TNI-stipram

Air Sumur Bor Ini Sangat Jernih namun Terbuang Sia-sia
Dinas Terkait Diminta Bertindak Tegas Lakukan Penutupan

Kamis, 08 Nov 2018 | 17:45:27 WIB, Dilihat 11063 Kali - Oleh Masal Gurusinga

SHARE


Air Sumur Bor Ini Sangat Jernih namun Terbuang Sia-sia Sumur bor di Dukuh Ngumbul Desa Jeblog Kecamatan Karanganom Klaten. Airnya berlimpah-limpah dan sangat jernih. (masal gurusinga/koranbernas.id)

Baca Juga : Lapor ke Nomor Ini jika Terjadi Pelanggaran Tata Ruang


KORANBERNAS.ID -- Pemerintah Desa (Pemdes) Jeblog Kecamatan Karanganom Klaten merasa prihatin terhadap keberadaan sumur bor di pekarangan warga di Dukuh Ngumbul.

Sebab air yang keluar dari sumur itu terbuang sia-sia tanpa dimanfaatkan. Meski prihatin namun Pemdes Jeblog tidak bisa berbuat apa-apa karena tidak punya wewenang.

Sebaliknya, Pemdes Jeblog minta pemilik sumur bor atau dinas terkait mengambil tindakan nyata menertibkan atau menutup sumur bor tersebut sesuai hasil yang dibahas dalam pertemuan di Balai Desa Jeblog sekitar tiga bulan lalu.

"Sebenarnya sekitar tiga bulan lalu sudah dirapatkan di sini (Balai Desa Jeblog). Hadir yang bersangkutan pemilik sumur bor, camat, muspika, pengairan, DPU ESDM dan kami. Hasilnya sumur itu minta ditutup. Tapi kami tidak punya wewenang dan menunggu dinas terkait. Tetapi sampai sekarang belum ditutup," kata Henry Prakoso, Kepala Desa Jeblog, Kamis (08/11/2018).

Apabila sumur bor tersebut tidak segera ditutup maka akan semakin banyak air yang terbuang sia-sia. Padahal debit air yang keluar dari sumur bor milik Slamet itu sangat besar dan kondisi airnya juga sangat jernih.

Henry menceritakan ketika pengeboran sumur selesai dilakukan air yang keluar deras sekali hingga meluap ke jalan dan pekarangan warga.

Melihat kondisi itu pengurus pamsimas atau BPSPAM Desa Jeblog bermaksud memanfaatkan sebagian debit air untuk dialirkan ke rumah-rumah warga agar bisa menambah pendapatan. Tentu setelah minta izin terlebih dahulu dari pemiliknya.

Pada awalnya pemilik sumur bor secara lisan mengizinkan sebagian air dimanfaatkan pengurus BPSPAM.

Setelah mendapat izin dari pemilik maka pengurus BPSPAM mengeluarkan dana untuk memasang pipa (chasing) agar air tidak meluap ke jalan dan pekarangan warga.

Benar saja luapan air bisa diatasi namun belakangan pemilik menolak menghibahkan sebagian airnya untuk keperluan warga.

“Pemiliknya juga sempat minta kompensasi 40:60 dari hasil pendapatan air itu. Permintaan itu kami tolak," jelas Henry.

Ketua BPSPAM (Badan Pengelola dan Penyedia Air Minum) Desa Jeblog, Sartono, menjelaskan pengurus BPSPAM berani merogoh uang kas sebesar Rp 15 juta untuk biaya tenaga dan pasang chasing di lokasi sumur bor.

Harapannya pemilik sumur bor mau menghibahkan sebagian airnya untuk keperluan warga. Namun kenyataannya tidak, karena pemilik berubah pikiran dan menolak airnya digunakan untuk keperluan warga.

Kepala Bidang Permukiman Dinas Perwaskim Klaten Agus Pancaji menyebutkan pihaknya pernah diundang rapat membahas permasalahan itu di Kantor Kepala Desa Jeblog beberapa waktu lalu.

"Waktu itu kami diundang oleh muspika karena ada keluhan warga. Kami sudah menyarankan agar pemiliknya ngurus izin dulu ke DPMPTSP (Dinas Penanaman Modal dan Perijinan Terpadu Satu Pintu) di Semarang," ujar Agus Pancaji.

Karena di lapangan ada permasalahan, sumur bor itu belum bisa dimanfaatkan pemiliknya. Konsekuensinya air yang terus menerus keluar terbuang sia-sia begitu saja.

Hingga berita ini dibuat, Slamet, pemilik sumur bor dan bangunan tersebut belum bisa dikonfirmasi karena menurut keterangan warga tidak tinggal di sana. "Tinggalnya di Kartasura, tidak di sini," kata warga sekitar. (sol)



Kamis, 08 Nov 2018, 17:45:27 WIB Oleh : Nila Jalasutra 51 View
Lapor ke Nomor Ini jika Terjadi Pelanggaran Tata Ruang
Kamis, 08 Nov 2018, 17:45:27 WIB Oleh : Sholihul Hadi 77 View
Generasi Milenial Lari Kencang, Pemerintah Ketinggalan
Kamis, 08 Nov 2018, 17:45:27 WIB Oleh : Sholihul Hadi 72 View
Perencanaan Pembangunan Pusat dan Daerah Belum Sinkron

Tuliskan Komentar