, Melati memperoleh perlakuan kurang menyenangkan dari temannya bernama Teta. Berkat kelembutannya, Melati mampu mengubah Teta menjadi pelajar yang baik.

Cerita mengenai lika-liku pelajar yang diangkat dalam karya film berjudul Melati dengan sutradara Mamock NG ini setidaknya dapat menjadi pelajaran bagi para pelajar.

Diproduseri Rival Prabowo, film itu bukan sekadar tontonan tetapi juga mengandung tuntunan karena mengangkat isu-isu pendidikan karakter dan kearifan lokal.

“Film ini adalah karya anak-anak Banyumas, digarap dengan tujuan meningkatkan pendidikan karakter seperti integritas, nasionalis, relijius, gotong royong dan mandiri di kalangan anak-anak SMP di Indonesia,” ungkap Kolonel Kav Dani Wardhana S Sos MM MHan, Danrem 071/Wijayakusuma.

Hari itu, Selasa (9/7/2019), Danrem sengaja mengajak sejumlah pelajar  nonton bareng (nobar) Gala Premiere Melati di Gedung Pertemuan A Yani Makorem 071/Wijayakusuma, Sokaraja Banyumas.

Hadir pula Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Koorcab Rem 071 PD IV/Diponegoro Ny Anita Dani Wardhana beserta keluarga besar Korem 071/Wijayakusuma serta tamu undangan.

Menurut Danrem, film ini merupakan kebanggaan bagi warga Banyumas. “Yang tidak kalah penting adalah Banyumas punya film, dan ini (Melati) bukan yang pertama,” ungkapnya.

Tak kalah serunya, nobar juga dihadiri para pemeran. Mereka adalah Alfiana Friska sebagai Melati, Putri Raiza sebagai Teta, Benning Sabrina sebagai Reni, Yoga Sugama sebagai Fattah.

Tedapat pula tokoh pendidikan Banyumas seperti Bambang Wadoro, Zahriyanto, Agus Wahidin yang ikut bermain di film tersebut.

“Kami mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih atas kerja keras anak-anak Banyumas yang menghasilkan karya film yang penuh pesan moral tentang gotong royong, sopan santun, belajar keras yang akhirnya akan menjadi sukses,” tambah Danrem.

Dia pun berharap, sebagaimana akhir dari cerita ini, Melati sebagai gadis desa karena kejujuran dan ketulusannya mendapat banyak teman.

Begitu pula sosok orang tuanya dalam membina keluarga kecilnya yang bahagia dan harmonis, memberikan kasih sayang dan cinta yang tulus terhadap anaknya.

“Keharmonisan keluarga merupakan kunci sukses keberhasilan keluarga yang akan menjadikan anak-anak menjadi anak yang patuh, penurut, rajin, religius dan berprestasi,” katanya.

Danrem menambahkan, mendidik karakter bangsa dengan kearifan lokal tidak hanya dilakukan secara formal di lembaga pendidikan, namun juga dapat dilakukan non-formal seperti yang dilakukan Korem 071/Wijayakusuma kali ini.

"Film tersebut mempunyai pesan dan nilai edukasi dalam arti dekat dengan lingkungan sekitar khususnya penanaman karakter bangsa bagi generasi penerus perjuangan bangsa", terangnya.

Dia merasa bersyukur, kreator Banyumas bisa menangkap keprihatinan yang diungkapkan dan diaplikasikan lewat film.

Kemudian, pemirsa dapat menangkap makna atau nilai pendidikan dari film tersebut, sehingga output-nya para pemirsa semakin peduli dengan karakter bangsa sendiri.

“Film ini bukan sekedar tontonan tetapi dapat menjadi tuntunan untuk pelajar dan generasi muda bangsa lainnya, dalam rangka mempertahankan keutuhan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kita cintai bersama,” katanya.

Danrem 071/Wijayakusuma Kolonel Kav Dani Wardhana S Sos MM MHan bersama pemeran film Melati. (istimewa)

Keluarga sederhana

Melati adalah film yang menceritakan tentang dua keluarga yang berbeda yang sama-sama mempunyai kecerdasan di sekolahnya.

Keluarga Melati adalah keluarga sederhana yang mementingkan akhlak, tingkah laku sopan santun dan budi pekerti dalam bermasyarakat khususnya pada teman sebayanya.

Tidak lupa juga selalu berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa setiap saat. Sedangkan keluarga Teta serba berkecukupan. Kedua orang tuanya hanya mementingkan pekerjaan tak peduli perkembangan karakter anaknya.

Yang mereka kejar hanya bagaimana caranya agar anaknya pandai di sekolah. Ini dilakukan dengan mendatangkan guru guru privat ke rumahnya namun tanpa diimbangi perhatian dan kasih sayang dari kedua orang tuanya.

Produser Film Melati, Rival Prabowo, menyampaikan apresiasi kepada Danrem 071/Wijayakusuma atas terselenggaranya nobar di Makorem 071/Wijayakusuma.

"Setelah pemutaran perdana, film ini akan diputar di sekolah-sekolah di Banyumas dan mungkin juga di seluruh tanah air", kata dia. (iry)



Selasa, 09 Jul 2019, 21:39:41 WIB Oleh : Sholihul Hadi 237 View
Gajah-gajah Ini Dilatih Berbaris Sambil Pegangan Ekor
Selasa, 09 Jul 2019, 21:39:41 WIB Oleh : Nila Jalasutra 312 View
Paku Alam X Panen Ikan Nila
Selasa, 09 Jul 2019, 21:39:41 WIB Oleh : Endri Yarsana 342 View
Tak Ingin Petani Tembakau Rugi, Bupati Temanggung Kunjungi Gudang Garam

Tuliskan Komentar