atas

Bangunan Tak Bersertitikat Siap Dibongkar

Jumat, 19 Apr 2019 | 19:38:35 WIB, Dilihat 263 Kali - Oleh Masal Gurusinga

SHARE


Bangunan Tak Bersertitikat Siap Dibongkar Bangunan rumah dan toko milik di atas saluran air depan Pasar Jeblog. Bupati Klaten Hj Sri Mulyani mengatakan bangunan itu tidak memiliki sertifikat. (masal Gurusinga/koranbernas.id)

Baca Juga : Epson Hadirkan Produk Terbarunya


KORANBERNAS.ID -- Bupati Klaten Hj Sri Mulyani mengatakan bangunan di atas saluran di depan Pasar Jeblog Desa Jeblog Kecamatan Karanganom tidak memiliki sertifikat.

Bupati berharap agar pemilik membongkar sendiri bangunannya, karena surat kesanggupan juga sudah ada.

“Bangunan itu tidak ada sertifikatnya. Mereka cuma menempati. Pemiliknya juga sudah menyanggupi untuk membongkar sendiri," kata bupati saat ditanya seputar sikap pemkab terhadap bangunan rumah dan toko yang masih berdiri kokoh di depan Pasar Jeblog, Kamis (18/4/2019).

Bupati berjanji akan menindaklanjuti hal itu setelah pemilihan presiden. Dirinya akan melihat secara langsung kondisi di lapangan.

Terungkapnya bangunan milik Dananjoyo tidak memiliki sertifikat saat Pemkab Klaten hendak membangun Pasar Jeblog pada 2017.

Sebelum memulai pembangunan, Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM mengadakan sosialisasi pembangunan pasar kepada seluruh pedagang.

Saat sosialisasi seluruh pedagang akan direlokasi ke pasar darurat ketika pasar hendak dibongkar. Bahkan pemilik dua bangunan di depan pasar juga ikut diundang.

Pemilik dua bangunan itu diundang karena bangunannya di atas saluran dan menutupi bangunan pasar.

Sempat terjadi tarik ulur antara pihak Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM dengan pemilik dua bangunan itu soal kompensasi.

Seorang pemilik bangunan atas nama Sri Kandeg dengan legawa menerima kompensasi dan membongkar sendiri bangunan miliknya. Sementara pemilik bangunan bernama Dananjoyo tetap menolak hingga sekarang.

Pada 2017 tidak ada titik temu dan pembangunan pasar selesai, maka pada tahun 2018 pedagang dipindahkan dari pasar darurat ke Pasar Jeblog yang baru.

Karena terjadi tarik ulur soal pembongkaran bangunan milik Dananjoyo meski sudah beberapa kali diadakan pertemuan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU PR) selaku instansi teknis yang menangani pengairan melimpahkan permasalahan itu ke Satpol PP selaku instansi penegakan perda.

Sebelumnya, DPU PR Kabupaten Klaten juga sudah melayangkan surat ke Dananjoyo yang juga adik Kepala Desa Jeblog.

Informasi yang dihimpun di DPU PR, pemilik bangunan sudah menyanggupi membongkar sendiri bangunan miliknya tiga bulan setelah lebaran 2018. Artinya tanggal 4 Oktober 2018 harus dibongkar.

Camat Karanganom, Samodra, mengatakan pemilik rumah mengirim surat ke bupati yang intinya minta waktu hingga akhir 2018.

Namun kenyataan di lapangan setelah tahun 2018 berlalu pemilik rumah tetap tidak membongkar bangunan miliknya.

Kepala Bidang Penegakan Perda Satpol PP Pemkab Klaten, Poniman SH, saat dikonfirmasi mengatakan pihaknya akan mengajukan anggaran perubahan sewa alat berat untuk rencana pembongkaran bangunan di depan Pasar Jeblog.

"Kalau pemiliknya mau membongkar sendiri lebih bagus. Tapi kalau tidak mau ya pemerintah juga yang membongkar," katanya. (sol)



Jumat, 19 Apr 2019, 19:38:35 WIB Oleh : Redaktur 259 View
Epson Hadirkan Produk Terbarunya
Kamis, 18 Apr 2019, 19:38:35 WIB Oleh : Sholihul Hadi 413 View
Beri Kesempatan KPU Bekerja Lebih Jujur
Kamis, 18 Apr 2019, 19:38:35 WIB Oleh : Nila Jalasutra 242 View
Ribuan Murid MA Pandanaran Dilatih Hadapi Bencana

Tuliskan Komentar