atas1

Bank Diminta Biayai Sebanyak Mungkin UKM

Kamis, 07 Feb 2019 | 19:15:47 WIB, Dilihat 383 Kali - Oleh Nila Jalasutra

SHARE


Bank Diminta Biayai Sebanyak Mungkin UKM Peresmian Kantor Cabang Bank Sleman di Jalan Solo Km 13 Tamanmartani Kalasan, Kamis (7/2/2019). (istimewa)

Baca Juga : Pengusaha Mebel Incar Pasar Lokal


KORANBERNAS.ID – Bupati Sleman Sri Purnomo meminta jajaran PD BPR Bank Sleman menunjukkan komitmennya kepada pelaku usaha kecil dan menengah (UKM).

Bahkan dia minta bank ini membiayai sebanyak mungkin UKM di kabupaten tersebut. “Hal ini dilakukan untuk mensejahterkan masyarakat dalam rangka mengurangi kemiskinan,” ujarnya, Kamis (7/2/2019), saat meresmikan kantor cabang baru PD BPR Bank Sleman di Jalan Solo Km 13 Tamanmartani Kalasan.

Didampingi wakilnya Sri Muslimatun serta Deputi Direktur Lembaga Jasa Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (LJK OJK) DIY, bupati menyatakan kemiskinan di Kabupaten Sleman tahun 2017 sebesar 8,13 persen. “Turun menjadi 7,65 persen pada 2018. Ini kita syukuri,” katanya.

Sri Purnomo mengapresiasi dibukanya cabang kedua Bank Sleman, sehingga semakin mendekatkan pelayanan pada masyarakat khususnya di wilayah Sleman timur.

“Seiring perkembangan waktu, Bank Sleman harus bisa menjawab tantangan, memberikan pelayanan terbaik dan profesional dan menggerakkan sektor mikro dalam rangka memperkuat pembangunan di Kabupaten Sleman,” kata dia.

Direktur utama PD BPR Bank Sleman, Muh Sigit, mengatakan Kantor Cabang Kalasan merupakan cabang kedua setelah Godean.

Kantor tersebut dibangun di atas tanah milik Bank Sleman seluas 374 meter persegi. Bangunan terdiri dua lantai.

Sigit menyampaikan Bank Sleman senantiasa mengembangkan dan memperluas jaringan untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Saat ini sudah ada 16 kantor kas dan satu payment point.

InsyaAllah tahun ini juga akan kami pisahkan operasional di pusat sebagai cabang utama, sehingga dalam waktu dekat kami punya tiga cabang,” jelas Sigit.

Sampai akhir 2018 aset Bank Sleman mencapai Rp 766,7 miliar dengan laba Rp 30,89 miliar. Dana pihak ketiga berupa tabungan dan deposito Rp 542,55 miliar dan dana yang dipinjamkan Rp 581,55 miliar.

“Kami diberi amanat membantu masyarakat khususnya UKM. Komitmen kami, 55 persen dari modal setor harus disalurkan ke UKM. Alhamdulillah dapat kami salurkan lebih dari 70 persen bahkan sudah hampir mendekati 100 persen,” tambahnya.

Deputi Direktur LJK OJK DIY, Budi Saptono, di DIY terdapat 53 Bank Perkreditan Rakyat Konvensional dan 12 Bank Perkreditan Syariah.

Perkembangan BPR/S di Sleman cukup baik dengan total aset BPR/S tumbuh 7,13 persen menjadi Rp 3,4 triliun. Kredit tumbuh 8,74 persen menjadi Rp 1,9 triliun dan Dana Pihak Ketiga tumbuh 6,63 persen menjadi 2,4 triliun.

“Berdasarkan data posisi Desember 2018, PD BPR Bank Sleman secara aset berada di peringkat kedua di DIY,” jelasnya.

Dengan dibukanya kantor cabang baru dapat meningkatkan kinerja PD BPR Bank Sleman. “Fasilitas ini semoga dapat menguatkan peran menghimpun dan menyalurkan dana nasabah, serta dapat memberikan kontribusi terhadap perbankan DIY,” tandasnya. (sol)



Kamis, 07 Feb 2019, 19:15:47 WIB Oleh : Nila Jalasutra 313 View
Pengusaha Mebel Incar Pasar Lokal
Kamis, 07 Feb 2019, 19:15:47 WIB Oleh : Endri Yarsana 783 View
DPRD Temanggung Sahkan Tiga Perda
Kamis, 07 Feb 2019, 19:15:47 WIB Oleh : Sholihul Hadi 503 View
Uang Sewa Aula Sekolah Disetor Utuh ke Kas Daerah

Tuliskan Komentar