atas

Bantul Ulang Pemungutan Suara

Minggu, 21 Apr 2019 | 22:13:25 WIB, Dilihat 632 Kali - Oleh Sari Wijaya

SHARE


Bantul Ulang Pemungutan Suara KPU Bantul menggelar jumpa pers di kantornya, Minggu (21/4/2019) sore (Sari Wijaya/koranbernas.id)

Baca Juga : Angka Kematian Ibu dan Bayi Masih Saja Tinggi


KORANBERNAS.ID--Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bantul dipastikan akan menggelar Pemungutan Suara Ulang (PSU) dan Pemilihan Suara Lanjutan (PSL) pada Sabtu (27/4/2019) mendatang.  Adapun jumlah pemilih yang akan melakukan PSU ada 3.093 orang yang tersebar di 15 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di 8 kecamatan. Terdiri 13 PSU dan 2 PSL.
    
“Saya mengkhawatirkan mengenai partisipasi pemilih menurun. Mengingat itu hari Sabtu dan banyak juga warga yang tidak libur,”kata Ketua KPU Bantul Didik Joko Nugroho S.Ant dalam jumpa pers di kantornya Minggu (21/4/2019) sore.
    
Turut mendampingi Mestri Widodo SIP, MM Ketua Divisi Hukum, Musnif Istiqomah Spdi Ketua Divisi SDM dan Parmas serta  Arif Widiyanto A.SFIL.I Kadiv Perencanaan dan Data. Pelaksanaan PSU dan PSL menurut Didik merupakan proses ketaatan kepada proses regulasi yang ada. Berdasarkan regulasi PSL dan PSU maksimal dilaksanakan 10 hari setelah pemungutan suara 17 April.
         
“Untuk potensi terjadi money politik juga tinggi. Sehingga keamanan di lokasi TPS juga wajib diantisipasi oleh berbagai pihak," jelasnya.
     
Arif Widayanto menambahkan  pihaknya ingin ada  keseragaman dan ukuran  yang pasti mengenai PSU dan PSL kiatan ukuran perundangan.

"Meski tidak dapat dipastikan kami akan upayakan ada honor KPPS juga " tambah Arif.
       
Sedangkan  Mestri Widodo  mengatakan ada beberapa faktor yang menyebabkan harus ada pelaksanana PSU dan PSL. Diantaranya karena ketidak pahaman pengawas TPS terhadap regulasi.
       
Misalnya saja ketika ada warga tidak terdaftar dan datang menggunakan E-KTP, dan telah dijelasan jika surat suara cadangan hanya 2 persen dan tidak mencukupi, ternyata KPPS terkesan diintervensi oleh saksi dan pengawas TPS di lokasi tersebut.

Sehingga pemilih yang masuk kategori Daftar Pemilih Khusus (DPK) ittupun  menggunakan hak pilih bahkan ada  yang mendahului pemilih yang tercantum di Daftar Pemilih Tetap (DPT). Akibatnya terjadi kekurangan surat suara.
    
“Contohnya itu terjadi TPS 25 Bangunharjo. Di sana  beberapa warga DPK sudah ditolak oleh KPPS namun mereka datang ke Pak Dukuh dan akhirnya diperbolehkan mencoblos. Adapula karena ada hubungan saudara, DPK diperbolehkan mencoblos dulu sehingga surat suara kurang di tempat tersebut," kata Mestri.
           
Mestri menegaskan terjadinya PSL dan PSU tidak hanya karena kesalahan administrasi dari KPPS tetapi pengawas dan saksi pemilu juga dianggap  terlalu berlebihan mengintervensi KPPS. Untuk keperluan PSU dan PSL, KPU Bantul sudah mengajukan surat suara melalui KPU DIY. (yve)

Data TPS PSU/PSL di Bantul

1. Kecamatan Sewon: TPS 3 dan TPS 25 Desa Bangunharjo (PSU Capres dan Cawapres). TPS 76 Desa Panggungharjo (PSL untuk 10 DPT dan 10 DPK)

2. Kecamatan Pandak: TPS 19 Desa Gilangharjo (PSU Capres-Cawapres), TPS 33 Desa Gilangharjo (PSU Capres-Cawapres) dan TPS 51 Desa Gilangharjo (PSU atas empat surat suara yakni Capres-Cawapres, DPR RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten).

3. Kecamatan Srandakan: TPS 18 Desa Poncosari (PSU Capres-Cawapres dan DPR RI)

4.Kecamatan Imogiri :TPS 10  Desa Sriharjo (PSU Capres Cawapres, DPR RI dan DPD).

5. Kecamatan Banguntapan: TPS 09 Desa Singosaren  (PSU Capres-Cawapres)

6. Kecamatan Bambanglipuro: TPS 07 Desa Sidomulyo (PSU Capres-Cawapres), TPS 02 Desa Sumbermulyo (PSU Capres-Cawapres)

7. Kecamatan Kretek: TPS 19  Desa Parangtritis ( PSU Capres –Cawapres)

8. Kecamatan  Kasihan :TPS 33 Desa  Tamantirto (PSL bagi 10 pemilih)

Sumber: KPU Bantul



Minggu, 21 Apr 2019, 22:13:25 WIB Oleh : Nila Jalasutra 342 View
Angka Kematian Ibu dan Bayi Masih Saja Tinggi
Minggu, 21 Apr 2019, 22:13:25 WIB Oleh : Muhammad Zukhronnee Ms 280 View
Air Supply Hilang Ditelan Penonton
Minggu, 21 Apr 2019, 22:13:25 WIB Oleh : Surya Mega 397 View
Linda Permatasari, Tiap Minggu 10 Kilometer

Tuliskan Komentar