atas1

Arus Bawah Menguat Kehendaki Megawati Ketum Lagi

Jumat, 21 Jun 2019 | 20:08:29 WIB, Dilihat 392 Kali - Oleh Sholihul Hadi

SHARE


Arus Bawah Menguat Kehendaki Megawati Ketum Lagi Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyampaikan keterangan pers usai menghadiri Rakerda DPD PDI Perjuangan DIY Jumat (21/6/2019) sore di Hotel Gowongan Inn Jalan Gowongan Kidul Yogyakarta. (sholihul hadi/koranbernas.id)

Baca Juga : Sultan Jadi Saksi Pernikahan Anak Bupati Sleman


KORANBERNAS.ID -- Menjelang Kongres ke-5 PDI Perjuangan yang dipercepat berlangsung tahun ini dari yang seharusnya 2020, dukungan dari arus bawah menguat dan lagi-lagi tetap menghendaki Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua Umum (Ketum) partai berlambang banteng itu periode 2020-2025.

Hal ini dinyatakan sendiri oleh Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto saat jumpa pers usai menghadiri Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DPD PDI Perjuangan DIY Jumat (21/6/2019) sore di Hotel Gowongan Inn Jalan Gowongan Kidul Yogyakarta.

Didampingi Ketua DPD PDI Perjuangan DIY Bambang Praswanto dan jajarannya yaitu Yoeke Indra Agung Laksana, Eko Suwanto dan Nuryadi, Hasto menegaskan seluruh struktural mulai dari tingkat ranting, PAC, DPC dan dan DPD di DIY ingin Megawati dicalonkan kembali serta berkenan dikukuhkan di kongres nantinya.

“Sikap seperti ini merupakan jati diri PDI Perjuangan, utusan kongres harus mampu menyerap aspirasi di internal partai maupun masyarakat,” jelasnya.

Menurut dia, berdasarkan pengalaman kongres lalu yang selalu mengedepankan implementasi demokrasi Pancasila maka dijamin tidak akan ada voting.

Dia menegaskan semua PAC menginginkan Megawati kembali memimpin karena pentingnya kepemimpinan yang kokoh. Sebagai bagian dari sejarah, Bung Karno dan keluarganya harus memperoleh tempat istimewa bagi partai.

“Kami haramkan voting dalam pengambilan keputusan. Kami tidak kenal voting dalam pemilihan pimpinan,” ungkapnya.

Hasto juga menegaskan, Megawati tidak akan berada di belakang layar. “Sejarah tradisi Bung Karno dalam berpolitik itu tidak pernah di belakang layar. Berpolitik itu di depan pegang obor untuk menerangi rakyat dan Indonesia. Kami tidak mengenal itu,” jelasnya.

Berkat adanya regenerasi dan sekolah partai, PDI Perjuangan tidak pernah kekurangan stok pemimpin. Namun untuk menjadi ketum tidak bisa lepas dari sosok Bung Karno.

“Berdasarkan dinamika politik kami masih menempatkan Ibu Mega sebagai sentral untuk terus memimpin,” kata dia.

Rakerda DPD PDI Perjuangan DIY kali ini merupakan kelanjutan dari rakernas ke-4 beberapa waktu lalu. DPP mengapresiasi seluruh jajaran struktural PDI Perjuangan DIY beserta seluruh anggota dan simpatisan.

“PDI Perjuangan DIY menunjukkan prestasi yang membanggakan, kami masih dipercaya masyarakat sehingga memenangkan pemilu legislatif dan pemilu presiden,” ujarnya.

Kepercayaan dari masyarakat Jogja ini akan digunakan untuk memperbaiki diri sebagai upaya mengedepankan jati diri kota Yogyakarta sebagai provinsi yang punya sejarah revolusioner menjaga NKRI dan Pancasila berkat peran sentral Sultan HB IX, waktu itu.

“Kesadaran sejarah inilah yang kami terus dialogkan dengan Gubernur DIY Ngarsa Dalem Sri Sultan Hamengku Buwono X sehingga dalam perencanaan partai ke depan termasuk Pilkada serentak kami mendengarkan aspirasi masyarakat,” tambahnya.

Aspirasi dari arus bawah melalui konfercab dan konferda antara lain berupa masukan maupun usulan program itu merupakan sikap politik yang harus diterima.

“Dari provinsi, kami mengusulkan membuat taman kota yang indah dan hutan kota, sehingga Yogyakarta betul-betul menjadi kota yang berkebudayaan. Nanti ada gedung kesenian, ada pohon gayam. Yogyakarta sebagai sentral kebudayaan Jawa harus menampilkan jati diri dan identitas kebudayaan yang toleran sebagai cermin peradaban kita,” papar Hasto.

Mengenai pilkada serentak di tiga kabupaten di DIY, Hasto menyampaikan melalui konfercab dan konferda akan dijaring tokoh yang diusulkan sebagai calon bupati di Kabupaten Gunungkidul, Sleman dan Bantul.

“Kami sudah punya pemetaan politik. Pimpinan DPRD sekaligus diusulkan dalam konfercab dan konferda,” tandasnya. (sol)



Jumat, 21 Jun 2019, 20:08:29 WIB Oleh : Nila Jalasutra 2312 View
Sultan Jadi Saksi Pernikahan Anak Bupati Sleman
Jumat, 21 Jun 2019, 20:08:29 WIB Oleh : Yvesta Putu Sastrosoendjojo 8351 View
Siap-siap, Indonesia Bakal Punya Alutsista Baru
Jumat, 21 Jun 2019, 20:08:29 WIB Oleh : Yvesta Putu Sastrosoendjojo 1643 View
Perang Hibrida Dimulai, Semua Harus Siap

Tuliskan Komentar