atas

Beban Mengajar Terlalu Besar, Dosen Kesulitan Riset

Selasa, 27 Nov 2018 | 17:20:06 WIB, Dilihat 476 Kali - Oleh Sholihul Hadi

SHARE


Beban Mengajar Terlalu Besar, Dosen Kesulitan Riset Prof Dr Sofian Effendi. (yvesta putu sastrosoendjojo/koranbernas.id)

Baca Juga : Pelanggan Baru Wajib Tanam Pohon


KORANBERNAS.ID -- Guru Besar Kebijakan Publik Universitas Gadjah Mada (UGM) yang juga pengurus Komisi Ilmu Sosial Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (KIS AIPI) Prof Dr Sofian Effendi berpendapatnya, besarnya beban mengajar mempengaruhi kinerja para dosen sehingga mereka kesulitan melakukan riset.

Selain meminta pemerintah bersedia menurunkan beban mengajar yang besar itu, mantan rektor UGM ini juga berharap dibenahinya kebijakan rekrutmen dosen dan tenaga kependidikan (tendik) yang salah.

“Jumlah dan kualitas penelitian perguruan tinggi (PT) Indonesia relatif masih tertinggal dari PT negara maju ASEAN,” ungkapnya, Selasa (27/11/2018), di Ruang Auditorium Lantai 5 Sekolah Pascasarjana UGM.

Berbicara di hadapan peserta Seminar Nasional Tantangan Penelitian Menghadapi Industrialisasi 4.0: Arti dan Nilai Riset pada Karier Dosen serta Kemajuan Sains dan Teknologi, Prof Sofian menyebutkan terdapat faktor lain yang menjadi penghambat riset.

Yaitu, kecilnya dana penelitian yang hanya 0,03 persen. Itu pun dengan solusi yang salah. Kemudian, kurang tersedianya mekanisme penyediaan dana penelitian secara kompetitif maupun tidak tersedianya lembaga penelitian unggulan nasional (seperti NIUCs di Jepang dan Max Planc institute di Jerman).

Selain itu, kebijakan penilaian kinerja dan remunerasi yang tidak mendorong kinerja penelitian, juga turut mempengaruhi minat para dosen untuk melakukan riset.

Dia menyampaikan, prolog paruh pertama abad XXI akan menjadi periode sangat menentukan bagi Indonesia. Ini karena pada periode tersebut negeri berpenduduk 295 juta ini berpeluang menjadi kekuatan ekonomi kelima dunia.

Untuk mewujudkan cita-cita tersebut Indonesia harus berani menempuh a steep and bumpy road guna menguasai bidang-bidang teknologi informasi dan internet serta teknologi baru yang mampu mewujudkan kemakmuran bangsa.

Seminar Nasional Tantangan Penelitian Menghadapi Industrialisasi 4.0 di Sekolah Pascasarjana UGM, Selasa (27/11/2018). (yvesta putu sastrosoendjojo/koranbernas.id)

Seminar kali juga dihadiri narasumber Dirjen Penguatan dan Inovasi Kemenristekdikti Dr Ir Jumain Appe MSi, Dr Yudi Darma SSi MSi dari Institut Teknologi Bandung, Dr Sc Agr Aiyen B Tjoa (Universitas Tadulako), Prof Ir Achmad Djunaedi MURP Ph D (UGM), Ida Fajar Priyanto Ph D (UGM) serta Dr Mardhani Riasetiawan SE Ak MT dari UGM.

Dekan Sekolah Pascasarjana UGM Prof Ir Siti Malkhamah  MSc Ph D menyampaikan, penelitian merupakan salah satu komponen penting pada perguruan tinggi terutama perguruan tinggi riset.

Penelitian juga memiliki bobot sangat tinggi dalam pengelompokan dan pemeringkatan perguruan tinggi dunia. Apabila Indonesia ingin menempatkan perguruan tingginya dalam jajaran perguruan tinggi terbaik di dunia maka tidak ada pilihan selain meningkatkan intensitas dan mutu penelitiannya.

“Peningkatan mutu penelitian ini, juga akan memberikan dampak yang luas yang pada akhirnya akan meningkatkan daya saing bangsa dalam menghadapi era industrialisasi 4.0,” ujarnya.

Adapun hasil seminar nasional kali ini diharapkan menjadi rekomendasi KIS-AIPI dan Sekolah Pascasarjana UGM untuk disampaikan kepada stakeholder dan masyarakat ilmiah. (sol)



Selasa, 27 Nov 2018, 17:20:06 WIB Oleh : Nanang WH 175 View
Pelanggan Baru Wajib Tanam Pohon
Selasa, 27 Nov 2018, 17:20:06 WIB Oleh : Endri Yarsana 118 View
PBVSI Temanggung Gelar Kejuaraan Bola Voli Senior
Selasa, 27 Nov 2018, 17:20:06 WIB Oleh : Prasetiyo 228 View
Gedung SMPN 3 Purbalingga Megah Seperti Kampus

Tuliskan Komentar