atas1

Ayo Rawat Ginjal Sejak Dini

Kamis, 10 Jan 2019 | 01:37:53 WIB, Dilihat 603 Kali - Oleh Yvesta Putu Sastrosoendjojo

SHARE


Ayo Rawat Ginjal Sejak Dini Para siswa SMPN 1 Yogyakarta mengikuti edukasi bertajuk “Mari Rawat Ginjal Kita” di sekolah setempat, Rabu (9/1 2019).(yvesta putu sastrosoendjojo/koranbernas.id)

Baca Juga : Mahasiswa Polbangtan Siap Hadapi Revolusi 4.0


KORANBERNAS.ID -- Merawat organ tubuh penting dilakukan sejak dini. Sehingga resiko penyakit yang muncul bisa diantisipasi. Contohnya merawat ginjal yang organ yang berukuran sekepal tangan manusia dan terletak di bagian belakang pinggah sebelah bawah. Organ ini memiliki fungsi penting bagi tubuh manusia. Bila tidak dirawat maka bisa berdampak pada gangguan fungsi organ.

"Selain membuang racun, ginjal juga berfungsi mengatur volume cairan dalam tubuh, menjaga elektorlit dalam tubuh seimbang, memproduksi vitamin D menjadi aktif untuk kesehatan tulang, dan pembentukan hormon pembentuk sel darah merah," ungkap dr. Budiarti Retno Noormaningrum, Dokter Visit Unit Hemodialisa/Cuci Darah RS UGM dalam edukasi bertajuk “Mari Rawat Ginjal Kita” bagi murid-murid di SMP Negeri 1 Yogyakarta, Rabu (9/1 2019).

Menurut Budiati, penyebab terbesar gagal ginjal disebabkan oleh diabetes dan hipertensi. Hampir kerusakan ginjal tidak memberikan tanda-tanda yang bisa dikenali.

Namun gejala-gejala tersebut bisa kita lihat dari adanya penumpukan cairan dalam tubuh sehingga menyebabkan bengkak, sesak nafas, lemas dan pucat karena anemia, bahkan sering kali menimbulkan mual muntah.

"Jika ginjal mengalami masalah, maka fungsi-fungsi di atas pun akan terganggu. Dan jika fungsi ginjal terganggu hingga 85% persen, maka satu-satunya adalah dengan melakukan terapi pengganti ginjal," jelasnya.

Terapi pengganti ginjal ini pun tekniknya ada beberapa, antara lain bisa dengan Hemodialisa, atau yang lebih dikenal dengan cuci darah, yaitu terapi menggunakan mesin. Bisa juga dengan terapi secara mandiri melelui CAPD (Continous Ambulatory Perioneal Dialysis). Atau bisa juga dengan transplantasi (cangkok ginjal).

Pengurus KPCDI DIY, Diah Listianingsih menyampaikan paparannya dalam edukasi bertajuk “Mari Rawat Ginjal Kita”  di SMP Negeri 1 Yogyakarta, Rabu (9/1 2019).(yvesta putu sastrosoendjojo/koranbernas.id)

Sementara Ketua Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia (KPCDI) DIY, Hanny mengungkapkan, organisasi tersebit memandang pentingnya memahami kesehatan ginjal diketahui sejak dini. Karenanya KPCDI DIY melakukan kegiatan edukasi tentang kesehatan ginjal.

“Kali ini, kami akan memulai edukasi merawat ginjal sejak dini di SMP Negeri 1 Yogyakarta,” paparnya.

Hanny menambahkan, kegiatan semacam itu akan menjadi program berkelanjutan KPCDI untuk melakukan edukasi ke sekolah-sekolah lain. Apalagi respon baik dari sekolah terkait acara ini muncul sehigga menjadi motivasi bagi KPCDI untuk menjadikan program edukasi sebagai program berkelanjutan.
"Bahkan, dari pihak sekolah menyambut baik untuk melakukan edukasi ini secara rutin di sekolahnya,” tandasnya.

Hanny berharap kegiatan itu bisa mengajak anak-anak untuk mulai menjaga dan menjalani pola hidup sehat dari sekarang dan tahu pentingnya menjaga ginjal. Dalam edukasi tersebut, anak-anak dikenalkan dengan fisiologis dan fungsi ginjal manusia. Dengan begitu, anak-anak akan termotivasi untuk merawat ginjal sejak dini.

Al Rafi, siswa SMP Negeri 1 Yogyakarta yang terlibat dalam edukasi ini pun merasa senang dengan adanya edukasi kesehatan ginjal ini. Menurutnya, edukasi ini sangat bermanfaat bagi generasi muda jaman sekarang, mengingat banyak siswa sekolah yang mungkin sudah merokok dan suka jajan sembarang.

“Hal ini cukup berpengaruh pada kerusakan ginjal jadi generasi muda harus menjaga ginjalnya,” ungkapnya.

Rafi berharap edukasi seperti ini akan terus berlangsung karena sangat dibutuhkan untuk memberikan pengetahuan dan meningkatkan kesadaran generasi muda untuk menjaga kesehatan ginjal.

Hal senada disampaikan Raida Hanum, siswi kelas 1 SMP Negeri 1 Yogyakarta inipun juga merasa bersyukur dengan adanya edukasi ginjal sehat ini. Menurutnya acara seperti ini harus terus dilakukan di sekolah-sekolah, tidak hanya sekali.

"Tetapi secara berkala agar anak-anak Indonesia sadar, peduli dan tahu apentingya ginjal," imbuhnya.(yve)



Kamis, 10 Jan 2019, 01:37:53 WIB Oleh : Yvesta Putu Sastrosoendjojo 515 View
Mahasiswa Polbangtan Siap Hadapi Revolusi 4.0
Kamis, 10 Jan 2019, 01:37:53 WIB Oleh : Yvesta Putu Sastrosoendjojo 457 View
Alsintan Cara Baru Melek Teknologi Pertanian
Rabu, 09 Jan 2019, 01:37:53 WIB Oleh : Sari Wijaya 870 View
Mahasiswa Bingung Urus Pindah Pemilih

Tuliskan Komentar