atas

Angka Kematian Ibu dan Bayi Masih Saja Tinggi

Minggu, 21 Apr 2019 | 22:04:10 WIB, Dilihat 341 Kali - Oleh Nila Jalasutra

SHARE


Angka Kematian Ibu dan Bayi Masih Saja Tinggi Wakil Bupati Sleman, Dra Hj Sri Muslimatun MKes. (istimew)

Baca Juga : Air Supply Hilang Ditelan Penonton


KORANBERNAS.ID--Angka Kematian lbu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Indonesia masih tertinggi di antara negara ASEAN. Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun saat menjadi keynote speaker dalam Seminar Nasional  “Penguatan Peran Bidan dalam Akselerasi Penurunan AKI dan AKB” yang diadakan oleh Ikatan Bidan Indonesia (IBI) ranting RSUD Sleman di RSUD Sleman, Minggu (21/4/2019).

Menurut Sri Muslimatun, berdasarkan Hasil Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI), AKI dari 307/100000 kelahiran hidup pada tahun 2002, turun menjadi 228/100000 kelahiran hidup pada tahun 2007 kemudian justru meningkat menjadi 305/100000 kelahiran hidup pada tahun 2015.

Demikian pula Angka Kematian Bayi (AKB), Hasil SDKI menunjukkan bahwa AKB mengalami penurunan meskipun masih tergolong tinggi dari negara-negara Iain di ASEAN. Penurunan tersebut yaitu 35/1000 kelahiran hidup pada tahun 2002 menjadi 34/1000 kelahiran hidup pada tahun 2007, dan turun lagi menjadi 24/1000 kelahiran hidup pada tahun 2017. Dengan jumlah itu, Indonesia masih berada dalam sepuluh negara dengan angka kematian neonatal tertinggi di dunia.

" Hal tersebut tentunya masih menjadi tantangan bagi kita semua untuk mencapai target SDGs (Sustainable Development Goals) dimana secara globaI pada tahun 2030 diharapkan AKI kurang dari 70 per 100.000 kelahiran hidup dan AKB kurang dari 12 per 1.000 kelahiran hidup," jelas Wakil Bupati Sleman yang sekaligus anggota IBI ini.

Sri Muslimatun menuturkan bahwa Provinsi DIY sebagai provinsi dengan penduduk yang cukup banyak, khususnya Kabupaten Sleman yang merupakan kabupaten dengan penduduk paling banyak, dan variatif, menuntut tenaga kesehatan khususnya bidan untuk memberikan pe|ayanan kesehatan yang berkualitas dan paripurna. Adapun kunci keberhasilan pelayanan kesehatan adalah ketersediaan tenaga kesehatan yang sesuai kompetensi, serta sarana dan prasarana yang handal di fasilitas pe|ayanan kesehatan.

"Dalam hal pelayanan kesehatan maternal dan neonatal, bidan sebagai garda terdepan pemberi pelayanan kesehatan di tingkat dasar, harus mampu mendeteksi masalah dan komplikasi pada masa kehamilan, persalinan dan bayi baru Iahir, " jelasnya.

Sri Muslimatun juga  berharap dengan diadakannya seminar nasional tersebut dapat meningkatkan pengetahuan serta keterampilan bidan dalam melakukan deteksi dini serta penanganan komplikasi dan penyulit pada masa kehamilan dan persalinan serta dapat mempermudah akes rujukan ke fasilitas lanjutan. (yve)



Minggu, 21 Apr 2019, 22:04:10 WIB Oleh : Muhammad Zukhronnee Ms 280 View
Air Supply Hilang Ditelan Penonton
Minggu, 21 Apr 2019, 22:04:10 WIB Oleh : Surya Mega 396 View
Linda Permatasari, Tiap Minggu 10 Kilometer
Minggu, 21 Apr 2019, 22:04:10 WIB Oleh : Sholihul Hadi 437 View
Sambut Ramadan Iwapi DIY Santuni 1.000 Anak Yatim

Tuliskan Komentar