atas

Apnas Yogyakarta Minta KPU Netral dan Profesional

Kamis, 18 Apr 2019 | 17:23:14 WIB, Dilihat 619 Kali - Oleh Sholihul Hadi

SHARE


Apnas Yogyakarta Minta KPU Netral dan Profesional Konferensi pers Apnas Yogyakarta menyikapi Pemilu 2019, Kamis (18/4/2019), di Hotel Ruba Graha,. (sholihul hadi/koranbernas.id)

Baca Juga : Jangan Asal Klaim Kemenangan


KORANBERNAS.ID – Maraknya berbagai kasus yang muncul pada proses pelaksanaan pesta demokrasi nasional Pemilu 17 April 2019, mengetuk keprihatinan Aliansi Pengusaha Nasional (Apnas) Yogyakarta sehingga merasa perlu harus bersikap.

Sependapat dengan tokoh-tokoh bangsa, para pengusaha ini meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) mencontoh kedewasaan rakyat agar bersikap netral dan profesional.

“Alansi Pengusaha Nasional Yogyakarta mengucapkan selamat kepada seluruh rakyat Indonesia yang telah berpartisipasi dan menunjukkan kedewasaan dalam berdemokrasi,” ungkap Mirwan Syamsudin Syukur, Ketua Apnas Yogyakarta, Kamis (18/4/2019), dalam konferensi pers di Hotel Ruba Graha Jalan Mangkuyudan Yogyakarta.

Didampingi sekretarisnya, Syarif Tholib, serta beberapa anggotanya dia mengakui pada proses pemilu kali ini terlihat tingginya animo warga negara yang menggunakan hak konstitusionalnya serta minimnya gesekan antar-pendukung.

Apnas Yogyakarta berharap segenap elite politik dan para penyelenggara negara terutama KPU RI agar mencontoh kedewasaan rakyat dalam berdemokrasi.

“Jangan menodai kepercayaan kedewasaan dalam berdemokrasi telah ditunjukkan rakyat. Masyarakat sudah dewasa dan menjadi guru elite politik,” tegasnya.

Mirwan mengakui, dalam perjalanannya penyelenggaraan pemilu kali ini ditemukan beberapa hal yang tidak sesuai dengan aturan yang telah dibuat oleh KPU sendiri.

Di antaranya, jumlah kartu suara tidak sesuai dengan jumlah pemilih, DPT (Daftar Pemilih Tetap) yang bermasalah serta terjadi kerusakan surat suara dan kotak suara yang terbuat dari kardus di berbagai daerah.

Ditambah lagi adanya peraturan KPU yang melampaui undang-undang sehingga dibatalkan oleh MK (Mahkamah Konstitusi), pendaftaran partai politik menuai konflik hukum, masuknya WNA sebagai pemilih maupun terjadinya ricuh di beberapa negara saat penyelenggaraan pemilu di luar negeri.

Ketua dan anggota Apnas Yogyakarta usai menyampaikan pernyataan pers. (sholihul hadi/koranbernas.id)

Menurut Mirwan Syamsudin Syukur, keterlambatan surat suara di beberapa wilayah juga menjadi keprihatinan banyak pihak, tak terkecuali Apnas Yogyakarta.

“Seharusnya dengan adanya penambahan biaya pemilu, akan meningkatkan kualitas pemilu kali ini akan tetapi yang terjadi malah sebaliknya,” tambahnya.

Persoalan setelah coblosan pun menjadi keprihatinan Apnas Yogyakarta terutama terkait dengan keberadaan lembaga-lembaga yang mengeluarkan hasil hitung cepat pemilu.

Quick count bukanlah alat ukur kemenangan dalam kontestasi politik, melainkan hanya sebagai salah satu instrumen demokrasi untuk menggambarkan kecenderungan masyarakat dalam memilih,” jelasnya.

Dia menegaskan, quick count tidak menjamin akan mendapatkan hasil 100 persen sesuai dengan real count. Itu sebabnya Apnas Yogyakarta sepakat real count KPU selain harus obyektif dan transparan, juga bisa diakses oleh masyarakat.

“Dengan berbagai kelemahan tersebut, kami berharap KPU menunjukkan profesionalismenya dengan mengawal penghitungan suara dengan sejujur-jujurnya dan seadil-adilnya,” tegasnya.

Apnas Yogyakarta juga memohon KPU segera menyelesaikan berbagai masalah itu, jangan rakyat yang diimbau terus untuk tenang.

“Kami mohon KPU menjelaskan ke masyarakat agar tidak terjadi saling curiga, jangan membangun alibi dan pembelaan-pembelaan padahal semua itu nyata-nyata terjadi, sampai hari ini belum ada penyelesaian,” paparnya. (sol)



Kamis, 18 Apr 2019, 17:23:14 WIB Oleh : Yvesta Putu Sastrosoendjojo 637 View
Jangan Asal Klaim Kemenangan
Kamis, 18 Apr 2019, 17:23:14 WIB Oleh : Sholihul Hadi 362 View
Muhammadiyah Serukan Rekonsiliasi Nasional
Rabu, 17 Apr 2019, 17:23:14 WIB Oleh : Nila Jalasutra 427 View
Ini Alasan Pangdam Pantau Pemilu di Sleman

Tuliskan Komentar