atas

Ada yang Diam, Sibuk Ganggu Temannya

Selasa, 04 Des 2018 | 22:03:07 WIB, Dilihat 766 Kali - Oleh Muhammad Zukhronnee Ms

SHARE


Ada yang Diam, Sibuk Ganggu Temannya Para siswa Pra-Sekolah Dasar Labschool Rumah Citta mempresentasikan miniatur stadion yang terbuat dari kardus. (muhammad zukhronnee ms/koranbernas.id)

Baca Juga : Tanah Gunungkidul Sulit Ditembus Bor


KORANBERNAS.ID -- Lembaran kardus berukuran 2 meter x 1,5 meter itu diletakkan di meja setinggi 50 sentimeter. Beberapa karton bekas kemasan susu, pasta gigi serta bungkus makanan, ditempel dan dibuat mirip stadion olahraga.

Kotak-kotak berbentuk kursi, tribun dan bangunan itu penuh warna kesukaan anak-anak pra-sekolah dasar usia 6-7 tahun.

Mereka tampak sibuk membantu dua orang dewasa,  fasilitator kelas mereka. Ada yang membawa guntingan-guntingan karton berbentuk bendera, ada pula berbentuk mini figur pemain sepak bola.

Ada yang diam tapi juga ada yang sibuk mengganggu temannya. Pada sisi yang berlawanan, orang tua dari anak-anak tersebut siap menyaksikan presentasi kecil "Mega Proyek" Miniatur Stadion karya putra-putri mereka.

Semua duduk lesehan pada lembar-lembar karpet vinyl warna-warni di ruang tengah Labschool Rumah Citta, Jalan DI Pandjaitan 70 Yogyakarta, Selasa (04/12/2018) siang.

Acara diawali menyanyikan Garuda di Dadaku bersama-sama. Lagu dukungan untuk Timnas Indonesia ini dipandu oleh Rayyi (7). Kemudian 17 anak ini mulai mempresentasikan karya kelas mereka.

Masing-masing mulai menyebutkan benda-benda di stadion sepakbola dan atribut Timnas Indonesia sebagai tema yang mereka sepakati.

Deretan nama pemain Timnas, Jersey, sepatu, decker (pelindung lutut-red), wasit, hakim garis, bendera,  tinggi dan lebar gawang hingga ukuran luas lapangan sepak bola mereka presentasikan bergantian.

Di saat salah seorang wali murid bertanya mengapa ya kok catnya berbeda-beda warnanya?  "Karena catnya habis," jawab mereka serempak sambil tertawa-tawa. Tiba-tiba salah seorang dari anak-anak itu meralat jawaban teman-temannya.

"Karena masing-masing teman punya warna kesukaan sendiri-sendiri, makanya warnanya berbeda-beda," ralat Lily (7), murid Pra-Sekolah Dasar Labschool Rumah Citta.

Hardiansyah Yoga Pratama saat memandu teman-teman kecil Labschool Rumah Citta mempresentasikan miniatur stadion. (muhammad zukhronnee ms/koranbernas.id)

Asisten Edukator Pra-Sekolah Dasar Labschool Rumah Citta, Hardiansyah Yoga Pratama, kepada koranbernas.id menjelaskan perihal keseruan kelas mereka sejak pemilihan tema empat bulan lalu.

"Masing-masing anak punya ide tema, tapi kami sepakat ke tema yang banyak diminati. Teman-teman kecil juga terbiasa menerima kesepakatan bersama. jadi sudah gak ada yang nggresula pada saat pengerjaan," papar Yoga.

Guna memperkaya pemahaman mengenai timnas dan stadion, teman-teman kecil bebas melakukan pengamatan di rumah atau dari media lain.

Masing-masing menceritakannya di sekolah guna memperkaya ide pembuatan proyek miniatur stadion ini.

"Bahkan sebelum mulai pembuatan proyek miniatur ini kami menyempatkan diri berkunjung ke Stadion Sultan Agung Bantul, untuk memberikan pemahaman langsung kepada teman-teman kecil," tambah Yoga.

Banyak hal baru yang diperoleh teman-teman kecil setelah berkunjung langsung ke stadion. Salah satunya kursi penonton, lampu dan papan iklan.

Itulah mengapa pada proyek miniatur stadion ini banyak iklan merek-merek terkenal mulai dari produsen otomotif sampai jasa ojek online yang ikut dibuat.

"Ada juga beberapa nama mereka tulis sendiri seolah-olah pengiklan di miniatur stadion ini," terang Yoga tertawa.

Usai presentasi diadakan webbing akhir. Anak-anak akan menceritakan apa saja yang mereka ingat dan dapatkan dari rangkaian pengerjaan tema hingga akhir presentasi mereka.

Selanjutkan diadakan pencocokan apakah webbing akhir sudah sesuai dengan webbing awal.

"Biasanya teman-teman kecil justru punya masukan lebih banyak dari yang kita bayangkan. berkembang banyak idenya," kata Yoga.

Florentina Windrasanti selaku edukator yang mendampingi kelas Pra-Sekolah Dasar Labschool Rumah Citta menambahkan, tema berganti setiap 2-3 bulan.

Khusus tema Timnas ini memakan waktu sekitar empat bulan. Setiap tema dipilih sendiri oleh teman-teman kecil, kemudian disepakati bersama. (sol)



Selasa, 04 Des 2018, 22:03:07 WIB Oleh : Sholihul Hadi 88 View
Tanah Gunungkidul Sulit Ditembus Bor
Selasa, 04 Des 2018, 22:03:07 WIB Oleh : Masal Gurusinga 60 View
Kami Hanya Bisa Bantu dengan Lagu..
Selasa, 04 Des 2018, 22:03:07 WIB Oleh : Masal Gurusinga 81 View
Lebih Irit, Gas Melon untuk Pompa Air

Tuliskan Komentar