atas1

Bekerjalah dengan Hati, Pesan untuk Arsitek Muda UII

Kamis, 16 Jan 2020 | 21:13:21 WIB, Dilihat 275 Kali
Penulis : Sholihul Hadi
Redaktur

SHARE


Bekerjalah dengan Hati, Pesan untuk Arsitek Muda UII Pengambilan sumpah profesi arsitek tahun 2020, Kamis (16/1/2020), di Kampus UII. (sholihul hadi/koranbernas.id)

Baca Juga : Kepala Dinas Menyesal Ada Oknum Guru Terseret Keraton Agung Sejagad


KORANBERNAS.ID, SLEMAN – Program Studi Pendidikan Profesi Arsitek Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Kamis (16/1/2020), melaksanakan pengambilan sumpah profesi arsitek tahun 2020.

Sejumlah 20 orang wisudawan arsitek muda lulusan kampus itu dipesan supaya bekerja dengan hati. “Bekerjalah dengan hati. Kita semua punya suara hati yang positif sehingga karya-karya Anda berguna,” ujar Sumarsono Windu Kumoro, Kepala Bagian Kelembagaan dan Sistem Informasi Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah V, saat menghadiri acara wisuda di kampus UII Jalan Kaliurang Sleman.

Menurut dia, arsitek merupakan profesi yang sangat luar biasa karena harus memadukan kemampuan seni dan sains atau otak kiri dan otak kanan. Apalagi saat diwisuda mereka sudah mengantongi dua akreditasi tingkat internasional. “Modal ini sudah siap di tangan untuk bersaing dengan aristek dari luar negeri,” ungkapnya.

Saat ini dari 170 Program Studi Arsitektur di seluruh Indonesia baru 30-an yang memiliki program Pendidikan Profesi Arsitektur (PPAr).

Pesan serupa disampaikan Deni Setiawan. Sekretaris Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Pusat ini menyatakan berdasarkan UU No 6 Tahun 2017 tentang Arsitek, negara sangat menghormati profesi ini. “Kita setara dengan profesi insinyur dan dokter. Arsitek adalah profesi yang dimuliakan dan diakui negara. Dari jutaan pekerja konstruksi di Indonesia yang bersertifikat baru 7 persen,” ungkapnya.

Bagi IAI, keberadaan UII merupakan bagian sangat penting dalam rangka menyelesaikan pekerjaan rumah (PR) yaitu menggenjot hadirnya Dewan Arsitek Indonesia, yang bertugas antara lain menilai kompetensi seseorang yang mendapat gelar arsitek (Ar).

“Betapa berat dapat gelar itu. Anda semua produk pendidikan yang berkualitas. Kami kagum dengan UII dan kami dorong jadi mentor pendirian Pendidikan Profesi Arsitek di kampus-kampus lain di Indonesia,” kata dia.

Karya-karya lulusan UII ini sangat ditunggu apalagi berkaitan dengan pemindahan ibukota baru yang butuh banyak jasa konstruksi besar. “Saya yakin Anda ujung tombak,” tambahnya.

Ketua Program Pendidikan Profesi Arsitek UII Ahmad Saifudin Mutaqi mengucap syukur 20 mahasiswa Angkatan 2019/2020 dinyatakan lulus dan menjalani wisuda. IPK Kumulatif mereka rata-rata 3,62, terendah 3,13 dan tertinggi 4,00.

Noor Cholis Idham. (sholihul hadi/koranbernas.id)

Ketua Jurusan Arsitektur UII, Noor Cholis Idham, menyatakan para arsitek muda ini telah digembleng dalam kawah candradimuka dunia arsitek selama setahun melalui Pendidikan Profesi Arsitek  setelah mereka menyelesaikan Program Sarjana (S Ars) dalam skema pendidikan 4+1 tahun.

Dia mengajak perguruan tinggi lain yang memiliki program studi S1 arsitek agar menyempurnakannya menjadi lima tahun. “Kita sadar, yang yang ingin dituju adalah kualitas,” kata dia.

Hadir dalam kesempatan itu, Wakil Rektor II UII, Rohidin, Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Miftahul Fauziah, Ketua Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi DIY Widodo Brontowiyono serta tamu undangan lainnya.

Usai pengambilan sumpah, para wisudawan foto bersama serta melaksanakan prosesi menyalami pimpinan universitas maupun tamu undangan yang hadir. (sol)



Kamis, 16 Jan 2020, 21:13:21 WIB Oleh : W Asmani 2151 View
Kepala Dinas Menyesal Ada Oknum Guru Terseret Keraton Agung Sejagad
Kamis, 16 Jan 2020, 21:13:21 WIB Oleh : Sholihul Hadi 247 View
Hanya 20 Persen yang Terbuang Selebihnya Jadi Uang
Kamis, 16 Jan 2020, 21:13:21 WIB Oleh : B Maharani 237 View
Peternak Sapi di Jateng Harus Mampu Bersaing

Tuliskan Komentar