atas

Bangunan Tua Ini Jadi Wisata Baru di Tengah Jogja

Minggu, 30 Des 2018 | 17:33:15 WIB, Dilihat 748 Kali - Oleh Yvesta Putu Sastrosoendjojo

SHARE


Bangunan Tua Ini Jadi Wisata Baru di Tengah Jogja Gebyar Seni Budaya Sosrodipuran di Ndalem Djayaningratan. (yvesta putu sastrosoendjojo/koranbernas.id)

Baca Juga : Tak Ingin Terjebak Macet Saat Tahun Baru ? Perhatikan Hal Ini


KORABERNAS.ID -- Yogyakarta lekat dengan warisan budaya yang potensial untuk dijadikan aset wisata. Sebut saja beragam bangunan kuno yang ditetapkan sebagai cagar budaya.

Namun banyak diantaranya yang belum dikelola dengan baik. Akibatnya selain terbengkalai dan rusak, nilai-nilai sejarah dari bangunan tersebut tidak banyak diketahui publik.

Berangkat dari keprihatinan itu, warga Kampung Sosrodipuran, Gedongtengen pun mencoba mengembangkan Kampung Wisata  Sosrodipuran, khususnya di Ndalem Djayaningratan.

Warga Sosrodipuran yang kemudian membentuk Paguyuban Kampung Sosrodipuran menggelar sejumlah kegiatan sebagai titik awal pelestarian kawasan wisata tersebut. Salah satunya dengan Gelar Pagelaran Seni dan Budaya Djayaningratan mulai 17 Desember 2018 hingga 3 Januari 2019.

Rully Permana penanggung jawab kegiatan mengatakan kegiatan ini merupakan titik awal, dari kegiatan rutin yang akan diselenggarakan setiap tahun, yang akan dibagi baik skala lokal, skala nasional dan skala International. 

“Kami memanfaatkan segala sesuatu yang ada dikampung untuk pengembangan kampung wisata ini," ujarnya.

Menurut Rully, kampung tersebut sangat istimewa karena memiliki peninggalan sejarah putra Sultan Hamengkubuwono VII, khususnya Ndalem Djayaningratan. Bahkan rumah tersebut pernah menjadi dipakai sebagai kampus yang ada Yogyakarta

Pada Tahun 60an IST Akprind pernah menempati bangunan tersebut sebelum pindah ke Balapan, Jalan Solo. Sedangkan Universitas Proklamasi pernah menempati bangunan tersebut pada era Tahun 1980an.

"Namun sejak universitas proklamasi pindah ke babarsari pada 1995, bangunan bersejarah ini jadi mangkrak sampai sekarang," jelasnya.

Karena itu melalui pengembangan kampung wisata tersebut, nantinya geliat seni di  Sosrodipuran diharapkan semakin meningkat.

Mereka akan mengembangkan kelompok-kelompok kesenian dan kerajinan, batik, lukis, seni pertunjukkan musik, tari dan teater serta seni.

Dengan Sosrodipuran Ndalem Djayaningratan menjadi kampung wisata diharapkan memberi dampak positif perekonomian masyarakat sekitar dan hotel-hotel yang berada disekitar kampung Sosrodipuran. 

"Kami akan bermitra dengan pihak biro-biro perjalanan, komunitas expatriat, hotel-hotel, art managemen dan sekolah atau institusi pendidikan," tandasnya.

Subroto, Ketua RW O4 Sosrodipuran menambahka kegiatan yang digelar mengangkat dan melestarikan bangunan Ndalem Djayaningratan menjadikan icon dari kampung wisata Sosrodipuran. Selain itu mempersiapkan generasi muda untuk peduli dan turut melestarikan tradisi serta kearifan lokal sekaligus menggalang masyarakat mempersiapkan programnya.

“Sudah menjadi tugas bersama untuk melestarikan seni budaya tradisional dengan berbagai cara mengemasnya menyesuaikan atensi generasi muda, sehingga tertarik melestarikan buadaya lokal sesuai kebutuhan jaman," paparnya.

Jajang R Kawentar, kurator pameran dalam rangkaian acara kali ini menjelaskan pameran menampilkan 50 karya lukis dan 10 karya patung dari 32 orang seniman.

“Bukan hanya seniman asal Sosrodipuran, tapi beberapa seniman yang terlibat bahkan berasal dari luar pulau Jawa. Mereka berpartisipasi secara sukarela. Bahkan beberapa telah berjanji akan mengikuti lagi pameran serupa jika digelar tahun depan,” ungkapnya.

Gebyar Seni Budaya Sosrodipuran yang digelar pada akhir tahun 2018 menampilkan Sarasehan Budaya, (Senin 17 Desember, pukul 19.30 Wib), Kirab Budaya (21 Desember 2018, 14.00wib), Ketoprak (Jumat, 21 Desember 2018), Pameran Seni Budaya, (22 Desember 2018 – 2 Januari 2019), Pesta Rakyat, (22 Desember 2018). Tempat kegiatan di SD Netral C, Sosrodipuran, Gedung Tengen, kota Yogyakarta, dengan tema ‘Menuju Masyarakat Sadar Budaya; Nguri-uri Budaya Jawa Khususnya Ndalem Djayaningratan.’   Kegiatan ini diselenggarakan oleh Padepokan Songsong Budoyo yang didirikan oleh Suhardi tokoh Seni Budaya Djayaningratan.(yve)

 


Sabtu, 29 Des 2018, 17:33:15 WIB Oleh : W Asmani 329 View
Tak Ingin Terjebak Macet Saat Tahun Baru ? Perhatikan Hal Ini
Sabtu, 29 Des 2018, 17:33:15 WIB Oleh : Yvesta Putu Sastrosoendjojo 593 View
Catat, Jogja Bakal Jadi Pusat Ziarah
Sabtu, 29 Des 2018, 17:33:15 WIB Oleh : Sholihul Hadi 475 View
Satu-satunya Suara Kritis Tinggal Tersisa di Kampus

Tuliskan Komentar